- 6.244 Botol Miras Digilas, Bupati Majalengka Gaspol Berantas Peredaran Ilegal
- Dari Sampah Jadi Energi: Bank Jakarta Perluas Program Biodigester di Jakarta Utara
- EDRR Indonesia 2026 Hadirkan Teknologi Mitigasi Bencana dan Penyelamatan Global di JIExpo Kemayoran
- Hambatan Administratif Kepailitan Tekan Produksi dan Ekspor, PT Dua Kuda Indonesia Minta Operasional Tetap Berjalan
- Menteri UMKM Pastikan Status Usaha Mikro Beri Manfaat bagi Pengemudi Ojol
- Wabup Barito Utara Hadiri HUT Ke-1 Kodam XXII Tambun Bungai
- PTPN I Raih Anugerah Mahayuga, Tegaskan Peran Perkebunan bagi Ketahanan Pangan Nasional
- Pemkab Barito Utara Perkuat Sinergi dengan BMKG, Gedung Radar Cuaca Muara Teweh Diresmikan
- Bupati Shalahuddin Buka Raker LPT-IK Kabupaten Barito Utara Tahun 2026
- PT Dua Kuda Indonesia Yakin Bangkit, Kepailitan Dinilai Hambat Operasional Bukan Prospek Bisnis
Dari Sampah Jadi Energi: Bank Jakarta Perluas Program Biodigester di Jakarta Utara

Keterangan Gambar : Bank Jakarta membangun dua biodigester komunal di Rusunawa Rorotan dan Rawa Badak Utara.
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta — Bank Jakarta memperkuat komitmennya dalam mendukung pengelolaan sampah dan pembangunan berkelanjutan di Ibu Kota melalui rencana pembangunan biodigester komunal berbasis sampah organik di dua lokasi di Jakarta Utara, yakni Rusunawa Rorotan, Cilincing, dan TPS 3R Kelurahan Rawa Badak Utara.
Program tersebut menjadi bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Bank Jakarta dan ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) di Rusunawa Rorotan pada Senin (10/8/2026).
Groundbreaking dilakukan oleh Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta Arie Rinaldi bersama jajaran Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara, di antaranya Asisten Perekonomian dan Pembangunan Wali Kota Jakarta Utara Wawan Budi Rohman, Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Utara Iyan Sopian Hadi, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara Edy Mulyanto, serta Camat Cilincing Daniel Azka Alfarobi.
Baca Lainnya :
Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo menyatakan bahwa pembangunan biodigester komunal merupakan langkah konkret perusahaan dalam mendukung penanganan persoalan sampah organik di Jakarta.
"Pembangunan biodigester di Rorotan merupakan bentuk kontribusi nyata Bank Jakarta untuk turut menjawab tantangan pengelolaan sampah di Jakarta. Kami ingin program TJSL yang dijalankan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya menjaga lingkungan Jakarta," ujar Agus dalam keterangan resminya.
Melalui teknologi biodigester, sampah organik akan diolah menjadi biogas sebagai energi terbarukan dan residu yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik.
Kapasitas 500 kilogram per hari
Setiap unit biodigester dirancang mampu mengolah hingga 250 kilogram sampah organik per hari. Dengan pembangunan dua unit, total kapasitas pengolahan mencapai 500 kilogram per hari.
Berdasarkan kajian teknis, kedua unit biodigester tersebut diproyeksikan menghasilkan sekitar 37,5 meter kubik biogas per hari serta mampu mengurangi emisi gas rumah kaca sekitar 423 kilogram CO2e per hari, atau setara 154,4 ton CO2e per tahun.
Program ini juga menjadi bagian dari implementasi Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) Bank Jakarta Tahun 2026, yang berfokus pada pengelolaan limbah organik, pengurangan emisi, dan pemanfaatan energi terbarukan.
Perkuat kolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta
Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta Arie Rinaldi menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan kesinambungan program.
"Melalui pembangunan biodigester ini, Bank Jakarta mengambil bagian dalam upaya pengelolaan sampah organik dari sumber sekaligus mendorong agar sampah dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi bagian penting agar upaya penanganan sampah dapat dilakukan secara lebih terintegrasi," kata Arie.
Program di Rorotan merupakan kelanjutan dari inisiatif serupa yang telah dilakukan Bank Jakarta di Kelurahan Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, yang diresmikan pada November 2025.
Bank Jakarta bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap program ini dapat memperkuat pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat sekaligus mendorong terciptanya lingkungan Jakarta yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Inisiatif tersebut juga mendukung sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 7 (energi bersih dan terjangkau), SDG 11 (kota dan permukiman berkelanjutan), SDG 12 (konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab), SDG 13 (penanganan perubahan iklim), serta SDG 17 (kemitraan untuk mencapai tujuan).
Sebagai financial backbone bagi Jakarta, Bank Jakarta menyatakan akan terus memperkuat perannya melalui pembiayaan dan aktivitas ekonomi yang bertanggung jawab, inklusif, dan berorientasi pada keberlanjutan demi menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.(AS/MP).


1.jpg)













