- Pesan Megawati Kepada Generasi Muda Dalam Bulan Bung Karno
- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Semakin Semarak dengan Pertunjukan Barongsai Berkelas Dunia
- BNI Apresiasi Prestasi Alwi Farhan di Australia Open 2026, Pembinaan PBSI Dinilai Berhasil
- Jaga Stabilitas Keamanan Koramil 06/ Cbd dan Koramil 09/Setu Patroli Malam
- Berikan Pengarahan di Kantah Kota Samarinda, Wamen Ossy: ATR/BPN Harus Jadi Solusi Atas Pembangunan di Kalimantan Timur
- Jadi Pembicara di Akademi Politik UMJ, Wamen ATR/Waka BPN: Pertanahan Berperan Strategis dalam Mendukung Asta Cita Presiden
- Sambut Kedatangan Megawati di Bulan Bung Karno Sebagai Loyalitas Kader Partai
- Ormas Laskar Blitar Serukan Rakyat Tetap Mendukung Program MBG dan KDMP
- DPRD Barito Utara Dorong Peningkatan Fasilitas dan Pelayanan Jamaah Haji
- Pemkab Barito Utara Sambut Kepulangan Jamaah Haji, Harapkan Menjadi Teladan di Masyarakat
Kaskogartap 1/Jakarta Brigjen Rano Tilaar Sebut Tugas Garnisun Menciptakan Harmonisasi antara Masyarakat Sipil dan Prajurit TNI

Keterangan Gambar : Kaskogartap 1/Jakarta Brigjen Rano Tilaar saat melakukan foto bersama dengan anggota Subgar 0502 Jakarta Utara dan Subgar 0504 Jakarta Selatan.
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Kepala Staf Komando Garnisun Tetap (Kaskogartap) 1/Jakarta, Brigjen Rano Tilaar menyebut, salah satu tugas Garnisun yakni menciptakan harmonisasi antara masyarakat sipil dan prajurit TNI, terutama dalam semangat menegakkan aturan hukum.
"Jadi salah satu tugas Garnisun kalau saya simpulkan adalah menciptakan harmonisasi antara masyarakat sipil dengan prajurit TNI. Dan harmonisasi ini tidak akan mungkin terwujud apabila (keduanya) sama-sama tidak patuh terhadap aturan perundang-undangan yang berlaku," ujar Brigjen Rano saat memberikan paparan dan arahan kepada anggota Subgar Jakarta Utara, bertempat di Makodim 0502/JU, Selasa (13/12/2022).
Menurut Rano, meski penerapan aturan hukum berbeda, namun masyarakat sipil dan prajurit TNI tetap menghormati serta menempatkan hukum sebagai panglima tertinggi.
Baca Lainnya :
- Pesan Megawati Kepada Generasi Muda Dalam Bulan Bung Karno
- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Semakin Semarak dengan Pertunjukan Barongsai Berkelas Dunia
- BNI Apresiasi Prestasi Alwi Farhan di Australia Open 2026, Pembinaan PBSI Dinilai Berhasil
- Jaga Stabilitas Keamanan Koramil 06/ Cbd dan Koramil 09/Setu Patroli Malam
- Berikan Pengarahan di Kantah Kota Samarinda, Wamen Ossy: ATR/BPN Harus Jadi Solusi Atas Pembangunan di Kalimantan Timur
"Walaupun masyarakat sipil (penindakan) berlaku KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana) umum dan oditur TNI menggunakan KUHP militer, tetapi mereka harus menganggap hukum itu sebagai panglima tertinggi," lugas Jenderal bintang satu ini.
Adapun kegiatan paparan Kaskogartap itu, turut dihadiri oleh Dandim 0502/JU Kolonel Inf. Frega Wenas Inkiriwang dan Kasubgar Jakarta Utara, Mayor Laut (PM) Billy Ranggamalela.
Kegiatan selanjutnya, Kaskogartap mengunjungi Subgar Jakarta Selatan. Kedatangan Kaskogartap disambut hangat oleh KaSubkogartap 0504/JS, Mayor Mar. Samsul Arifin dan personel Subgartap 0504/Jakarta Selatan.
Untuk diketahui, Gartap I/Jakarta merupakan organisasi militer di bawah Mabes TNI yang memiliki tugas pokok menegakkan hukum, disiplin dan tata tertib prajurit TNI dan PNS TNI di wilayah Jakarta serta wilayah penyangganya.
Disampaikan Brigjen Rano Tilaar bahwa Garnisun sendiri dalam rangka memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat, secara eksternal adalah dalam rangka mengamankan komunitas masyarakat yang dilakukan oleh para tentara dari Matra Darat, Laut dan Udara.
Pada prinsipnya, lanjut Brigjen Rano, organisasi Satkowil (Satuan Komando Kewilayahan) dan organisasi Garnisun memiliki tujuan yang sama, yaitu menciptakan citra positif organisasi militer di dalam hati masyarakat sipil, dengan menciptakan hubungan yang harmonis antara sipil-militer.
Sedangkan skema penegakkan hukum di dalam militer, prajurit TNI yang melanggar akan diproses oleh Garnisun dan dilakukan penyelidikan dan penyidikan di Polisi Militer serta tahapan oditurat militer dan disidangkan khusus di Pengadilan Militer.
"Pembinaan teritorial tidak akan terwujud apabila di wilayah tersebut banyak oknum prajurit yang bertingkah buruk," tandasnya.(*)
















