- Hadiri Talkshow Perlindungan Anak, Ketua DPRD Kota Bogor Dorong Sinergi Menuju Indonesia Emas 2045
- Anggaran BPJS Kota Bogor Tak Ditambah, Dedi Khawatir Banyak BPJS Warga ang Nonaktif
- Pengeroyokan Brutal di Majalengka, 4 Orang Diamankan, 3 Diburu
- Film \'People Pleaser\' Si Paling Gak Enakan, Siap Tayang 19 November
- Hadir di Tengah Warga, Babinsa Koramil Perkuat Keamanan, Kebersamaan Lewat Patroli Malam.
- Mendagri dan Mentan Teken SEB, Guna Sukseskan Swasembada Pangan
- Brigjen Aries Syahbudin Resmi Menjabat Kepala Korlantas Polri
- Harga Cabai Bikin Dapur Tertekan, Bupati Majalengka Ajak Warga Menanam
- Koramil Pondok Aren Salurkan 50 Paket Sembako untuk Warga.
- Dandim 0506/Tgr Hadiri Pelantikan Ketua DPRD Kota Tangerang.
Karo Humas dan Protokol: Narasi Positif Kementerian ATR/BPN Harus Tumbuh dari Pengalaman Masyarakat
Kementerian ATR/BPN Harus Tumbuh dari Pengalaman Masyarakat

Keterangan Gambar : Karo Humas dan Protokol: Narasi Positif Kementerian ATR/BPN
Megapolitanpos.com - Yogyakarta - Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) dan Protokol Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Shamy Ardian, menegaskan bahwa penguatan citra institusi tidak dapat bertumpu semata pada strategi komunikasi formal, melainkan harus dibangun dari pengalaman nyata masyarakat sebagai penerima layanan. Narasi positif yang lahir secara alami dari kepuasan publik dinilai jauh lebih kuat dan berkelanjutan.
“Strategi komunikasi yang paling baik itu bukan afirmasi dari kita sebagai pemberi layanan, tetapi bagaimana penerima layanan menceritakan kebaikan yang mereka rasakan kepada orang-orang di sekitarnya. Cerita dari masyarakat jauh lebih penting dibandingkan narasi yang kita bangun sendiri,” ujar Shamy Ardian, dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Sekretariat Jenderal Kementerian ATR/BPN, di Kota Yogyakarta, Selasa (23/12/2025).
Shamy Ardian mengungkapkan, berdasarkan pemantauan interaksi di media sosial, respons publik terhadap konten kementerian masih didominasi sentimen negatif. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tantangan komunikasi tidak dapat diselesaikan hanya melalui pengelolaan isu di tingkat pusat. Dalam hal itu, Biro Humas dan Protokol di pusat memiliki peran strategis untuk merumuskan pendekatan komunikasi dan mengelola dampak pemberitaan. Namun, pembentukan citra kementerian pada akhirnya sangat ditentukan oleh kualitas pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat di daerah.
Baca Lainnya :
- Hadiri Talkshow Perlindungan Anak, Ketua DPRD Kota Bogor Dorong Sinergi Menuju Indonesia Emas 2045
- Anggaran BPJS Kota Bogor Tak Ditambah, Dedi Khawatir Banyak BPJS Warga ang Nonaktif
- Pengeroyokan Brutal di Majalengka, 4 Orang Diamankan, 3 Diburu
- Hadir di Tengah Warga, Babinsa Koramil Perkuat Keamanan, Kebersamaan Lewat Patroli Malam.
- Harga Cabai Bikin Dapur Tertekan, Bupati Majalengka Ajak Warga Menanam
Oleh karena itu, di hadapan jajaran Sekretariat Jenderal dan para Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah BPN dari penjuru Indonesia yang hadir mengikuti Rakernis ini, Shamy Ardian menekankan pentingnya perubahan nyata dalam pola dan kualitas pelayanan publik. Perbaikan layanan diyakini akan secara otomatis melahirkan testimoni positif yang menyebar secara organik di tengah masyarakat.
Ke depannya, Biro Humas dan Protokol akan terus mendukung kebijakan dengan memperkuat koordinasi pusat dan daerah dalam pengelolaan komunikasi publik dan media sosial. Upaya tersebut diarahkan untuk memastikan bahwa informasi yang disampaikan selaras dengan kenyataan layanan di lapangan.
“Ketika pelayanan benar-benar dirasakan baik oleh masyarakat, citra kementerian akan terbentuk dengan sendirinya. Inilah narasi positif yang paling kuat dan paling dipercaya publik,” pungkas Shamy Ardian.
Dalam Rakernis yang berlangsung sejak 22-24 Desember ini, para Kepala Biro di lingkungan Sekretariat Jenderal menyampaikan paparan dan arahan sesuai kewenangan masing-masing. Turut hadir mengikuti Rakernis, sejumlah Staf Ahli serta Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Kementerian ATRBPN.















