- Sinergi Tegakkan Keamanan, Babinsa Gandeng Komduk Patroli Malam.
- Menkop Tekankan Percepatan Reforma Agraria Berbasis Koperasi
- Menteri Maman Ajak Mahasiswa Jadi Problem Solver, Bukan Sekadar Pencari Kerja
- Kartu Huma Betang Sejahtera Diserahkan, Pemprov dan Pemkab Perkuat Perlindungan Masyarakat
- Wagub Kalteng Serahkan Bantuan Pangan untuk Warga Terdampak Karhutla di Barito Utara
- Tak Hanya Beri Kepastian Hukum, Sertipikasi Rumah Ibadah Tegaskan Eksistensi Jemaat Gereja.
- Layanan Pengukuran Terjadwal, Masyarakat Dapatkan Kepastian Waktu Ukur Tanah dengan Cepat.
- Waspada Bencana Hidrometeorologi, Sachrudin Minta Aparat Wilayah Lebih Sigap.
- Maulid Nabi Jadi Momentum Sinergi Ulama dan Umaro, Sachrudin: Bangun Kota dengan Kepedulian.
- Pimpin Upacara Peringatan Harhubnas 2026, Bupati Tangerang Tandaskan Keselamatan Transportasi Bukan Sekadar Formalitas.
Ogah Komentari Dugaan Alamat Fiktif, Inspektorat disebut Alami Gejala Awal Kemandulan

MEGAPOLITANPOS.COM Kabupaten Tangerang, - Inspektorat enggan mengomentari dugaan alamat fiktif Sarana Konstruksi Utama yang memenangkan tender senilai 1,2 Milyar pada satuan kerja dinas pendidikan kabupaten Tangerang.
Dihubungi via aplikasi pesan singkatnya Kepala Inspektorat Kabupaten Tangerang Titin Wartini hingga berita ini dilansir belum juga memberikan responnya.
Hal tersebut mengundang reaksi dari Ali Farham Aktifis sekaligus penggiat sosial yang menilai ada kejanggalan dibalik bungkamnya kepala inspektorat kabupaten Tangerang Tini Wartini
Baca Lainnya :
- Sinergi Tegakkan Keamanan, Babinsa Gandeng Komduk Patroli Malam.
- Menkop Tekankan Percepatan Reforma Agraria Berbasis Koperasi
- Menteri Maman Ajak Mahasiswa Jadi Problem Solver, Bukan Sekadar Pencari Kerja
- Kartu Huma Betang Sejahtera Diserahkan, Pemprov dan Pemkab Perkuat Perlindungan Masyarakat
- Wagub Kalteng Serahkan Bantuan Pangan untuk Warga Terdampak Karhutla di Barito Utara
"Kok rada sedikit aneh aja, sekelas inspektorat ngga respon atas dugaan alamat fiktif dari pemenang tender bernilai milyaran," ungkap Farham kepada wartawan Selasa (8/10/2024).
Menurut dia segala informasi yang didapat seharusnya dapat menjadi landasan Inspektorat Kabupaten Tangerang untuk melakukan serangkaian pemeriksaan kembali atau pengecekan data dari berbagai sumber untuk menentukan keakuratan atau validitas dari Sarana Konstruksi Utama yang memenangkan tender tersebut.
"Minimal bisa melakukan pengecekan, kan itu wewenang inspektorat untuk melakukan pemeriksaan, kalau kurang respon begini kan dikhawatirkan akan menimbulkan persepsi negatif atas keberadaan inspektorat," kata Farham.
Masih kata Farham, kurang responsifnya atas temuan masyarakat disebutnya sebagai gejala awal dari mandulnya Inspektorat Kabupaten Tangerang dalam melakukan pencegahan dugaan Maladministrasi yang dikhawatirkan dapat menimbulkan kerugian materiil atau immateril bagi masyarakat khususnya warga SMPN 1 Curug.
"Tentunya ini mencerminkan kegagalan inspektorat dalam memenuhi hak-hak sipil, atau jangan jangan pengaduan masyarakat ini patut diduga hanya dijadikan pintu masuk korupsi kolusi dan nepotisme," kata Farham Menduga.
Agar hal tersebut tidak terjadi, Farham mengaku dalam waktu dekat akan bersurat ke kantor Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten untuk meminta data secara menyeluruh pemenang tender yakni Sarana Konstruksi Utama, perusahaan Pemenang tender proyek pekerjaan rehabilitasi kelas SMPN 1 Curug senilai Rp. 1.252.306.800,00.
"Kalau perlu kita gugat ke Komisi Informasi, intinya mah kalau Inspektorat enggan bergerak kita rakyat yang akan bergerak," ungkap Farham. ** (Red)
















