- Pendam Jaya Perkuat Sinergi dengan Insan Pers melalui Pembinaan Media Massa.
- Kodam Jaya Gelar Hit & Eat, Berbagi Kebahagiaan Bersama Warga Jakarta.
- Onderdil YSP Dukung Hit & Eat Kodam Jaya, 2.300 Paket Dibagikan kepada Ojol.
- BRI Life Raih Dua Penghargaan Silver di The Best Contact Center Indonesia 2026
- BNI Sahabat Sekolah Rakyat Hadirkan Edukasi dan Inspirasi bagi Siswa di Sulawesi Selatan
- Program Revitalisasi di Blitar Disinyalir Banyak Campur Tangan Siapa Mereka ? .
- Pasangan Suami Istri Resmi Maju Pilkades Kedungbanteng 2026-2031 \"Dua Hati Satu Tujuan\".
- Perkuat Nilai Kejuangan di Momentum HUT TNI ke-81 Pangdam V/ Brawijaya Nyekar ke MBK Apa Pesanya.
- Dari Celengan ke Buku Rekening, Siswa Sekolah Rakyat Belajar Menabung bersama BNI
- DPKPP Majalengka Tegur CV Adibrata Jaya Persada soal Proyek Sumberjaya
Operasi Kepolisian Kewilayahan Keselamatan Jaya 2024 Resmi Digelar Hingga 17 Maret

Keterangan Gambar : Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto yang diwakili Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Suyudi Ario Seto memimpin Apel gelar pasukan
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto yang diwakili Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Suyudi Ario Seto memimpin Apel gelar pasukan dalam rangka pelaksanaan Operasi Kepolisian Kewilayahan "Keselamatan Jaya 2024". Apel ini digelar di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya. Sabtu, (2/3/2024).
Turut hadir dalam apel gelar pasukan Perwakilan Kadishub DKI Jakarta, Kasdam Jaya Jayakarta Brigjen TNI Tatang Subarna, Perwakilan dari Danpom Lantamal III, perwakilan dari Danpom Koopsud I, perwakilan Dirut PT Jasa Raharja Persero tbk dan perwakilan Dirut PT Jasa Marga Persero tbk, Pejabat Utama Polda Metro Jaya, Pejabat Utama TNI, Kapolres Jajaran Polda Metro Jaya dan stakeholder lainnya.
Dalam arahannya, Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Suyudi Ario Seto mengatakan kemacetan dan kecelakaan menjadi sebuah permasalahan utama dalam berlalu lintas apalagi jika sampai merenggut nyawa seseorang. Salah satu dari penyebab utama kecelakaan lalu lintas adalah karena rendahnya kesadaran dalam berlalu lintas yang dipicu dari pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh pengemudi atau human error.
Baca Lainnya :
- Onderdil YSP Dukung Hit & Eat Kodam Jaya, 2.300 Paket Dibagikan kepada Ojol.
- Mang Jemy Maju Pilkades Burujul Wetan, Bawa Misi Desa Sejahtera
- Menhan Sjafrie Cek Yonif TP 338 di Majalengka, Prajurit Diminta Siap
- KNPI Majalengka Buka 2.789 Lowongan, 2.500 Pencari Kerja Bergerak
- Bupati Eman Gebrak Ronda Majalengka, Desa Aktif Bakal Diganjar Hadiah
“Untuk mengurangi angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas kunci utama, yang harus dilakukan adalah dengan meningkatkan kesadaran berlalu lintas yang baik di masyarakat. Salah satu bentuk kepedulian Polda Metro Jaya beserta jajaran dan instansi terkait dalam mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan melaksanakan kegiatan operasi Kepolisian Keselamatan Jaya tahun 2024 yang akan berlangsung selama 14 hari dari tanggal 4 Maret sampai 17 Maret 2024, dengan melibatkan sebanyak 2.939 personil yang terdiri dari 2.659 personil Polri, 80 personil TNI, 30 personil Dinas Perhubungan dan 30 personil dari Satpol-PP,” rinci Brigjen Pol Suyudi.
Selanjutnya Suyudi mengatakan Operasi Keselamatan Jaya 2024 ini merupakan jenis operasi Harkamtibmas di bidang lalu lintas yang mengedepankan kegiatan edukatif, persuasif dan humanis yang didukung dengan penegakkan hukum secara elektronik baik statis maupun mobile dan teguran simpatik dalam rangka mewujudkan Kamselticarlantas yang bertujuan guna meraih simpati masyarakat menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas serta meningkatkan disiplin dalam berlalu lintas di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
“Kegiatan ini juga sekaligus sebagai bentuk upaya menciptakan kondisi Kamsetibcarlantas menjelang bulan suci Ramadan 1445 Hijriyah sehingga diharapkan masyarakat dapat lebih siap dan disiplin dalam berlalu lintas serta angka kecelakaan pada bulan Ramadan dapat berkurang," ujarnya.
Lebih lanjut Suyudi mengatakan, kegiatan operasi keselamatan Jaya 2024 ini mengedepankan upaya-upaya edukasi, preemtif, preventif, dan juga penegak hukum dengan cara mengoptimalkan e-TLE atau tilang secara elektronik, dan juga secara manual dengan 11 sasaran, diantaranya yaitu melawan arus, pengguna alkohol pada saat mengendara, tidak menggunakan seat belt (sabuk pengaman), tidak menggunaan helm, pengguna sirine strobo yang secara liar, overload over dimensi (ODOL) dan juga beberapa pelanggaran lainnya.
"Kami mohon dukungan dari segenap masyarakat khususnya di Jakarta agar dapat menghargai petugas kami di lapangan, dapat bekerja sama dan berharap kegiatan ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat terutama dalam hal berlalu lintas," pungkasnya.(*/Anton)





.jpg)







