Breaking News
- Kementerian UMKM Dampingi Usaha Menengah Menuju IPO melalui RISE TO IPO 2026
- PPI Apresiasi Polda Metro Jaya Ungkap Dugaan Impor Ilegal 49,85 Ton Kacang Tanah
- Revitalisasi 130 Sekolah di Majalengka Dikebut, Pemkab Jemput Bola ke Pusat
- Bupati Shalahuddin Kembali Sisir Titik Karhutla di Teweh Selatan
- Karhutla Melanda Barito Utara, Shalahuddin, Felix Turun Langsung Lapangan
- KAI dan INKA Pastikan Perawatan 7 Trainset KRL iE305 Tepat Target, Safety Jadi Prioritas
- Terima Barang Rampasan Negara dari KPK, Sekjen ATR/BPN: Untuk Mendukung Layanan kepada Masyarakat.
- Patroli Malam Bersama Komduk Perkuat Kamtibmas di Wilayah Kodim 0506/Tgr.
- Mintarsih Ungkap Hutang Blue Bird Taxi Lebih Dari Hartanya dan Aset Minus
- Dokumen Boedel Pailit Dipersoalkan, Kuasa Hukum Abu Hasan Minta Pengadilan Lakukan Audit
Dikeluhkan, Galian PGN di Protes Warga

MEGAPOLITANPOS.COM, Kabupaten Tangerang - Proyek Galian instalasi infrastruktur Gas yang dikerjakan PT. Gas Negara (PGN) menuai protes dari warga sekitar dan pengguna jalan. Berdasarkan pantauan wartawan di lokasi pada Kamis (14/7/2022), pekerjaan galian sepanjang belasan KM tersebut selain menimbulkan kepadatan lalu lintas, proyek strategis nasional itu juga merusak badan jalan. Kepada wartawan Masril, Salahseorang warga Kutabumi, Pasar kemis Kabupaten Tangerang mengaku geram atas proyek pengerjaan galian tersebut, pasalnya pengerjaan itu disebutnya sebagai proyek ugal - ugalan lantaran tidak mengindahkan kenyamanan warga dan keselamatan pengguna jalan. "Merusak sisi badan jalan, Saya pernah mau terperosok ke lobang galian itu, ini sebenernya proyek negara untuk membuat mudah atau malah membuat celaka warga ?," tanya Masril. Selain Masril, Yohanes salahseorang warga yang kebetulan berdampingan dengan proyek galian itu juga mengaku terganggu, pasalnya akses masuk ke tempat usahanya terganggu. "Kita orang dagang, kita sih sebenernya tidak masalah dengan galian asalkan jangan mengganggu jalan masuk toko, kan orang jadi susah mau mampir ke toko," jelas Yohanes. Masih menurut Yohanes, pihak PGN sama sekali tidak memberikan sosialisai terkait informasi dampak akibat galian kepada masyarakat. "Ini sudah masuk musim ujan, PGN lihat dampaknya dong, karna galian itu bisa berakibat banjir karena drainase jalan dirusak untuk kepentingan galian pipa gas,” keluhnya. Dengan demikian, Ia berharap pemerintah kabupaten Tangerang dapat segera menertibkan galian itu, sehingga kenyamanan warga dan kemananan pengguna jalan dapat segera dikembalikan. "Macet iya, bikin rusak iya, masa iya kita yang harus negor ?, pemerintah kemana ?, apa jangan - jangan mereka ikutan kebagian dari proyek itu ?, " tanya Yohanes.Jhn


.jpg)













