- Hingga Juni 2026 Polda Metro Berhasil Ungkap 3.809 Kasus dan Sita 17,45 Ton Narkotika
- LKPM Soroti RTRW Majalengka, Ancaman Nyata bagi Investor
- Ribuan Relawan MBG Tasikmalaya Turun ke Jalan, Tegaskan Dukungan untuk Program Makan Bergizi Gratis
- Jakarta Fair 2026 Hadirkan Berbagai Booth Laptop Best Seller, Keluaran Terbaru, Dapat Voucher Servis Rp550.000
- Bupati Serap Aspirasi dan Perkuat Silaturahmi dengan Masyarakat, Saat Safari Jumat Di Gunung Purei
- Apa Instruksi Bupati Saat Tinjau Jalan Km 30 Menuju Desa Jamut Teweh Timur
- H.Alhadi Ajak Umat Muslim Seimbangkan Waktu Bermedia Digital dengan Membaca Al Qur\'an
- Bank Jakarta Raih Tiga Penghargaan pada 23rd Infobank-MRI Banking Customer Experience Appreciation 2026
- Bupati Majalengka Lantik 4 Pejabat, RSUD dan Investasi Disorot
- Bupati Lantik dr. Egga, RSUD Majalengka Ditarget Lebih Responsif dan Modern
Jembatan Cisoka diduga Mangkrak, Warga Bakal Gugat Muktabar Ke Meja Hijau

Keterangan Gambar : Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten Arlan Marzan ST, MT enggan mengomentari persoalan pembangunan jembatan Cisoka 2
MEGAPOLITANPOS.COM Banten, Cisoka,- Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten Arlan Marzan ST, MT enggan mengomentari persoalan pembangunan jembatan Cisoka 2 yang hingga hari ini rabu (11/1/2023) tak kunjung usai dan mulai meresahkan masyarakat pengguna jalan.
Beberapa kali wartawan mencoba menghubungi via aplikasi pesan singkatnya, Arlan Marzan memilih diam kendati aplikasi pesan singkatnya dalam keadaan Online
Menanggapi hal tersebut, Lukman Nurhakim aktifis sekaligus penggiat sosial, menuding kepala dinas PUPR saat ini kurang tanggap atas persoalan jembatan Cisoka yang diduga mangkrak.
Baca Lainnya :
- LKPM Soroti RTRW Majalengka, Ancaman Nyata bagi Investor
- Bupati Majalengka Lantik 4 Pejabat, RSUD dan Investasi Disorot
- Bupati Lantik dr. Egga, RSUD Majalengka Ditarget Lebih Responsif dan Modern
- Sebanyak 40 Perusahaan Ramaikan Job Fair di Kabupaten Blitar
- Baznas Majalengka Salurkan Bantuan 424 Anak Yatim
"Mungkin beliau sedang tidur, jadi belum sempat baca WA tungguin aja sampe dia bangun dari tidurnya," sindir Lukman kepada wartawan Rabu (11/1/2023).
Aktifis berbadan gempal tersebut berpendapat, kurang responsifnya Arlan Marzan dalam menjawab keresahan masyarakat adalah indikator orang nomor satu didinas teknis tersebut tidak mampu mengemban apa yang menjadi tugasnya.
"Ini agak sedikit aneh, dari 177 hari yang ditargetkan rampung hingga hari ini belum juga selesai, ironisnya lagi itu kepala dinas terkesan enggan memberikan penjelasan terkait persoalan jembatan seharga 4M lebih itu," jelas Lukman.
Bungkamnya Arlan dinilai Lukman sebagai tindakan yang blunder dan tidak bisa diterima akal sehat, pasalnya dengan diamnya kepala PUPR seakan membenarkan dugaan ada permainan antara kontraktor pelaksana, konsultan dan Dinas.
"Kalau dia diam dugaan kita ya mereka bermain dalam proyek itu, atuh ngga bisa dibiarkan kali persoalan ini besar karna menyangkut fasilitas masyarakat yang sampai saat ini belum juga selesai," sambung Lukman.
Ia berharap, kepala DPUPR Provinsi Banten Arlan Marzan ST, MT dapat bertanggung jawab atas kondisi masyarakat yang dirugikan akan pembangunan jembatan yang hingga hari ini tak kunjung usai.
"Kepala PUPR Jangan ngumpet dong, sebagai kepala dinas berani berbuat ya harus berani bertanggung jawab dong atas persoalan ini," jelas Lukman.
Lukman mengaku, jika dalam waktu dekat Arlan Marzan tidak memberikan pernyataan resmi atas dugaan mangkraknya pembangunan jembatan Cisoka 2, dirinya akan mengumpulkan warga untuk melakukan gugatan atas kerugian masyarakat selama pembangunan jembatan tersebut.
"Somasi tentunya akan kita layangkan, kita tunggu aja itikad baik dari kadis, kalau memang dalam beberapa hari kedepan tidak respon tentunya kita akan gugat Muktabar untuk membayar kerugian terhadap warga," pungkasnya.
Untuk diketahui, Proyek pembangunan Jembatan Cisoka yang disebut - sebut bakal rampung dibulan Desember lalu hingga saat ini masih dalam proses pengerjaan.
Berdasarkan pantauan dilokasi pada selasa (10/1/2023) terlihat beberapa pekerja tengah sibuk membuat bekisting beton dan beberapa lainnya memasang pembatas landasan jalan dari batu kali.
Sudarmawan, salahseorang warga Cisoka kepada wartawan mengaku ternganggu dengan pembangunan jembatan yang disebutnya tidak profesional.
"Ini kan sudah banyak korban, kebanyakan pengendara motor karna kalau ujan ini licinnya bukan main, karna lumpur dan tanah merah disekitar pembangunan jembatan ini," kata Sudarmawan.
Sebagai Informasi, proyek bangunan jembatan tersebut pemerintah provinsi Banten melalui dinas pekerjaan umum dan tata ruang menganggarkan Rp. 4.742. 577.000 dari APBD 2022 dengan waktu pelaksanaan 177 hari kerja.
Pada informasinyang tertera proyek tersebut dikerjakan oleh CV. Qausar Surya Gemilang dan PT. Marga Bhuana Jaya yang menjadi Konsultan.(cenks)









.jpg)







