- Pendam Jaya Perkuat Sinergi dengan Insan Pers melalui Pembinaan Media Massa.
- Kodam Jaya Gelar Hit & Eat, Berbagi Kebahagiaan Bersama Warga Jakarta.
- Onderdil YSP Dukung Hit & Eat Kodam Jaya, 2.300 Paket Dibagikan kepada Ojol.
- BRI Life Raih Dua Penghargaan Silver di The Best Contact Center Indonesia 2026
- BNI Sahabat Sekolah Rakyat Hadirkan Edukasi dan Inspirasi bagi Siswa di Sulawesi Selatan
- Program Revitalisasi di Blitar Disinyalir Banyak Campur Tangan Siapa Mereka ? .
- Pasangan Suami Istri Resmi Maju Pilkades Kedungbanteng 2026-2031 \"Dua Hati Satu Tujuan\".
- Perkuat Nilai Kejuangan di Momentum HUT TNI ke-81 Pangdam V/ Brawijaya Nyekar ke MBK Apa Pesanya.
- Dari Celengan ke Buku Rekening, Siswa Sekolah Rakyat Belajar Menabung bersama BNI
- DPKPP Majalengka Tegur CV Adibrata Jaya Persada soal Proyek Sumberjaya
Kepala BP2MI Pimpin Pelepasan 345 Pekerja Migran Indonesia Bersama Dirjen Imigrasi dan Auditor HRD Korea Selatan

Keterangan Gambar : Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) kembali melepas sebanyak 345 Pekerja Migran Indonesia (PMI) skema Government to Government (G to G)
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) kembali melepas sebanyak 345 Pekerja Migran Indonesia (PMI) skema Government to Government (G to G) di eL Hotel Kelapa Gading, Jakarta, Senin (4/3/2024).
Pelepasan ratusan PMI itu dipimpin oleh Kepala BP2MI Benny Rhamdani. Turut hadir dan ikut bersama melepas para pahlawan devisa negara kali ini, Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) RI Silmy Karim, Auditor dari Human Resources Development Service of Korea (HRDK), Mr. Lee Sung Geung dan sejumlah pejabat mitra kerja BP2MI.
Dalam sambutannya, Benny memberikan selamat kepada para pekerja migran yang lolos seleksi penempatan PMI program G to G Korea Selatan dan Jerman serta skema Special Placement Program To Taiwan (SP2T).
Baca Lainnya :
- Onderdil YSP Dukung Hit & Eat Kodam Jaya, 2.300 Paket Dibagikan kepada Ojol.
- Jakarta-New York Tukar Pengalaman Atasi Masalah Perkotaan, Jakarta Bond Jadi Sorotan
- Kumpulkan Seluruh Pejabat Administrator Pusat dan Daerah, Sekjen ATR/BPN: Pelayanan Harus Tetap Optimal.
- Temuan Botol Miras dan Dugaan Pungli di Kalijodo, Pramono: Sudah Saya Minta Dibersihkan
- Demi Keselamatan Siswa, DKI Jakarta Berlakukan Pembelajaran Jarak Jauh Mulai Besok
“Kalian terpilih bukan hanya diantara sesama anak bangsa, tetapi kalian terpilih menang bersaing dengan pekerja migran dari negara lain seperti Filipina, India, Kamboja, dan negara Asia Tenggara lainnya. Jadi, kalian bukanlah orang-orang (yang dianggap) remeh,” kata Benny.
Lanjut Benny menuturkan, selama 4 tahun memimpin BP2MI dirinya telah berjuang mengangkat derajat para Pekerja Migran Indonesia, serta memperlakukan mereka selayaknya pahlawan. Benny juga menyebut masih ada permasalahan pekerja migran yang perlu disoroti.
“Masih banyak para pekerja migran Indonesia yang masih melakukan overstay dan menjadi pekerja migran kaburan yang tidak sesuai kontrak awal. Overstay adalah tindakan menetap bekerja di negara penempatan, melebihi waktu yang diizinkan,” ungkapnya.
Direktur Jenderal Imigrasi Kemenkumham RI, Silmy Karim, menyatakan bahwa dirinya sebelum menjadi Dirjen Imigrasi, dirinya menjadi saksi sebagian besar maskapai memang memperlakukan TKI, sebutan bagi pekerja migran Indonesia zaman dahulu, secara tidak adil dan tidak manusiawi.
“Saya hanya bisa marah dalam hati pada saat itu. Tetapi ketika saya dilantik menjadi Dirjen Imigrasi, saya melampiaskan kemarahan saya dengan kebijaksanaan mempermudah dalam pelindungan Pekerja Migran Indonesia, yaitu penghapusan rekomendasi paspor oleh Disnaker, serta paspor 0 rupiah,” ucapnya.
Tentu berbagai perjuangan pelindungan Pekerja Migran Indonesia oleh negara, tidak boleh dinodai dengan tindakan-tindakan tidak terpuji oleh Pekerja Migran Indonesia itu sendiri, seperti overstay.
“Tindakan overstay oleh satu orang saja, dapat menimbulkan stigma buruk di mata dunia internasional, serta menutup kesempatan bagi para Calon Pekerja Migran Indonesia yang akan bekerja kelak. Maka dari itu, berangkatlah dengan berbangga hati, dan jaga nama baik Republik Indonesia,” tutup Silmy.
Sebelumnya Auditor dari Human Resources Development Service of Korea (HRDK), Mr. Lee Sung Geung, juga menyatakan keprihatinannya kepada pekerja migran Indonesia yang melakukan overstay.
“Pekerja migran Indonesia yang melakukan overstay tidak akan mendapat benefit jangka panjang di Korea, mereka justru menutup kesempatan bagi para pekerja migran Indonesia prosedural berikutnya," imbuhnya.
Hal tersebut, tambah Lee, akan merugikan semua pihak. Menurut dia, kerjasama antara Indonesia dan Korea Selatan senantiasa berjalan dengan baik.
"Terlebih kami ingin kerja sama yang baik, terbentuk antara Indonesia dengan Korea Selatan berlangsung terus,” pungkasnya.
“Tidak dipungkiri, pekerja migran Indonesia turut berkontribusi terhadap perekonomian dan industri Korea Selatan. Dari seluruh pekerja migran Indonesia, 19,4 persen melakukan overstay,” bebernya.
Adapun 345 pekerja migran Indonesia yang dilepas dan akan bekerja ke luar negeri, yakni terdiri dari 335 PMI penempatan Korea Selatan, 5 PMI Keperawatan penempatan Jerman, dan 5 PMI skema SP2T Taiwan. ** (Anton)





.jpg)







