- Mensos Gus Ipul Minta Pejabat Baru Fokus Validasi Data dan Berantas Korupsi
- Kinerja BNI Melesat, Transformasi Digital dan BRAVE Jadi Motor Pertumbuhan
- PTPN I Percepat Optimalisasi Aset, Siapkan Mesin Pertumbuhan Baru untuk Ketahanan Pangan
- Perkuat Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik, Pemkab Barito Utara Laksanakan Kaji Tiru ke DIY
- Elim Tyu Samba Dampingi Ketua MPR RI Ziarah Ke Makam Bung Karno
- Ateng Sutisna dan Viking Majalengka Gelar Festival Nobar Persib Meriah
- Dari Mangrove hingga Internet Publik, Program PLN di Pulau Sabira Raih Predikat Platinum
- BMKG Prediksi Jakarta Cerah hingga Cerah Berawan Sepanjang Senin, Suhu Capai 33 Derajat Celsius
- Tanpa Kedip, PLN Jaga Keandalan Listrik Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Berjalan Sukses
- Peluncuran Buku Abdul Rivai Ras Tegaskan Peran Strategis PTPN I bagi Indonesia
Erma Susanti : BISA Fest, Pengungkit Bagi Pelaku Seni Budaya Pasca Pandemi

Keterangan Gambar : Pagelaran seni Jawa Timur
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar- Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, (Kemenparekraf) Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan events Indonesia, menyelenggarakan pagelaran seni budaya Jawa Timur BISA Fest bertempat di wisata edukasi kampung coklat jalan Banteng - Biorok No. 18, Desa Plosorejo, Kec. Kademangan, Kabupaten pada Kamis (24/08/22) dihadiri oleh Erma Susanti anggota DPRD Provinsi jawa TimurErma Susanti.
Erma Susanti menilai bahwa dalam rangka kegiatan kemitraan antara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan Komisi X DPR RI, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Even) Direktorat Event Daerah di Dapil IV adalah wilayah Guruh Soekarno Putra.
"Karena Mas Guruh ini juga sebagai budayawan yang diberangkatkan dari Dapil IV maka ini merupakan langkah konkrit dan kepedulian Mas Guruh untuk mengangkat potensi seni budaya Jawa Timur kususnya Dapil IV, apalagi paska pandemi pelaku seni budaya dan pariwisata ini 2 tahun vakum, dengan moment ini akan dijadikan pengungkit gairah perekonomian kita," ujar Erma.
Baca Lainnya :
- Elim Tyu Samba Dampingi Ketua MPR RI Ziarah Ke Makam Bung Karno
- Ateng Sutisna dan Viking Majalengka Gelar Festival Nobar Persib Meriah
- PJT Tolak Tuntutan Buka Akses Jalan Aksi Demo Nyaris Bentrok
- Akses Jalan Bendungan Lahor Ditutup Ribuan Massa Gelar Aksi Tolak
- Endro Hermono Anggota Komisi VIII DPR-RI Sosialisasikan Keuangan Ibadah Haji Praktis Cepat dan Terjangkau
Erma juga menyebut, di Jawa Timur yang memiliki 38 Kabupaten dan Kota, diantaranya adalah Kabupaten Blitar, seni budaya adalah satu rangkaian yang tidak bisa dipisahkan, keduanya harus senyawa, makanya melalui Even ini ketika Pemerintah sudah melonggarkan kebijakan PPKM sektor ini harus kita genjot bangkit melalui peran media massa.
"Makannya dengan pementasan kesenian seperti Krisnayana di Amphi Terater di Kawasan wisata Penataran Nglegok, pentas seni juga disajikan melalui teknologi live streaming, nah ini maksudnya masyarakat yang tidak bisa nonton langsung bisa melihat visualisasinya melalui siaran langsung," tuturnya.
Ditekankan lebih lanjut oleh Erma selain itu pemerintah juga ingin mengedukasi kepada masyarakat pelaku seni budaya sehingga akan memahami bagaimana kiat perform nya itu bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas, karena ini sudah eranya digitalisasi, kita ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat bagaimana bisa melakukan pengembangan budaya, yang salah satunya melalui berbagai macam event .
"Apalagi saat sekarang Indonesia dikenal dunia yang paling cepat mengendalikan pandemi Covit 19, sehingga moment ini harus kita tangkap sebagai sinyal positif bagi para pelaku seni budaya, karena masyarakat juga sangat menunggu pementasan seperti jaranan, wayang kulit dan lain sebagai, kita terus memotivasi memberikan dorongan kepada insan seni dan budaya, dan antusianya masyarakat sangat tinggi dan senang melihat langsung," imbuhnya.
Untuk pegiat seni budaya sendiri selama masa pandemi selama tidak bisa aktif berkreasi, Pemerintah juga ambil bagian memberikan bantuan, sekarang di era kebangkitan ini harus ditata kembali bagaimana caranya agar pelaku seni budaya ini bisa tampil di setiap event, setiap destinasi wisata, atau desa wisata melalui CSHE. Dan bagaimana kita bisa menyusun kalender wisata dan kalender budaya setiap tahunya bisa digelar, seperti Krisnayana bisa digelar 4 kali dalam setahun, dan ini kerjasama yang sudah kita wujudkan," pungkasnya. (za/mp)











.jpg)




