Breaking News
- Dari Dapur Nusantara ke Dunia: Tempe RI Resmi Ekspansi ke Chile
- Menkop: Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah, MES Siap Perkuat Sinergi Dengan OJK
- Kasrem 052/Wkr Pimpin Acara Laporan Korps 16 Prajurit Naik Pangkat
- DPRD Apresiasi Gerak Cepat PUPR, Namun Soroti Kualitas
- Halal bi Halal Disdik Majalengka Perkuat Silaturahmi, BAZNAS Sisipkan Gerakan Kepedulian Pelajar
- Ditreskrimsus Polda Metro Bongkar Uang Palsu Pecahan Rp 100 Ribu di Bogor
- BBM RI Paling Murah di ASEAN! Fakta atau Ilusi, Perbandingan Harga RON 95 Picu Perdebatan Panas
- Stabilitas BBM Jadi Prioritas, Wabup Felix Dorong MBSM Maksimal Layani Warga
- Majalengka Ngebut! Groundbreaking KIEM Buka Jalan Ribuan Lapangan Kerja
- Layanan Kesehatan Gratis untuk Nasabah, Pemkab Barito Utara Gandeng BPD Kalteng
Keluhan Pedagang Kaki Lima Akibat Kenaikan Harga Minyak Goreng

MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Tangerang - Kenaikan harga minyak di Indonesia sejak November 2021 hingga saat ini, Senin, (21/3/2022), mempengaruhi banyak pelaku usaha kuliner di berbagai tempat. Kenaikan harga minyak karena kelangkaan ini memberikan dampak yang besar bagi pelaku usaha kuliner, mulai dari rumah makan hingga pedagang kaki lima. Ida salah satu pedagang kaki lima yang sudah 20 tahun berdagang gorengan di daerah Cipondoh, Kota Tangerang juga merasakan dampak dari kenaikan harga minyak ini. "Pas minyak naik gorengan juga naik, dulu 1000 sekarang kalau satu 1500," ucapnya. Dikarenakan ikutnya kenaikan harga jual gorengan, Ida mengalami banyak kerugian. "Gak ada keuntungan, kadang-kadang modal juga sampai ga ketutup," ucap Ida. "Pelanggan berkurang banget, malah kadang kita banyakin nombok, buat cari minyak aja udah susah banget, kalaupun ada harganya mahal banget," tambahnya. Ida berharap agar kondisi bahan pangan seperti minyak goreng bisa kembali normal lagi. "Pengennya minyak turun, biar kita yang usaha bisa mendingan", harap Ida.(Kinanti Kayla/Ananda Fiky/mg/mp)








.jpg)

.jpg)






