- Peran Aktif Babinsa Patroli Malam, Jadi Tauladan Warga.
- Dandim 0506/Tgr Hadiri Kirab Budaya dan Ruwat Bumi, Pentingnya Menjaga Kerukunan .
- Hasil Pemilihan RW 02 Tirtajaya, Sugianto Menang dan Ajak Warga Tinggalkan Perbedaan
- Bazar Sembako Koperasi Merah Putih Kutajaya Diserbu Warga, Barang Dagangan Ludes Terjual
- Dua Pelajar Majalengka Bikin Gebrakan di PENTAS PAI Jabar 2026
- Lampaui Target, LP2B Capai 87,63% di Momen Peringatan 66 Tahun UUPA.
- Tepat di Momen HANTARU 2026, Implementasi PERINTIS 10 Hari Diperluas hingga ke 95 Kantah.
- Wilayah Aman, Adanya Babinsa Dan Konduk Patroli Malam.
- Indonesia Juara Beregu Putra Asian Games 2026, BNI: Bukti Kerja Keras dan Pembinaan
- Pendam Jaya Perkuat Sinergi dengan Insan Pers melalui Pembinaan Media Massa.
Jari Pena Adukan Permasalahan Di Sekolah Ke DISDIK DKI JAKARTA
KJP, PERUNDUNGAN & KEKERASAN DI SEKOLAH, KOMITE SEKOLAH, DAN PERLINDUNGAN HUKUM UNTUK SISWA

Keterangan Gambar : JARI PENA Mengadukan Permasalahan Di Sekolah Kepada Plt. Kadisdik DKI
Jakarta. Jaringan Relawan Indonesia Untuk Pendidikan Nasional (JARI PENA) pagi tadi, Selasa 10 Oktober 2023 menemui Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) DKI Jakarta untuk melakukan pengaduan terkait permasalahan di sekolah. Permasalah yang diadukan tersebut berasal dari pengaduan warga DKI kepada JARI PENA yang dikompilasi selama satu bulan.
Dipimpin langsung oleh ketua umumnya, Aida Zaskia. Rombongan JARI PENA diterima langsung oleh plt. Kadisdik DKI Jakarta, Purwosusilo.
Dalam pemaparan permasalahan, Aida Zaskia menyampaikan 4 permasalahan yang paling banyak diadukan warga kepada JARI PENA yaitu persoalan Kartu Jakarta Pintar (KJP), persoalan perundungan dan kekerasan di sekolah, persoalan komite sekolah, dan persoalan perlindungan hukum kepada siswa yang tertuduh sebagai pelaku tawuran.
Baca Lainnya :
- BNI Sahabat Sekolah Rakyat Hadirkan Edukasi dan Inspirasi bagi Siswa di Sulawesi Selatan
- Program Revitalisasi di Blitar Disinyalir Banyak Campur Tangan Siapa Mereka ? .
- Dari Celengan ke Buku Rekening, Siswa Sekolah Rakyat Belajar Menabung bersama BNI
- Temuan Botol Miras dan Dugaan Pungli di Kalijodo, Pramono: Sudah Saya Minta Dibersihkan
- Babinsa Cireundeu Hadiri Penilaian Lomba Sekolah Sehat Tingkat Provinsi Banten 2026.
Zaskia, biasa ia dipanggil menyatakan, 4 persoalan tersebut berasal dari pengaduan warga di 5 wilayah DKI Jakarta yang terserap melalui anggota JARI PENA.
"Paling banyak adalah pengaduan terkait KJP, dimana banyak siswa yang diputus KJP nya dengan alasan tidak jelas" ujar Zaskia melalui siaran persnya kepada media malam ini.
Terkait KJP, Zaskia memaparkan banyak tempat pengambilan bahan pangan untuk siswa yang sudah tutup, dan untuk tempat pengambilan bahan pangan yang masih buka orangtua siswa harus antri cukup panjang dengan kuota terbatas. Per hari hanya melayani 50 antrian. Selain itu, bahan pangan yang di dapat oleh siswa pun tidak lengkap.
"Ada saja yang kurang, entah beras, entah susu, entah itu daging. bayangkan sudah antri berjam-jam eh barang yang didapat hanya 2 item" ungkap Zaskia.
Belum lagi, harga peralatan sekolah di toko-toko penerima pembayaran melalui KJP harganya lebih mahal. Ada selisih Rp 2000 - Rp 3000 dengan peralatan sekolah yang dibeli di departemen store, tambah Zaskia.
Zaskia juga menyesalkan terkait pemberkasan daftar ulang KJP, yang menurut dirinya sanbat meberatkan orangtua siswa. Dimana pihak sekolah mewajibkan orangtua untuk menscan berkas dan menyimpannya ke Cakra Padat atau CD serta harus menyertakan materai sebanyak 3 buah.
"Untuk pemberkasan dokumen daftar ulang KJP, orangtua siswa bisa mengeluarkan uang sejumlah Rp 50 - Rp 100 ribu. Jelas ini sangat memberatkan orangtua" tegas Zaskia.
Zaskia juga mengungkapkan bahwa saat ini penerima KJP banyak yang dihapus padahal kondisi ekonominya layak untuk mendapatkan KJP, hal ini terjadi karena tidak validnya data DTKS yang diverifikasi oleh dawis.
Perundungan Dan Kekerasan Masih Marak Di Sekolah














