- Kementerian UMKM Gandeng Bank Sumut Salurkan Banpres bagi UMKM Terdampak Bencana
- Kemenkop Berikan Klarifikasi Terkait Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi.
- Intensifkan Patroli Malam, Babinsa bersama Komduk Sasar Lokasi Rawan.
- Kepala Kantah Kab Tangerang Ikuti Monitoring, Evaluasi dan Pembinaan Kinerja di Lingkungan Kanwil BPN Banten.
- Bedah Masalah, Sachrudin: Bahas Tuntas dan Segera Ditangani.
- HUT ke-31, Tirta Benteng Genjot Pelayanan dan Tawarkan Sambungan Baru Rp237 Ribu.
- Jiham Nur Hadiri Groundbreaking Jembatan Lahei, Dorong Infrastruktur Buka Akses Ekonomi Masyarakat
- Jembatan Lahei Dibangun, Plt Damang Apresiasi, Sebut Jembatan Jadi Kebutuhan Masyarakat
- Titiek Soeharto Dorong Pemerintah Serap Telur Peternak dan Atasi Kelangkaan Jagung
- BNI Perkuat Layanan Digital Emerald dan Private lewat wondr by BNI
Ini Kata Dewas Yeti, Saya Baru Menjabat 1 Tahun Lebih dan Sesuai Tupoksi Kerja Sebagai Pengawas Perumdam TB

Keterangan Gambar : Yeti Rohaeti (Dewas Perumdam TB Kota Tangerang)
MEGAPOLITANPOS.COM Kota Tangerang - Terkait berita media Dewan Pengawas (Dewas) Perumda Tirta Benteng Mandul Dan Diduga Tidak Tegas Dalam Tupoksinya. Membantah adanya dugaan melanggar peraturan daerah (Perda), Selasa (4/6/2024)
Sebelumnya diberitakan di media online edisi Senin (4/6). Berita tersebut tidak benar, lantaran Yeti Rohaeti selama menjabat Dewan Pengawas (Dewas) baru menjabat 1 tahun 2 bulan, bukan 10 tahun.
"Saya baru satu tahun lebih ini dilantik sebagai dewan pengawas Perumda Tirta Benteng" ungkapnya
Baca Lainnya :
- Bedah Masalah, Sachrudin: Bahas Tuntas dan Segera Ditangani.
- HUT ke-31, Tirta Benteng Genjot Pelayanan dan Tawarkan Sambungan Baru Rp237 Ribu.
- Pemkot Tangerang Wisuda 405 Siswa Sekolah Lansia Angkatan Kedua, Dorong Lansia Mandiri dan Berprestasi.
- 77 Ribu Aduan Bansos Menggunung, Dinsos Majalengka Disorot
- Jamaah Haji 2027 Dapat Subsidi Rp 3 Juta, Pelunasan Jadi Rp 23,24 Juta
Sesuai regulasi Peraturan Daerah No. 2 tahun 2021 Tentang Perumdam Tirta Benteng, Bagian Ketiga Paragraf 2 Pasal 28 yaitu jumlah dewan pengawas ditetapkan oleh KPM. Dan ayat 2 menyebutkan jumlah dewan pengawas paling banyak sama dengan jumlah direksi.
"Saat ini jumlah direksi ada 2 orang dan dalam rangka untuk efisiensi dan efektivitas pengawasan dan pembiayaan bagi kepentingan PDAM, tidak menyalahi apabila dewan pengawas masih berjumlah 1 orang," ujarnya.
Padahal kata Yeti, selama ini ia mengaku kinerjanya sesuai apa yang telah menjadi tugas pokok sebagai dewan pengawas bahkan pada waktu libur pun selalu dilakukan monitoring melalui virtual atau verbal.
"Selama ini saya bekerja semuanya untuk kemajuan Perumdam TB, bagaimanapun caranya, bahkan dihari libur pun saya luangkan waktu untuk bekerja selalu monitoring dan meeting di PDAM, " Ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (3/6) malam.
Lebih lanjut ia menjelaskan kedepannya Perumdam TB akan berfokus bagaimana untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan menurunkan kebocoran sehingga bisa meningkatkan pendapatan.
"Untuk penambahan direksi sehubungan kedepannya akan ada penambahan sambungan pelanggan menjadi kewenangan dari KPM," ungkapnya.
Kendati demikian, semenjak terpilih menjadi DeWas, Yeti sendiri langsung diberi tugas untuk mengawal jalannya pengembangan jaringan di zona 2 dan zona 3 yang meliputi delapan kecamatan. Diantara Kecamatan Karawaci, Kecamatan Cibodas, Kecamatan Periuk, Kecamatan Jatiuwung, Kecamatan Ciledug, kecamatan larangan, kecamatan pinang dan kecamatan karang tengah.
"Baru setahun saya langsung mengawal pengembangan jaringan di zona 2 dan 3, bagaimana agar pendapatan naik setiap bulannya, yang Alhamdulillah semakin lama pendapatan semakin meningkat," tutupnya.
Disinggung pekerjaan galian pemasangan pipa di wilayah Kelurahan Sukajadi, ia menginformasikan bahwa perijinan sudah sesuai aturan keluar dari DPMPTSP melalui dari Dinas PUPR Kota Tangerang. Bahkan terkait di Bantara kalipun sudah miliki rekomendasi BBWS dapun untuk jembatan pipa telah keluar ijin dr BBWSCC di Jakarta.
Lanjutnya. Dewas Perumdam TB juga menjelaskan pada pekerjaan sambungan pipa yang sedang dikerjakan, pada pertengahan Agustus sudah dilakukan finishing.
" Kalau sudah selesai pemasangan pipa itu harus saya kontrol lagi karena saya yang bertanggung jawab pada dinas PU. Saya sudah bilang ke badan usaha bahwa Pekerjaan galian pemasangan pipa saluran dan jaringan Perumdam TB dipertengahan bulan Agustus harus sudah komisioning finishing," pungkasnya. (Red/KJK)














