Breaking News
- Lewat Robotika untuk Negeri, PRSI Sasar Sekolah hingga Pesantren
- PRSI Babel Gelar Fun Match Robot Soccer Saat Ngabuburit Komunitas
- Menkop Kunjungi Kantor Agrinas, Bahas Perkembangan Rencana Operasional Kopdes Merah Putih
- Polres Blitar Kota Laksanakan Ramp Check dan Tes Urine Sopir serta Awak Bus di Terminal Patria
- Geger! Kasi Satpol PP Majalengka Ditemukan Tewas Mendadak di Kamar Kos Cigasong
- PRSI Dukung Robotic Competition 2026 di Kupang, Pemkot Beri Dukungan Penuh
- BRI Life Tebar Kebaikan Ramadan Lewat Program Takjil on The Road
- Mudik Lebih Nyaman, Bank Jakarta Siapkan Posko Istirahat hingga Program Mudik Gratis
- Menkop: Kopdes Merah Putih Jadi Ujung Tombak Keadilan Ekonomi dan Solusi Kesejahteraan Desa
- Lantik Pejabat Pengawas dan Fungsional, Wamen Ossy: Ujung Tombak dalam Pelayanan Pertanahan
Membantu Atasi Persoalan HIPPA Dengan Masyarakat Desa Gandungan Gandusari Rahmat Santoso Siapkan Dan

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Mengahadapi musim kemarau di Kabupaten Blitar sumber mata air yang sangat dibutuhkan masyarakat petani menjadi persoalan pelik dan perlu diperhatikan Pemerintah Kabupaten Blitar, untuk mengetahui semua persoalan di daerah sangat dibutuhkan kehadiran Pemerintah dalam mencari jalan keluarnya, seperti yang dialami oleh Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) di tiga Kecamatan seperti Gandusari, Talun, Selopuro dan Kecamatan Wlingi mereka sangat khawatir gagal panen di musim kemarau nanti. Karena ke empat Kecamatan ini ada beberapa desa yang sangat menggantungkan pasokan air untuk lahan pertanian dari hulu Sungai yang terletak di kawasan desa Gadungan, agar semua dapat mengairi area persawahan karena debit air sangat minim. Untuk itu maka Pemerintah Kabupaten Blitar perlu hadir dan mengetahui kondisi yang sebenarnya di lapangan sebelum mengambil arah kebijakan yang harus dijalankan sesuai mekanismenya. Hal ini disampaikan Wakil Bupati Blitar H.Rahmat Santoso, S.H M.H saat menghadiri rapat koordinasi irigasi dengan warga Desa Gadungan pada Senin siang (08/08/22) bertempat di balai pertemuan kantor Kecamatan Gandusari, rapat antara kelompok masyarakat yang tergabung dalam Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) Desa Mronjo Kecamatan Talun dengan warga desa Gadungan Gandusari ini melibatkan dua Kepala Desa masing masing. Selain itu dari Pemerintah dihadiri oleh Kepala Dinas terkait termasuk Kepala Dinas PUPR, pejabat dari Polres Blitar dan Muspika setempat. "Masalah pengairan menjelang musim kemarau ini dengan kesepakatan penggunaan air yang dibuat tahun 1982, ini sudah tidak sesuai lagi dengan kondisi sekarang, irigasi di Desa Gadungan sekarang ini debet airnya juga sudah banyak berkurang, sehingga tidak mungkin dibagikan dengan merata, ayo kita cari solusi dengan berdiskusi nggak usah pakai emosi yaaa,"ungkap Wabup.
Untuk selanjutnya jangka panjang agar debet air dapat di pulihkan kembali, sehingga debet air dapat memenuhi kebutuhan pengairan masih ujar Rahmat, masing masing pihak harus ada kerjasama yang baik, seperti kerja bakti menanam pohon di kawasan sumber mata air yang bisa berfungsi sebagai penahan air saat musim hujan, dan dalam forum bersama telah dicapai kesepakatan, selain itu solusi jangka pendek dengan pembuatan sumur bor dan membuat sudetan dari Sungai besar terdekat seperti Kali Njari, namun saat ini lahan untuk sudetan belum terlaksana karena masih ada kendala. " Langkah selanjutnya untuk kedepanya bisa dibuatkan sumur bor, termasuk sudetan yang sudah kita diskusikan tadi, yang sudah disepakati oleh ahli waris pemilk tanah tadi, sekarang tinggal meneruskan proses administrasinya,"tutur Rahmat Santoso yang juga sebagai Ketua DPP Ikatan Penasihat Hukum Indonesia ini.
Saat ditanya wartawan tentang anggaran untuk pembuatan sumur bor, Wabup Rahmat Santoso menyebut karena masalah anggaran masuk ranah APBD dan itu kewenangannya Bupati dengan TP2ID maka dalam hal ini Wabup hanya bisa menjalankan tugas sesuai tupoksinya, yakni pengawasan dan pembinaan. "Namun karena urgensi saya akan membantu dengan dana keuangan pribadi, kan saya selalu membantu untuk kepentingan masyarakat tidak menggunakan APBD to. Ayo kita bersama sama menghimpun dana termasuk mengumpulkan Pokir dewan, nah kurangnya berapa nah kekurangan itu nanti akan saya cukupi begitu loo,"jelasnya
Dilain sisi Kepala Desa Gadungan Dhydit Setya Budi ditemui secara terpisah mengatakan, pihaknya minta persoalan pembagian air jangan warga dan kepala desa di Gadungan yang selalu jadi kambing hitam sebagai warga yang tinggal di hulu sungai. " Persoalanya ini yang harus diketahui oleh petani di hilir sungai, sejak gunung Kelud meletus 2014 itu sangat berdampak banyak pohon terbakar, material akibat letusan membuat sungai dan mata air dangkal, nah ini penyebab utama terjadinya penurunan debet air yang luar biasa, kalau tadi ada permintaan pemerataan pemanfaatan air, kami kurang setuju, karena kebutuhan untuk pengairan
pertanian akan sangat minim, sehingga dampak gagal panen akan dialami oleh semua petani dari hulu sampai hilir dari Desa Gadungan sampai ke hilir nya," paparnya.
Senada dengan Suliadi selaku Ketua LMDH Kecamatan Gandusari pihaknya juga menyebutkan, persoalan kekurangan air yang dihadapi selama ini faktor utamanya adalah kurang berfungsinya ekosistem, Desa Gadungan yang merupakan bagian yang memiliki kawasan hutan lindung sekarang minim tanaman keras yang berfungsi sebagai penahan air, dengan kondisi seperti ini Suliadi mengajak semua pihak termasuk HIPPA di kawasan hilir. " Ayo kita bersama sama berpartisipasi menghijaukan kembali kawasan hutan tersebut untuk mengatasi dilema kekurangan air selama ini, ayo kita menanam pohon di kawasan hutan lindung,"pungkas Suliadi. (za/mp)

















