Breaking News
- Pemutihan Denda Pajak Kendaraan di Jakarta Fair 2026 Diminati Pengunjung
- Tangis dan Penantian 75 Tahun: Pemerintah Belanda Akhirnya Minta Maaf kepada Komunitas Maluku
- Bupati Eman Pacu Atlet Majalengka, Target Tembus Juara Porprov 2026
- Wabup Dena Resmikan Al Khalifah, Harapan Baru Pendidikan Majalengka
- RDP PETI Barito Utara Hasilkan Dua Keputusan Penting, WPR Segera Diusulkan
- HUT ke-499 Jakarta, Pramono Tegaskan Kota Global Harus Tetap Berpihak pada Rakyat
- Lebih dari Seabad Berdiri, Sekolah Panggung di Malabar Simpan Sejarah Pendidikan Bangsa
- Ghost Buzzer Bidik 300 Ribu Penonton, Hadir di XXI dan Netflix
- Sambut HUT ke-499 Jakarta, Pemprov DKI Sebut Jakarta Fair Jadi Simbol Kolaborasi dan Kemajuan Kota
- Kapolres Majalengka Taklukkan Ciremai, Kibarkan Merah Putih Raksasa
Keluhan Pedagang Kaki Lima Akibat Kenaikan Harga Minyak Goreng

MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Tangerang - Kenaikan harga minyak di Indonesia sejak November 2021 hingga saat ini, Senin, (21/3/2022), mempengaruhi banyak pelaku usaha kuliner di berbagai tempat. Kenaikan harga minyak karena kelangkaan ini memberikan dampak yang besar bagi pelaku usaha kuliner, mulai dari rumah makan hingga pedagang kaki lima. Ida salah satu pedagang kaki lima yang sudah 20 tahun berdagang gorengan di daerah Cipondoh, Kota Tangerang juga merasakan dampak dari kenaikan harga minyak ini. "Pas minyak naik gorengan juga naik, dulu 1000 sekarang kalau satu 1500," ucapnya. Dikarenakan ikutnya kenaikan harga jual gorengan, Ida mengalami banyak kerugian. "Gak ada keuntungan, kadang-kadang modal juga sampai ga ketutup," ucap Ida. "Pelanggan berkurang banget, malah kadang kita banyakin nombok, buat cari minyak aja udah susah banget, kalaupun ada harganya mahal banget," tambahnya. Ida berharap agar kondisi bahan pangan seperti minyak goreng bisa kembali normal lagi. "Pengennya minyak turun, biar kita yang usaha bisa mendingan", harap Ida.(Kinanti Kayla/Ananda Fiky/mg/mp)








.jpg)








