UMKM 5K Run Jadi Ajang Promosi Produk Olahraga Lokal dan Gaya Hidup Sehat

By Achmad Sholeh(Alek) 21 Jun 2026, 21:33:12 WIB UMKM
UMKM 5K Run Jadi Ajang Promosi Produk Olahraga Lokal dan Gaya Hidup Sehat

Keterangan Gambar : UMKM 5K Run bertema "Satu Langkah Terkoneksi, UMKM Tumbuh Berinovasi"


Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus mendorong masyarakat untuk semakin mencintai dan menggunakan produk olahraga buatan dalam negeri. Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan UMKM 5K Run bertema "Satu Langkah Terkoneksi, UMKM Tumbuh Berinovasi" yang berlangsung dari Gedung Smesco Indonesia, Pancoran, menuju kawasan Rasuna Said, Jakarta, Minggu (21/6/2026).

Sekretaris Kementerian UMKM, Loto Srinaita Ginting, mengatakan UMKM 5K Run merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Kewirausahaan dan UMKM Nasional 2026 yang diperingati setiap 10 Juni. Kegiatan ini tidak hanya mengampanyekan gaya hidup sehat, tetapi juga menjadi wadah promosi bagi produk olahraga hasil karya pelaku UMKM Indonesia.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan ruang bagi UMKM lokal di sektor olahraga untuk menampilkan kualitas produknya kepada masyarakat,” ujar Loto.

Baca Lainnya :

Selain UMKM 5K Run, Kementerian UMKM juga menyelenggarakan berbagai kegiatan lain dalam rangka Hari Kewirausahaan dan UMKM Nasional 2026, seperti Bursa Wirausaha Unggulan, Talkshow UMKM Insight, Bazar UMKM, serta Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro.

Berdasarkan data Kementerian UMKM, terdapat sekitar 57 juta UMKM di Indonesia, dengan 2.881 pelaku usaha bergerak di sektor industri olahraga. Menurut Loto, meningkatnya tren olahraga lari di Indonesia membuka peluang besar bagi UMKM untuk memperluas pasar dan meningkatkan nilai tambah produk lokal.

Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini terlihat dari jumlah peserta yang mencapai 1.200 orang. Kegiatan tersebut juga menjadi ajang pemanasan menuju ASN Run 2026.

“Tren ini menunjukkan bahwa industri olahraga memiliki potensi pasar yang sangat besar. Momentum tersebut harus dimanfaatkan oleh para pengusaha UMKM untuk menghadirkan produk-produk lokal yang semakin kompetitif,” katanya.

Loto menegaskan bahwa UMKM 5K Run mengusung konsep penggunaan 100 persen produk lokal. Mulai dari perlengkapan hingga berbagai produk yang dipamerkan selama acara merupakan hasil karya pelaku UMKM Indonesia.

“Kementerian UMKM berkomitmen mendorong produk UMKM naik kelas dengan memanfaatkan momentum pertumbuhan industri olahraga yang sedang berkembang pesat,” ujarnya.

Sambil menunjukkan pakaian olahraga produksi lokal yang dikenakannya, Loto menegaskan kualitas produk UMKM Indonesia mampu bersaing dengan merek-merek internasional. Karena itu, ia mengajak masyarakat, termasuk aparatur sipil negara (ASN), untuk lebih bangga menggunakan produk dalam negeri sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pertumbuhan UMKM.

“Ayo gunakan produk-produk lokal agar UMKM kita semakin maju dan memperoleh manfaat ekonomi dari setiap kegiatan seperti ini,” katanya.

UMKM 5K Run terselenggara berkat kolaborasi Kementerian UMKM dengan BRI, Pegadaian, PNM, BRI Life, serta berbagai pihak lainnya.

Peserta pun memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Irma Ayu Pramudika, pelari tercepat kedua kategori perempuan, menilai lomba lari perdana yang digelar Kementerian UMKM berlangsung sangat baik. Ia bahkan mengusulkan agar ke depan ditambahkan kategori lari 10 kilometer. “Semoga semakin banyak UMKM yang memperkenalkan brand-brand lokal sehingga mampu membawa masyarakat Indonesia semakin maju,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Cornelius Julian, peraih posisi kedua kategori putra. Menurutnya, UMKM 5K Run menjadi media yang efektif untuk memperkenalkan produk lokal melalui berbagai booth UMKM yang hadir di kawasan Smesco Indonesia.

“Semoga semakin banyak booth UMKM yang menampilkan produk-produk lokal Indonesia di setiap event lari seperti ini,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Kementerian UMKM juga memberikan apresiasi kepada Sri Purwanti yang tampil dengan busana paling unik berbahan 100 persen produk lokal, mulai dari topi, kebaya, celana batik, sepatu, hingga jam tangan karya anak bangsa.

“Saya memang senang memakai produk lokal. Semoga masyarakat semakin bijak menggunakan produk Indonesia. Jangan pernah melewatkan produk lokal karena negeri ini memiliki begitu banyak karya kreatif dari para pelaku UMKM,” tuturnya.

Dari sisi pelaku usaha, Ika, pemilik usaha minuman Teja Fresh, mengaku terbantu dengan penyelenggaraan Bazar UMKM yang tidak memungut biaya sewa tenant. Menurutnya, kegiatan semacam ini memberikan kesempatan bagi UMKM untuk memperluas pasar dan memperkenalkan produknya secara langsung kepada masyarakat.

“Kami berharap Kementerian UMKM bersama seluruh pemangku kepentingan terus menghadirkan lebih banyak kegiatan seperti ini. Untuk para pelaku UMKM, mari terus berjuang dan terus berusaha di tengah kondisi perekonomian saat ini,” ujarnya.

Sementara itu, Nova Dewi, pemilik Suwe Ora Jamu, menilai UMKM 5K Run bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan pelaku UMKM dengan masyarakat dalam suasana yang sehat, penuh semangat, dan mendukung penggunaan produk lokal.

“Kami senang bisa terlibat, belajar dari sesama pejuang UMKM, sekaligus menyaksikan semangat luar biasa dari para pelari. Semoga kegiatan seperti ini semakin sering diselenggarakan,” kata Nova.(AS/MP).




  • Sambut HUT ke-499 Jakarta, Pemprov DKI Sebut Jakarta Fair Jadi Simbol Kolaborasi dan Kemajuan Kota

    🕔03:41:34, 22 Jun 2026
  • Jakarta Fair Kemayoran 2026 Jadi Pusat Perayaan HUT Jakarta dengan Ragam Hiburan Istimewa

    🕔00:53:05, 21 Jun 2026
  • UMKM 5K Run Jadi Ajang Promosi Produk Olahraga Lokal dan Gaya Hidup Sehat

    🕔21:33:12, 21 Jun 2026
  • PTPN I Genjot Kinerja Regional 1, Tembakau Deli Dijaga sebagai Warisan Bernilai Global

    🕔03:58:00, 20 Jun 2026
  • KUR Rp40 Miliar Digelontorkan ke NTB, Dorong UMKM dan PMI Naik Kelas

    🕔19:52:51, 20 Jun 2026