Breaking News
- Dari Dapur Nusantara ke Dunia: Tempe RI Resmi Ekspansi ke Chile
- Menkop: Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah, MES Siap Perkuat Sinergi Dengan OJK
- Kasrem 052/Wkr Pimpin Acara Laporan Korps 16 Prajurit Naik Pangkat
- DPRD Apresiasi Gerak Cepat PUPR, Namun Soroti Kualitas
- Halal bi Halal Disdik Majalengka Perkuat Silaturahmi, BAZNAS Sisipkan Gerakan Kepedulian Pelajar
- Ditreskrimsus Polda Metro Bongkar Uang Palsu Pecahan Rp 100 Ribu di Bogor
- BBM RI Paling Murah di ASEAN! Fakta atau Ilusi, Perbandingan Harga RON 95 Picu Perdebatan Panas
- Stabilitas BBM Jadi Prioritas, Wabup Felix Dorong MBSM Maksimal Layani Warga
- Majalengka Ngebut! Groundbreaking KIEM Buka Jalan Ribuan Lapangan Kerja
- Layanan Kesehatan Gratis untuk Nasabah, Pemkab Barito Utara Gandeng BPD Kalteng
M Taufich Akan Panggil Ketua Fraksi Dan Sekertaris PDIP Kabupaten Blitar

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar -M.Taufich Wakil Ketua Bidang Kehormatan dan Kedisiplinannya DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar akan melakukan rapat khusus di tubuh internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, ini dilakukan menyusul santernya hembusan isu yang berkembang di masyarakat bahwa PDI Perjuangan tidak konsisten dengan yang pernah didengungkan sejak awal kekalahan pada Pilkada 2020 kemarin. PDI P sebagai pengusung pasangan Riyanto Marhaenis kalah telak, akhir - akhir ini pihaknya mengamati bahwa greget sebagai Partai oposisi tidak jalan. Agar tidak menjadi fitnah dan tidak ada kasak kusuk bermain dengan partai penguasa, sehingga lupa akan tugas partai, Taufich berencana akan menggelar rapat internal yang intinya akan meminta kejelasan apa yang terjadi di tubuh Partai berlambang Kepala Banteng ini. "Fraksi sebagai pengemban amanat Partai, untuk oposisi seharusnya melaksanakan tugas sebagai kepanjangan tangan partai. Sebagai oposisi, tugasnya adalah mengontrol program visi misi Bupati, mana program yang sudah dan yang belum dilaksanakan atas janji politik selama ini, realisasinya ditunggu rakyat, misalnya janji pendidikan gratis, pembangunan infrastruktur jalan dan penambahan gedung sekolah setingkat SMU, sehingga bila kontrol benar - benar berjalan, maka akan terwujud sebuah sistem pemerintahan yang good and govermant," ucapnya Minggu (20/03/22) disalah satu tempat di Kota Blitar. Selain itu pemanggilan akan dilakukan olehnya karena M.Taufich mempunyai kewenangan sesuai tupoksi kepartaian, maka pada saat rapat nanti pihaknya juga akan menanyakan sejauh mana Ketua Fraksi PDI P yang didalamnya termasuk ada sekertaris DPC menjalankan fungsi tugas - tugas partai. "Sebenarnya ada apa fungsi kontrol sebagai partai oposisi tidak bekerja maksimal, ini ada apa, padahal ketua DPC PDI P Kabupaten Blitar sebagai pejabat sementara, pak Wisnu yang juga sebagai DPD PDI P Jatim kritik konstruktif juga pernah disampaikan, dan itu tidak apa - apa," tandasnya. Taufik yang juga pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Blitar dimasanya juga mengaku terkejut begitu mendengar kabar saat Fraksi PDI P membacakan pandangan umun inisiatif Dewan, juru bicara Fraksi diakhir penyampaiannya tak biasanya mengucapkan slogan yang sudah menjadi trademark yang sering terucap pihak lain, Taufich mengaku heran. "Saya ini juga orang NU, saya sangat senang sekali dengan kalimat seperti Baldatun Warobun Toyibatun Ghofur contohnya, atau bila ada kalimat maju bersama sejahtera bersama, maka ketika itu tidak biasa diucapkan oleh PDI P ini kan menjadi sangat aneh, begitu loh!, sedangkan kami sudah terbiasa menutupnya dengan salam dan pekik merdeka, kalau ada yang aneh akan menjadi lucu ," gumamnya. Disinggung masalah pilkada serentak 2024 pihaknya juga mengaku khawatir bila mengetahui kondisi yang seperti sekarang, sehingga Taufick yang saat sekarang menjadi Dewan Pendidikan Kabupaten Blitar juga kurang yakin kalau di 2024 PDI P bakal berhasil mendudukan seorang figur Bupati, bila orang orang yang memiliki peranan penting baik ketua fraksi maupun Sekertaris DPC dan yang lainya asik dengan polanya yang sekarang. "Sebagai kader partai otomatis kalau begini terus siapa yang tidak khawatir, apalagi saya sebagai kader Partai yang sudah lama di Partai, Saya juga berfikir lho kok begitu. Saya juga merasa terpanggil untuk menindaklanjuti supaya di 2024 kita tidak kelabakan, dan tidak mengalami seperti tahun kemarin" ujarnya. Menurutnya kalau PDI P menang di parlemen seharusnya PDI P yang menjadi Kepala Daerah, ini bicara tentang Partai. Tetapi kalau bicara untuk rakyat, karena kalau sudah jadi DPR berarti itu sudah sebagai seorang Negarawan, siapapun Bupatinya asal bisa memimpin rakyat ya monggo, kalau terus begitu nanti rakyat jadi korban," pungkasnya. Dilain disisi ketua DPRD Suwito Sare Suwito Saren sendiri juga kepada wartawan di ruang kerjanya terkait visi misi Bupati juga pernah mengakui, bila dua tahun berjalan belum ada gebrakan apapun di Pemkab Blitar. (za/mp)








.jpg)

.jpg)






