Breaking News
- Kemenkop Fasilitasi MoU Koperasi Gambir & ID FOOD untuk Ekspor ke India-Pakistan
- FPPM dan Konsultan Hukum Desak Negara Harus Segera Hadir Atasi Konflik Pertanahan
- Pelebaran Jalan Yetro Sinseng dan Tumenggung Ditargetkan Selesai Desember 2026
- Usung Semangat Sportivitas, Endriansyah Siap Ramaikan Bursa Calon Ketua Umum The Jakmania
- Pembangunan Jalan Daerah di 37 Provinsi Rampung dan Diresmikan Presiden, Total 1.151 Km
- Pak Gembus SPOT Plus Hadir di Tebet, Bukti Inovasi Waralaba Kuliner Indonesia Terus Berkembang
- Pemutihan Denda Pajak Kendaraan di Jakarta Fair 2026 Diminati Pengunjung
- Tangis dan Penantian 75 Tahun: Pemerintah Belanda Akhirnya Minta Maaf kepada Komunitas Maluku
- Bupati Eman Pacu Atlet Majalengka, Target Tembus Juara Porprov 2026
- Wabup Dena Resmikan Al Khalifah, Harapan Baru Pendidikan Majalengka
Buron Sejak 2019, Terpidana Korupsi Berhasil di Tangkap Tim Tabur Kejati Sulsel

MEGAPOLITANPOS.COM, Makassar - Tim tabur Kejati Sulsel dan Kejati Jatim bersama tim Kejari Makassar berhasil mengamankan buronan tindak pidana korupsi Dana Block Grant bantuan Pengadaan Peralatan Multimedia dan Laboratorium di Madrasah Tsanawiah dan Madrasah Ibtidaiah se - Sulawesi Selatan di lingkup Kementerian Agama Republik Indonesia. Buronan tersebut diamankan di Jalan Nusantara I No.3 Perumahan Juanda Semambung Kecamatan Gedangan Kabupaten Sidoardjo Provinsi Jawa Timur pada rabu, (20/7/2022). Buronan yang diketahui bernama Tjipluk Sri Rejeki tersebut merupakan Direktur CV. Milenia Perkasa, Komisaris CV. Mitra Anda dan Komisaris CV. Mahkota Abadi Terpidana dieksekusi Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor : 401 K/Pid.Sus/2019 tanggal 02 April 2019. Dikutip dari amar putusan terdakwa, Mahkamah Agung menyatakan “Terpidana terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Korupsi, Menghukum Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 6 (enam) Tahun dan Pidana Denda sebesar Rp. 200.000.000 dengan ketentuan Apabila pidana denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 (enam) bulan, dan menjatuhkan pidana tambahan kepada Terdakwa untuk membayar Uang Pengganti sebesar Rp. 660.545.588,80, jika terpidana tidak membayar uang pengganti paling lama dalam waktu 1 (satu) bulan sesudah putasan Pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap maka harta bendanya dapat disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut, dalam hal Terpidana tidak mempunyai harta benda yang tidak mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka dipidana dengan pidana penjara selama 3 (tiga) tahun. Menurut Kasi Penkum Kejati Sulsel Soetarmi, SH, MH, pihaknya telah melakukan beberapa kali pemanggilan yang telah diatur oleh undang - undang tetapi yang bersangkutan tidak pernah memenuhi panggilan tersebut. Lebih lanjut kata Soetarmi, Terpidana dianggap tidak Kooperatif sehingga Kejaksaan memasukkan terpidana dalam Daftar Pencarian Orang atau DPO dan berhasil di tangkap oleh Tim Tabur (Tangkap Buronan) yang dibentuk oleh Kejaksaan. Sementara itu Kepala Kejati Sulsel R. Febrytrianto, SH., MH menghimbau kepada seluruh DPO (Daftar Pencarian Orang) Kejaksaan agar segera menyerahkan diri untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya karena tidak ada tempat yang aman bagi buronan." Imbuhnya (20/7/2022).Jhn

.jpg)









.jpg)





