- Kementerian UMKM Perkuat Kapasitas UMKM Aceh Terdampak Bencana
- Landing Page UMKM Sumatera Bangkit Jadi Kanal Baru Pemulihan Usaha Pascabencana
- Maulid Nabi Muhammad SAW, Bupati Barito Utara Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Kepedulian Sosial
- Menkop Ferry Tegaskan Koperasi Jadi Tiang Utama Ekonomi Daerah
- Dorong Semangat Warga Jaga Kamtibmas Babinsa Bersama Komduk Patroli Malam.
- Dorong Semangat Warga Jaga Kamtibmas Babinsa Bersama Komduk Patroli Malam.
- Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang.
- Menteri ATR/Kepala BPN Hormati Proses Hukum KPK dan Pastikan Pelayanan Pertanahan Tetap Berjalan.
- Papan Proyek Jalan Sumberjaya Disorot, PUTR : Bukan Proyek Kami
- Bakti Sosial Operasi Bibir Sumbing Gratis di RSUD Balaraja, Pemkab Tangerang dan Kejaksaan Agung Sinergikan Layanan Kesehatan Inklusif.
Hensat Sebut Tagar Kami Muak Ajakan Untuk Memperbaiki Negeri

Keterangan Gambar : Hendri Satrio, Analis Komunikasi Politik
JAKARTA - Seruan “Kami Muak” sejak beberapa hari lalu banyak dipakai netizen Indonesia untuk menyuarakan kegelisahannya atas keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memberikan privilege bagi anak presiden Jokowi Gibran Rakabuming menjadi cawapres Prabowo Subianto.
Selain sebab tersebut, juga kemunculan baliho Kaesang yang merupakan anak bungsu presiden Jokowi yang langsung menjadi ketua umum PSI meski baru dua hari bergabung ke partai tersebut.
Analis komunikasi politik Hendri Satrio juga mengunggah tagar #KamiMuak dalam postingan di akun twitter (sekarang X) dengan meng-quote berita terkait orasi ketua BEM UI yang mengatakan generasinya membutuhkan pemimpin muda yang menghargai Konstitusi, Peradilan dan Negara Hukum.
Baca Lainnya :
Saat dihubungi media, Rabu 8 November 2023, Hensat mengatakan masyarakat mengalami keresahan atas situasi sekarang. Nepotisme tidak malu-malu lagi dipertontonkan dan bahkan undang-undang berani diubah demi kepentingan keluarga.
“Saya melihat kegelisahan melingkup masyarakat dan ini silent majority yang tidak rela melihat awan gelap menyelimut demokrasi yang merupakan buah reformasi 1998. Ini sesuatu yang tidak baik-baik saja,” ujarnya.
keputusan MK yang memberikan hak istimewa bagi Gibran saat bapaknya masih menjadi presiden dan hasil putusan MKMK Selasa kemarin yang dinilai tidak memberikan rasa keadilan bagi masyarakat, menjadikan kegelisahan masyarakat semakin tinggi.
“Dan menurut saya tagar Kami Muak adalah untuk mengajak elemen masyarakat memperbaiki negeri yang saat ini perlu diperbaiki. Masyarakat sudah merasa sudah waktunya perubahan dilakukan untuk membuat Indonesia lebih baik,” tutupnya. ***
JAKARTA - Seruan “Kami Muak” sejak beberapa hari lalu banyak dipakai netizen Indonesia untuk menyuarakan kegelisahannya atas keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memberikan privilege bagi anak presiden Jokowi Gibran Rakabuming menjadi cawapres Prabowo Subianto.
Selain sebab tersebut, juga kemunculan baliho Kaesang yang merupakan anak bungsu presiden Jokowi yang langsung menjadi ketua umum PSI meski baru dua hari bergabung ke partai tersebut.
Analis komunikasi politik Hendri Satrio juga mengunggah tagar #KamiMuak dalam postingan di akun twitter (sekarang X) dengan meng-quote berita terkait orasi ketua BEM UI yang mengatakan generasinya membutuhkan pemimpin muda yang menghargai Konstitusi, Peradilan dan Negara Hukum.
Saat dihubungi media, Rabu 8 November 2023, Hensat mengatakan masyarakat mengalami keresahan atas situasi sekarang. Nepotisme tidak malu-malu lagi dipertontonkan dan bahkan undang-undang berani diubah demi kepentingan keluarga.
“Saya melihat kegelisahan melingkup masyarakat dan ini silent majority yang tidak rela melihat awan gelap menyelimut demokrasi yang merupakan buah reformasi 1998. Ini sesuatu yang tidak baik-baik saja,” ujarnya.
Keputusan MK yang memberikan hak istimewa bagi Gibran saat bapaknya masih menjadi presiden dan hasil putusan MKMK Selasa kemarin yang dinilai tidak memberikan rasa keadilan bagi masyarakat, menjadikan kegelisahan masyarakat semakin tinggi.
“Dan menurut saya tagar Kami Muak adalah untuk mengajak elemen masyarakat memperbaiki negeri yang saat ini perlu diperbaiki. Masyarakat sudah merasa sudah waktunya perubahan dilakukan untuk membuat Indonesia lebih baik,” tutupnya.


.jpg)













