- Lampaui Target, LP2B Capai 87,63% di Momen Peringatan 66 Tahun UUPA.
- Tepat di Momen HANTARU 2026, Implementasi PERINTIS 10 Hari Diperluas hingga ke 95 Kantah.
- Wilayah Aman, Adanya Babinsa Dan Konduk Patroli Malam.
- Indonesia Juara Beregu Putra Asian Games 2026, BNI: Bukti Kerja Keras dan Pembinaan
- Pendam Jaya Perkuat Sinergi dengan Insan Pers melalui Pembinaan Media Massa.
- Kodam Jaya Gelar Hit & Eat, Berbagi Kebahagiaan Bersama Warga Jakarta.
- Onderdil YSP Dukung Hit & Eat Kodam Jaya, 2.300 Paket Dibagikan kepada Ojol.
- BRI Life Raih Dua Penghargaan Silver di The Best Contact Center Indonesia 2026
- BNI Sahabat Sekolah Rakyat Hadirkan Edukasi dan Inspirasi bagi Siswa di Sulawesi Selatan
- Program Revitalisasi di Blitar Disinyalir Banyak Campur Tangan Siapa Mereka ? .
Pemkab Barito Utara Jelaskan Pentingnya Penyerahan PSU Perumahan kepada Pemda

MEGAPOLITANPOS.COM - Muara Teweh - Pemkab Barito Utara melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Barito Utara memberikan penjelasan terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyerahan Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU) Perumahan dan Permukiman dalam rapat pembahasan bersama DPRD Kabupaten Barito Utara, Senin (08/06/2026).
Dalam pemaparannya, pihak Dinas Perkimtan menjelaskan bahwa regulasi tersebut bertujuan mengatur tata cara penyediaan, pemeriksaan, hingga penyerahan PSU dari pengembang kepada pemerintah daerah agar dapat menjadi aset daerah dan dikelola untuk kepentingan masyarakat.
Baca Lainnya :
- Lampaui Target, LP2B Capai 87,63% di Momen Peringatan 66 Tahun UUPA.
- Tepat di Momen HANTARU 2026, Implementasi PERINTIS 10 Hari Diperluas hingga ke 95 Kantah.
- Wilayah Aman, Adanya Babinsa Dan Konduk Patroli Malam.
- Indonesia Juara Beregu Putra Asian Games 2026, BNI: Bukti Kerja Keras dan Pembinaan
- Pendam Jaya Perkuat Sinergi dengan Insan Pers melalui Pembinaan Media Massa.
Pengembang diwajibkan untuk menyerahkan aset PSU kepada Pemerintah Daerah dalam jangka waktu 1 tahun setelah pembangunan perumahan tersebut selesai.
Disampaikan bahwa Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU) yang dimaksud meliputi berbagai fasilitas pendukung perumahan seperti jalan lingkungan, drainase, fasilitas persampahan, ruang terbuka dan sarana lainnya yang menjadi bagian dari kawasan perumahan.
"Raperda ini mengatur bagaimana tata cara penyediaan, pemeriksaan dan penyerahan prasarana, sarana dan utilitas dari pengembang kepada pemerintah daerah sehingga menjadi aset daerah yang nantinya dapat dikelola untuk kepentingan masyarakat," jelas pihak Dinas Perkimtan.
Menurutnya, keberadaan regulasi tersebut sangat penting karena pemerintah daerah memiliki keterbatasan kewenangan sebelum aset tersebut resmi diserahkan oleh pengembang.
"Bahasa sederhananya, pemerintah daerah tidak bisa melaksanakan kegiatan di kawasan perumahan sebelum pengembang menyerahkan asetnya terlebih dahulu kepada pemerintah daerah. Baik itu untuk perbaikan jalan lingkungan, drainase maupun fasilitas lainnya," ungkapnya.
Dinas Perkimtan juga menegaskan bahwa pengembang memiliki kewajiban menyerahkan PSU kepada pemerintah daerah paling lambat satu tahun setelah pembangunan perumahan selesai.
"Dalam jangka waktu satu tahun setelah perumahan selesai dibangun, aset yang akan diserahkan kepada pemerintah daerah seperti jalan lingkungan, fasilitas persampahan dan sarana lainnya harus sudah diserahkan agar menjadi aset daerah," tambahnya.
Dengan adanya regulasi tersebut, pemerintah daerah berharap proses penyerahan aset dari pengembang dapat berjalan lebih tertib, sehingga fasilitas umum di kawasan perumahan dapat dikelola dan dipelihara secara berkelanjutan demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
(Dd)



.jpg)






.jpg)





