- SOSIALISASI PERSIAPAN PERINTIS: PERALIHAN HAK TERINTEGRASI 10 HARI DI KABUPATEN TANGERANG.
- Tingkatan Kualiats Pengajar, Kamenag Kab Tangerang Gelar Pembinaan Guru Non PNS.
- Alhamdulilah Elim Tyu Samba Nahkodai KONI Kota Blitar Gema Olah Raga Semakin Menggelegar.
- Bupati Shalahuddin Hadiri Puncak Hari Jadi ke-67 Kabupaten Barito Selatan
- Anto Febrianto Gaspol! Pemuda Majalengka Diajak Jauhi Narkoba
- Bahlil Ungkap Potensi Besar Energi Indonesia, PLTA Papua hingga Kalimantan Jadi Andalan
- Jakarta-New York Tukar Pengalaman Atasi Masalah Perkotaan, Jakarta Bond Jadi Sorotan
- Polres Majalengka Bongkar 20 Kasus, 40 Tersangka Diciduk!
- Sinergi Tegakkan Keamanan, Babinsa Gandeng Komduk Patroli Malam.
- Menkop Tekankan Percepatan Reforma Agraria Berbasis Koperasi
Berdongeng Saat Sakit Stroke
Para penonton dibuat ambyar

Keterangan Gambar : Budi Sabarudin Pendongeng Stroke
MEGAPOLITANPOS.COM, SMKN 2 Kota Tangerang - Budi Sabarudin pendongeng dalam keadaan sakit stroke, mampu mendongeng (monolog dongeng) di Aula SMKN 2 Kota Tangerang, Sabtu (27/8/2022) siang.
Cerita Budi, awal undangan mendongeng mau ditolaknya. Namun kesempatan mendongeng dalam keadaan tidak normal, baginya sungguh menyenangkan dan patut disyukuri juga.
"Akhirnya diterima dan tampil dalam acara Bincang-Bincang Bahas Sastra (B3S) yang digagas Pengurus Duveta SMKN 2 Kota Tangerang itu,"ujarnya.
Judul dongengnya Raja Tua dan Biji Benih Pohon.
Sebelum pentas, dadanya sempat berdebar-debar karena selama 3 tahun (covid-19 ditambah sakit stroke) ia belum pernah mendongeng lagi. "Berhenti total," tuturnya.
Katanya khawatir jatuh. Tapi Allah masih melindungi dan menyayanginya, subhanallah.
Sebelum pentas, di aula sekolah diberikan energi dengan bismillah dan dzikir sholawat dalam hati.
Alhamdulillah, " saya merasa lebih tenang lebih yakin, lebih kuat hingga pentas monolog dongengnya lancar,"ucapnya.
Saya pun heran dan kaget sendiri. Kok bisa monolog dongeng saat sakit stroke? Jawabnya karena kuasa Allah semata.
Tak hanya itu, selama 30 menit dia monolog dongeng, lebih dari 100 penonton dibuatnya menjadi ambyaaar.
Mendongeng dengan pendekatan seni pertunjukkan (Monolog dongeng) sengaja dipilih karena pendekatan ini belum dikembangkan oleh para pendongeng.
Umumnya pendongeng-pendongeng di negeri ini menggunakan pendekatan ventriloquism.
Akibatnya pola mendongeng menjadi seragam. "Saya menolak penyeragaman mendongeng seperti itu dan tak mau terjebak. Sebagai personal, dirinya harus merdeka dalam mendongeng,"pungkasnya.

.jpg)














