- Danantara Tinjau PNM Mojokerto, Perkuat Pemberdayaan 73 Ribu Nasabah Ultra Mikro
- Pemprov DKI Perkuat Pencegahan Kebakaran, APAR Disiapkan di Tiap RW
- Bupati Tegaskan WTP ke-11 Bukan Sekadar Prestasi, tetapi Bukti Tata Kelola Keuangan yang Berorientasi pada Masyarakat
- Pin Garuda Emas PAW Hendi Sang Jurnalis Siap Laksanakan Tugas Partai
- Bupati Barito Utara Tegaskan Komitmen Perkuat PAD dan Efektivitas Belanja Daerah
- Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Usaha Mikro lewat Festival Pelindungan Usaha di Jember
- DPC Hiswana Migas Tangerang Raya Kembali dipimpin Apolo Tampubolon
- Sholat Hajat dan Doa Bersama Warnai Syukuran HUT ke-55 Bupati Barito Utara
- Bupati Shalahuddin Dorong ASN Bekerja Cepat, Tepat dan Berprestasi
- Bupati Barito Utara Pimpin Apel Gabungan dan Peringatan Hari Koperasi ke-79, Tekankan Peran Koperasi sebagai Penggerak Ekonomi Rakyat
Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Usaha Mikro lewat Festival Pelindungan Usaha di Jember

Keterangan Gambar : Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Riza Damanik.
MEGAPOLITANPOS.COM, Jember, Jawa Timur – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus memperkuat komitmennya membangun ekosistem usaha yang kondusif bagi pengusaha mikro melalui perluasan akses pembiayaan, penguatan pendampingan, serta pembukaan akses pasar yang lebih luas.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Festival ini menjadi wadah layanan terpadu yang mengintegrasikan berbagai kebutuhan pengusaha mikro agar mampu tumbuh, berkembang, dan berkelanjutan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Usaha Mikro yang juga menjabat Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Riza Damanik, menegaskan bahwa pemberdayaan usaha mikro tidak dapat dilakukan secara parsial. Menurutnya, akses pembiayaan harus berjalan seiring dengan perluasan akses pasar agar UMKM memiliki kemampuan untuk berkembang secara berkelanjutan.
Baca Lainnya :
- Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Usaha Mikro lewat Festival Pelindungan Usaha di Jember
- Jairi Anggota DPRD Jatim Motifasi Pendamping PKH Kembangkan Industri Kreatif
- Melalui WIBAWA Grow Day 2026, Kementerian UMKM Perkuat Kapasitas Wirausaha Muda
- Apresiasi Penggerak Ekonomi Digital, Menteri UMKM Ajak Ojol Nobar Final Piala Dunia 2026
- Wamen UMKM Tinjau PLUT KUMKM Kulon Progo, Perkuat Pendampingan Wirausaha
"Pemerintah ingin membangun ekosistem usaha yang sehat. Memberikan akses pembiayaan tanpa diikuti akses pasar justru berpotensi menjadi beban bagi pengusaha karena produk yang dihasilkan tidak terserap. Sebaliknya, ketika permintaan pasar meningkat tetapi UMKM kesulitan memperoleh modal, peluang tersebut juga tidak dapat dimanfaatkan secara optimal. Karena itu, kedua aspek ini harus dihadirkan secara bersamaan," ujar Riza Damanik dalam Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro di Jember, Selasa (21/7).
Riza menegaskan, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto serta Menteri UMKM Maman Abdurrahman dan Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza, pemberdayaan UMKM tidak lagi dilakukan secara sektoral, melainkan melalui pendekatan ekosistem yang menghubungkan seluruh kebutuhan UMKM, mulai dari legalitas, pembiayaan, pendampingan, hingga perluasan akses pasar.
Menurutnya, Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro merupakan implementasi nyata dari pendekatan tersebut. Pada 2026, festival diselenggarakan di 10 provinsi, dengan Jawa Timur menjadi salah satu daerah pelaksana dan Kabupaten Jember sebagai tuan rumah.
"Festival ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus upaya pemerintah menghadirkan kemudahan dan pelindungan bagi usaha mikro agar semakin tumbuh, berkembang, dan produktif," katanya.
Riza juga menyampaikan bahwa dukungan pembiayaan bagi UMKM terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga Juli 2026, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara nasional telah mencapai lebih dari Rp160 triliun atau lebih dari separuh target penyaluran sebesar Rp290 triliun pada tahun ini.
Provinsi Jawa Timur menjadi salah satu daerah dengan realisasi penyaluran KUR terbesar di Indonesia. Hingga Juli 2026, penyaluran KUR di provinsi tersebut telah melampaui Rp27 triliun kepada lebih dari 470 ribu UMKM.
Sementara itu, di Kabupaten Jember, penyaluran KUR telah menembus lebih dari Rp1 triliun kepada lebih dari 20 ribu UMKM. Sebanyak 69 persen pembiayaan tersebut disalurkan ke sektor produksi, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang berada pada kisaran 65 persen.
"Penyaluran pembiayaan ke sektor produksi memberikan dampak yang lebih besar karena mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah ekonomi, sekaligus memperkuat sektor-sektor unggulan daerah. Di Jember, pembiayaan yang dominan mengalir ke sektor pertanian akan memperkuat ekonomi daerah sekaligus mendukung program prioritas nasional menuju swasembada pangan," jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Jember sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro.
"Festival ini akan sangat membantu usaha mikro melalui berbagai layanan, mulai dari fasilitasi perizinan, akses permodalan, hingga pendampingan usaha. Pemerintah Kabupaten Jember akan terus bersinergi dengan Kementerian UMKM untuk memberikan perhatian yang lebih besar kepada usaha mikro agar mampu tumbuh dan naik kelas," ujar Fawait.
Melalui Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro, Kementerian UMKM menghadirkan beragam layanan konsultasi dan pendampingan, meliputi legalitas usaha, akses pembiayaan, pengembangan kapasitas usaha, hingga konsultasi bisnis. Seluruh layanan tersebut dirancang untuk memudahkan pengusaha mikro memperoleh dukungan yang dibutuhkan dalam mengembangkan usahanya.
Festival juga diramaikan dengan bazar produk unggulan Kabupaten Jember sebagai sarana memperluas akses pasar sekaligus memperkenalkan produk-produk terbaik daerah kepada masyarakat.
Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga keuangan, serta berbagai pemangku kepentingan, Kementerian UMKM terus mendorong terwujudnya ekosistem usaha mikro yang semakin inklusif, produktif, berdaya saing, dan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.(AS/MP).
















