Breaking News
- Mulai 31 Agustus, Pemkot Jaktim Larang PKL Berjualan di Trotoar Jalan Raya Bogor Kramat Jati
- Semarak HUT RI Ke-81, PAUD Melati 08 Kalibata Gelar Aneka Lomba
- Karang Taruna RW 09 Kalibata Gelar Pesta Kemerdekaan Meriah pada 29 Agustus 2026
- Bupati Shalahuddin Tinjau Rumah Lanting di Sungai Barito yang Terdampak Surut
- Sebanyak 329 Rumah Tidak Layak Huni di Tangsel Tuntas Dibedah, Pondok Aren Terbanyak
- Kemenhub: Transportasi di Kalimantan Tetap Beroperasi di Tengah Karhutla.
- Polres Majalengka Kedepankan Langkah Preventif Tekan Knalpot Brong
- Gulkarmat Jakut Gencarkan Edukasi Cegah Kebakaran di Tengah Perayaan HUT ke-81 RI
- Lomba Kreasi Layang - Layang Ajarkan Generasi Muda Produktif dan Lebih Berkegiatan Positif
- Drakor di Tambang Batubara: Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban, Mafia Legal Formal,.
Keluhan Pedagang Kaki Lima Akibat Kenaikan Harga Minyak Goreng

MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Tangerang - Kenaikan harga minyak di Indonesia sejak November 2021 hingga saat ini, Senin, (21/3/2022), mempengaruhi banyak pelaku usaha kuliner di berbagai tempat. Kenaikan harga minyak karena kelangkaan ini memberikan dampak yang besar bagi pelaku usaha kuliner, mulai dari rumah makan hingga pedagang kaki lima. Ida salah satu pedagang kaki lima yang sudah 20 tahun berdagang gorengan di daerah Cipondoh, Kota Tangerang juga merasakan dampak dari kenaikan harga minyak ini. "Pas minyak naik gorengan juga naik, dulu 1000 sekarang kalau satu 1500," ucapnya. Dikarenakan ikutnya kenaikan harga jual gorengan, Ida mengalami banyak kerugian. "Gak ada keuntungan, kadang-kadang modal juga sampai ga ketutup," ucap Ida. "Pelanggan berkurang banget, malah kadang kita banyakin nombok, buat cari minyak aja udah susah banget, kalaupun ada harganya mahal banget," tambahnya. Ida berharap agar kondisi bahan pangan seperti minyak goreng bisa kembali normal lagi. "Pengennya minyak turun, biar kita yang usaha bisa mendingan", harap Ida.(Kinanti Kayla/Ananda Fiky/mg/mp)

















