- Sinergi Tegakkan Keamanan, Babinsa Gandeng Komduk Patroli Malam.
- Menkop Tekankan Percepatan Reforma Agraria Berbasis Koperasi
- Menteri Maman Ajak Mahasiswa Jadi Problem Solver, Bukan Sekadar Pencari Kerja
- Kartu Huma Betang Sejahtera Diserahkan, Pemprov dan Pemkab Perkuat Perlindungan Masyarakat
- Wagub Kalteng Serahkan Bantuan Pangan untuk Warga Terdampak Karhutla di Barito Utara
- Tak Hanya Beri Kepastian Hukum, Sertipikasi Rumah Ibadah Tegaskan Eksistensi Jemaat Gereja.
- Layanan Pengukuran Terjadwal, Masyarakat Dapatkan Kepastian Waktu Ukur Tanah dengan Cepat.
- Waspada Bencana Hidrometeorologi, Sachrudin Minta Aparat Wilayah Lebih Sigap.
- Maulid Nabi Jadi Momentum Sinergi Ulama dan Umaro, Sachrudin: Bangun Kota dengan Kepedulian.
- Pimpin Upacara Peringatan Harhubnas 2026, Bupati Tangerang Tandaskan Keselamatan Transportasi Bukan Sekadar Formalitas.
Erma Susanti : BISA Fest, Pengungkit Bagi Pelaku Seni Budaya Pasca Pandemi

Keterangan Gambar : Pagelaran seni Jawa Timur
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar- Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, (Kemenparekraf) Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan events Indonesia, menyelenggarakan pagelaran seni budaya Jawa Timur BISA Fest bertempat di wisata edukasi kampung coklat jalan Banteng - Biorok No. 18, Desa Plosorejo, Kec. Kademangan, Kabupaten pada Kamis (24/08/22) dihadiri oleh Erma Susanti anggota DPRD Provinsi jawa TimurErma Susanti.
Erma Susanti menilai bahwa dalam rangka kegiatan kemitraan antara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan Komisi X DPR RI, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Even) Direktorat Event Daerah di Dapil IV adalah wilayah Guruh Soekarno Putra.
"Karena Mas Guruh ini juga sebagai budayawan yang diberangkatkan dari Dapil IV maka ini merupakan langkah konkrit dan kepedulian Mas Guruh untuk mengangkat potensi seni budaya Jawa Timur kususnya Dapil IV, apalagi paska pandemi pelaku seni budaya dan pariwisata ini 2 tahun vakum, dengan moment ini akan dijadikan pengungkit gairah perekonomian kita," ujar Erma.
Baca Lainnya :
- PWI Majalengka Menggema, Doa untuk 8 Orang Hilang di Krakatau
- Koramil 04/Ciledug Turun Tangan, Pasar Lembang Dibersihkan dari Sampah.
- Dorong Semangat Warga Jaga Kamtibmas Babinsa Bersama Komduk Patroli Malam.
- Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang.
- Menteri ATR/Kepala BPN Hormati Proses Hukum KPK dan Pastikan Pelayanan Pertanahan Tetap Berjalan.
Erma juga menyebut, di Jawa Timur yang memiliki 38 Kabupaten dan Kota, diantaranya adalah Kabupaten Blitar, seni budaya adalah satu rangkaian yang tidak bisa dipisahkan, keduanya harus senyawa, makanya melalui Even ini ketika Pemerintah sudah melonggarkan kebijakan PPKM sektor ini harus kita genjot bangkit melalui peran media massa.
"Makannya dengan pementasan kesenian seperti Krisnayana di Amphi Terater di Kawasan wisata Penataran Nglegok, pentas seni juga disajikan melalui teknologi live streaming, nah ini maksudnya masyarakat yang tidak bisa nonton langsung bisa melihat visualisasinya melalui siaran langsung," tuturnya.
Ditekankan lebih lanjut oleh Erma selain itu pemerintah juga ingin mengedukasi kepada masyarakat pelaku seni budaya sehingga akan memahami bagaimana kiat perform nya itu bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas, karena ini sudah eranya digitalisasi, kita ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat bagaimana bisa melakukan pengembangan budaya, yang salah satunya melalui berbagai macam event .
"Apalagi saat sekarang Indonesia dikenal dunia yang paling cepat mengendalikan pandemi Covit 19, sehingga moment ini harus kita tangkap sebagai sinyal positif bagi para pelaku seni budaya, karena masyarakat juga sangat menunggu pementasan seperti jaranan, wayang kulit dan lain sebagai, kita terus memotivasi memberikan dorongan kepada insan seni dan budaya, dan antusianya masyarakat sangat tinggi dan senang melihat langsung," imbuhnya.
Untuk pegiat seni budaya sendiri selama masa pandemi selama tidak bisa aktif berkreasi, Pemerintah juga ambil bagian memberikan bantuan, sekarang di era kebangkitan ini harus ditata kembali bagaimana caranya agar pelaku seni budaya ini bisa tampil di setiap event, setiap destinasi wisata, atau desa wisata melalui CSHE. Dan bagaimana kita bisa menyusun kalender wisata dan kalender budaya setiap tahunya bisa digelar, seperti Krisnayana bisa digelar 4 kali dalam setahun, dan ini kerjasama yang sudah kita wujudkan," pungkasnya. (za/mp)
















