- DPRD Minta Perusahaan Tambang Beralih ke Jalan Khusus, Hentikan Hauling di KM 30
- Hauling Batu Bara Dinilai Rusak Jalan, DPRD Barito Utara Panggil Tiga Perusahaan Tambang
- Konfercab GP Ansor Barito Utara, Pemuda Didorong Jadi Motor Pembangunan Daerah
- Bupati Barito Utara Buka Konfercab GP Ansor, Tekankan Penguatan Nilai Kemanusiaan
- Menkop Ferry Optimis Satu Data Indonesia Bakal Percepat Proses Pembangunan Gerai Kopdes Merah Putih
- Pemkab Majalengka dan OJK Dorong Relaksasi KUR, Perbankan Diharap Turut Berkontribusi
- Pemkab Barito Utara Dorong Konsolidasi Ormas TBBR Lewat Rapimda I
- Fuomo Dorong Kreator Indonesia Jadi Pelaku Bisnis, Siapkan Fitur AI Analytics Engine
- DPRD Sambut Positif Langkah Pemkot Tangerang Akhiri Kerja Sama PSEL Dengan PT Oligo
- Darurat Sampah Nasional : DPRD Minta Pemkot Kota Tangerang Mentransformasi Tata Kelola Sampah
Berdongeng Saat Sakit Stroke
Para penonton dibuat ambyar

Keterangan Gambar : Budi Sabarudin Pendongeng Stroke
MEGAPOLITANPOS.COM, SMKN 2 Kota Tangerang - Budi Sabarudin pendongeng dalam keadaan sakit stroke, mampu mendongeng (monolog dongeng) di Aula SMKN 2 Kota Tangerang, Sabtu (27/8/2022) siang.
Cerita Budi, awal undangan mendongeng mau ditolaknya. Namun kesempatan mendongeng dalam keadaan tidak normal, baginya sungguh menyenangkan dan patut disyukuri juga.
"Akhirnya diterima dan tampil dalam acara Bincang-Bincang Bahas Sastra (B3S) yang digagas Pengurus Duveta SMKN 2 Kota Tangerang itu,"ujarnya.
Judul dongengnya Raja Tua dan Biji Benih Pohon.
Sebelum pentas, dadanya sempat berdebar-debar karena selama 3 tahun (covid-19 ditambah sakit stroke) ia belum pernah mendongeng lagi. "Berhenti total," tuturnya.
Katanya khawatir jatuh. Tapi Allah masih melindungi dan menyayanginya, subhanallah.
Sebelum pentas, di aula sekolah diberikan energi dengan bismillah dan dzikir sholawat dalam hati.
Alhamdulillah, " saya merasa lebih tenang lebih yakin, lebih kuat hingga pentas monolog dongengnya lancar,"ucapnya.
Saya pun heran dan kaget sendiri. Kok bisa monolog dongeng saat sakit stroke? Jawabnya karena kuasa Allah semata.
Tak hanya itu, selama 30 menit dia monolog dongeng, lebih dari 100 penonton dibuatnya menjadi ambyaaar.
Mendongeng dengan pendekatan seni pertunjukkan (Monolog dongeng) sengaja dipilih karena pendekatan ini belum dikembangkan oleh para pendongeng.
Umumnya pendongeng-pendongeng di negeri ini menggunakan pendekatan ventriloquism.
Akibatnya pola mendongeng menjadi seragam. "Saya menolak penyeragaman mendongeng seperti itu dan tak mau terjebak. Sebagai personal, dirinya harus merdeka dalam mendongeng,"pungkasnya.
















