Breaking News
- Pelebaran Jalan Yetro Sinseng dan Tumenggung Ditargetkan Selesai Desember 2026
- Usung Semangat Sportivitas, Endriansyah Siap Ramaikan Bursa Calon Ketua Umum The Jakmania
- Pembangunan Jalan Daerah di 37 Provinsi Rampung dan Diresmikan Presiden, Total 1.151 Km
- Pak Gembus SPOT Plus Hadir di Tebet, Bukti Inovasi Waralaba Kuliner Indonesia Terus Berkembang
- Pemutihan Denda Pajak Kendaraan di Jakarta Fair 2026 Diminati Pengunjung
- Tangis dan Penantian 75 Tahun: Pemerintah Belanda Akhirnya Minta Maaf kepada Komunitas Maluku
- Bupati Eman Pacu Atlet Majalengka, Target Tembus Juara Porprov 2026
- Wabup Dena Resmikan Al Khalifah, Harapan Baru Pendidikan Majalengka
- RDP PETI Barito Utara Hasilkan Dua Keputusan Penting, WPR Segera Diusulkan
- HUT ke-499 Jakarta, Pramono Tegaskan Kota Global Harus Tetap Berpihak pada Rakyat
MD, Seorang Anak Yatim Piatu Terancam Putus Sekolah

MEGAPOLITANPOS.COM, Kab.Tangerang-MD menjadi anak yatim piatu sebab kedua orangtuanya sudah meninggal dunia. Kemalangan pun belum berhenti sampai di situ. MD juga terancam akan putus sekolah usai lulus dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) karena gagal masuk di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Tigaraksa. MD yang merupakan warga Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang ini pun bingung mengapa dirinya tidak masuk. Padahal, jarak sekolah dengan rumahnya tidak begitu jauh. Ketua RT setempat, Saepul Bahri mengungkapkan bahwa MD termasuk dalam keluarga prasejahtera yang tidak sanggup jika harus sekolah di SMA swasta. Lanjutnya, kondisi ekonomi keluarga yang sulit karena dia hanya tinggal bersama kakak perempuan yang belum bekerja. “Anak itu benar warga kami. Dia juga anak yatim piatu, hanya tinggal bersama kakaknya yang belum bekerja,” ungkapnya saat dihubungi melalui telpon seluler, Minggu, 9 Juli 2022. Ia pun mempertanyakan, mengapa warganya tersebut tidak lolos. Dirinya heran dengan sistem PPDB di sekolah tersebut yang hanya menggagalkan yang menggagalkan warganya tersebut. Salah seorang warga Sodong, Sueb berharap agar MD bisa difasilitasi pendidikannya oleh MAN 1 Tigaraksa, karena seharusnya MD diprioritaskan dengan kondisinya saat ini. Sementara itu, Panitia PPDB MAN 1 Tigaraksa, Dadan mengatakan bahwa dirinya hanya pelaksana di PPDB MAN 1 Tigaraksa, soal anak yatim itu bukan tidak diterima, melainkan tidak Lolos saat mengikuti Tes Akademik dan Non Akademik. “Dia bukan tidak diterima tapi tidak lolos tes,” ujarnya.(HSN)

.jpg)








.jpg)






