Breaking News
- Bioskop Mini Jak Cinema Hadir di Rusun Pasar Rumput, Warga Bisa Nonton Film Indonesia Mulai Rp15 Ribu
- Kepala Desa Sumberjo Ajarkan Generasi Muda Produktif Kreatif Apa Kiatnya
- PSHT Cabang Kota Blitar Pusat Madiun Boyong 19 Medali di Kejurnas SH Terate UIN Satu Cup IV
- Mulai 31 Agustus, Pemkot Jaktim Larang PKL Berjualan di Trotoar Jalan Raya Bogor Kramat Jati
- Semarak HUT RI Ke-81, PAUD Melati 08 Kalibata Gelar Aneka Lomba
- Karang Taruna RW 09 Kalibata Gelar Pesta Kemerdekaan Meriah pada 29 Agustus 2026
- Bupati Shalahuddin Tinjau Rumah Lanting di Sungai Barito yang Terdampak Surut
- Sebanyak 329 Rumah Tidak Layak Huni di Tangsel Tuntas Dibedah, Pondok Aren Terbanyak
- Kemenhub: Transportasi di Kalimantan Tetap Beroperasi di Tengah Karhutla.
- Polres Majalengka Kedepankan Langkah Preventif Tekan Knalpot Brong
Kadistapa Apresiasi Inovasi Gapoktan Minggirsari Produksi Pupuk Organik Mandiri

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar- Saat sulitnya petani mendapatkan pupuk bersubsidi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), bisa memanfaatkan segala potensi dan kemampuan yang ada untuk berinovasi, dengan sedikit merubah pola pikir untuk menciptakan. Seperti yang selama ini dilakukan oleh Gapoktan di desa Minggirsari Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar, dengan membuat pupuk organik, hal ini diungkapkan kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Blitar Ir. wawan Widianto dalam acara Sarasehan yang digelar balai Gapoktan desa Minggirsari pada Kamis (24/03/22). Acara ini mengundang pimpinan DPRD, Muspika, Kepala Desa se Kecamatan Kanigoro. "Memang terkait pupuk organik ini adalah untuk mendorong agar petani ini berubah mindsetnya, dari pertanian konvensional yang selalu menggunakan pupuk berbahan kimia, kedepan agar menjadi petani milenial dan segera berubah ke pupuk organik seperti yang dilakukan petani di Desa Minggirsari, dan sekitarnya,” ucap Wawan.
Bahkan dari hasil pemikiran petani Desa Minggirsari yang telah bisa memproduksi pupuk cair lengkap Nutripos, merupakan hasil yang dilakukan untuk pembuatan saprodi untuk pembuatan pupuk organic yang berbahan baku sangat ramah lingkungan, yang dulu tanahnya sudah tidak subur, dengan menggunakan pupuk organic, Wawan berkeyakinan tanah pertanian akan menjadi subur kembali.
“Selain pupuk organik kembali bisa menyuburkan sawah, pupuk organik ini juga akan mengurangi hama penyakit. Dan yang paling penting nantinya hasil pertaniannya juga menjadi sehat tidak banyak penyakit,” jelasnya.
Untuk itu masih kata Kadispertapa Kabupaten Blitar, karena kedepanya hasil pertanian itu sehat dan tidak mudah terserang hama penyakit, maka Pemerintah Kabupaten Blitar, terus mendorong agar upaya masyarakat Desa Minggirsari ini lebih besar dan berkembang, karena pupuk organik ini masih dalam tarap uji coba dan hasilnya sudah dibuktikan oleh petani itu sendiri, serta petani selalu mendapat untung, maka pemerintah akan membantu untuk mengurus perijinannya.
“Nanti kalau harus dilegalkan menjadi produk yang memiliki hak paten, nanti Pemerintah Kabupaten Blitar akan membantu mengurus perijinannya, karena ini masih dipergunakan sendiri tadi seperti yang di ungkapkan Kapolsek Kanigoro AKP Tri Wahyudi maka itu tidak apa-apa, tapi kalau produksinya sudah beredar keluar maka sarannya agar segera mengurus perijinan,” imbuhnya.
Selain itu Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan sangat mengapresiasi adanya pupuk organik yang sudah sangat membantu. Pihaknya juga ingin menjadikan masyarakat petani di Kabupaten Blitar ini semakin pintar. “ kita juga sangat senang petani bisa membuat pupuk sendiri, nah kalau sudah bisa membuat pupuk sendiri kenapa harus membeli pupuk buatan pabrik. Dan sesuai arahan Ketua DPRD tentang Perda Nomor 13 Tahun 2019 Tentang Perlindungan Dan Pemberdayaan Petani, maka kami juga akan mendorong agar segera diterbitkan peraturan Bupati,” pungkasnya . (Adv/kmf/za/mp )

















