Breaking News
- Bengkel Wijaya AC Mobil Tunjukkan Profesionalisme Tangani Berbagai Masalah AC Mobil
- Korban KSPSB Desak Negara Hadir, Proses PKPU Gagal dan Hukum Dinilai Mandek
- Respon PUPR Jalan Rusak Kades Kedungbanteng Redakan Emosi Warga Akan Tanam Pohon Pisang
- Satlantas Menyapa Masyarakat, Edukasi Administrasi Kendaraan dan Pelatihan SIM Praktis
- DPRD Minta Perusahaan Tambang Beralih ke Jalan Khusus, Hentikan Hauling di KM 30
- Hauling Batu Bara Dinilai Rusak Jalan, DPRD Barito Utara Panggil Tiga Perusahaan Tambang
- Konfercab GP Ansor Barito Utara, Pemuda Didorong Jadi Motor Pembangunan Daerah
- Bupati Barito Utara Buka Konfercab GP Ansor, Tekankan Penguatan Nilai Kemanusiaan
- Menkop Ferry Optimis Satu Data Indonesia Bakal Percepat Proses Pembangunan Gerai Kopdes Merah Putih
- Pemkab Majalengka dan OJK Dorong Relaksasi KUR, Perbankan Diharap Turut Berkontribusi
Menjelang Lebaran Harga Daging Melonjak Pesat

Keterangan Gambar : Cal Crutchlow
MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Tangerang - Tak hanya Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melonjak naik, harga perdagingan pun ikut melonjak. Kenaikan harga daging ini sudah dari 2 bulan yang lalu. "Pembelian modalnya sekilo 130 ribu, kalau harga jualnya 140 ribu. Tapi untuk daging kerbau lokal sekilonya 130 ribu, impor nya 190 ribu." Ujar Heri selaku penjual daging. Kamis (07/04/22). Banyak tukang daging yang mengeluh karna harga daging naik saat menjelang lebaran. Tak hanya harga daging sapi yang naik, tetapi harga daging kerbau juga melonjak naik karena harga daging kerbau mengikuti harga daging sapi yang sedang naik. Untuk saat ini pemerintah masih mengimpor dari australia. "Kemungkinan lebaran H-2 harga daging semakin naik. Bisa jadi 160 - 180 ribu perkilo." Ucap Ahmad Juhaeni sebagai kepala pasar. Para penjual daging sudah melakukan aksi demo kepada pemerintah agar harga daging menurun. Harga daging bisa melonjak karena memang dari Australia harga daging sudah melonjak naik. Hal tersebut sempat membuat para penjual daging merencanakan aksi mogok selama 5 hari. Harapan dari semua pedagang harga daging bisa turun menjadi harga yang normal seperti tahun kemarin. (Afra Tabitha, Fanisa Aulia, Fiqih Hermawan & Raghil Agustyas)

















