- Kompetitif di 4 Putaran Awal, Tim HRI Target Raih Gelar Juara Nasional Akhir Pekan Ini di Mandalika
- Jaga Stabilitas Keamanan, Babinsa Koramil Ciledug Dan Pondok Aren Patroli Malam Bersama Komduk.
- Mediasi Dugaan Limbah Greenfields Memanas, kenapa Pejabat Masih Baru Akan Turun ke Lokasi.
- Pemkab Barut Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal dan Cegah Stunting Lewat Lomba Cipta Menu B2SA
- Ketua TP-PKK Barito Utara Tekankan Peran Keluarga dalam Pencegahan Stunting melalui Pangan B2SA
- PN Tak Berwenang Adili Sengketa Internal, PDIP Majalengka Tancap Gas Hadapi Pileg 2029
- Asthara Skyfront City Rampungkan Dua Show Unit Terbaru Allurea Type E.
- Tokoh Masyarakat Lahei Minta Keselamatan Warga Jadi Prioritas dalam Persoalan Jalan Hauling
- Dandim 0510/Tigaraksa Dukung Ketahanan Pangan, Panen Padi Sawah dan Pemberian Bantuan Sarana Pertanian
- Kemenag Kabupaten Tangerang Berikan Pembinaan Guru PAI, Untuk Menbangun Ekosistem Pendidikan Kuat.
Bapanas Siap Tekan Impor dan Banjiri Produksi Nasional

Keterangan Gambar : Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA), Arief Prasetyo Adi optimis Indonesia dapat mempercepat swasembada seperti yang diharapkan Presiden Prabowo Subianto
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta- Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA), Arief Prasetyo Adi optimis Indonesia dapat mempercepat swasembada seperti yang diharapkan Presiden Prabowo Subianto. Dengan begitu, kata Arief, pemerintah bisa menekan kebijakan impor pada tahun 2025 mendatang.
“Bukan hanya beras, saya katakan apa yang ada di depan mata saat ini sudah swasembada. Kita tahu dari neraca kebutuhan nasional, ayam kita sudah swasembada, telur juga demikian. Jadi saya yakin untuk beras dapat swasembada dalam waktu dekat,” ujar Arief dalam dialog ID TV, Jumat, 20 Desember 2024.
Mengenai hal ini, Arief memastikan bahwa kebutuhan pangan menjelang natal dan tahun baru dapat dipastikan aman dan terkendali. Dia menjamin bahwa cadangan beras Bulog berada di angka 2 juta ton. Sedangkan cadangan secara nasional mencapai 8 juta ton.
Baca Lainnya :
- Kompetitif di 4 Putaran Awal, Tim HRI Target Raih Gelar Juara Nasional Akhir Pekan Ini di Mandalika
- Jaga Stabilitas Keamanan, Babinsa Koramil Ciledug Dan Pondok Aren Patroli Malam Bersama Komduk.
- Mediasi Dugaan Limbah Greenfields Memanas, kenapa Pejabat Masih Baru Akan Turun ke Lokasi.
- PN Tak Berwenang Adili Sengketa Internal, PDIP Majalengka Tancap Gas Hadapi Pileg 2029
- Asthara Skyfront City Rampungkan Dua Show Unit Terbaru Allurea Type E.
“Yang lain, cabai, bawang merah, daging, minyak, gula sampai terigu dalam posisi aman,” katanya.
Selain itu, pemerintah juga memastikan telah mempersiapkan kebutuhan pangan untuk program makan bergizi gratis yang akan berlangsung pada Januari 2025 mendatang. Bagi Bapanas, program MBG harus berjalan sukses karena berkaitan dengan pemenuhan gizi siswa usia sekolah.
“Ya ini program (MBG) keren banget, jadi seluruh menteri, seluruh stakeholder itu diminta satu adalah swasembada pangan yang dua kita harus sukseskan makan bergizi gratis. Nah yang pertama mengenai swasembada pangan tahun 2025 kita memang sudah niatkan untuk tidak impor karena bisa diproduksi dalam negeri. Kemudian berikutnya makan bergizi ini bisa membangun ekonomi kerakyatan dan ekonomi pedesaan,” katanya.
Arief menambahkan bahwa swasembada dan juga makan bergizi gratis akan menjadi fokus perhatian Bapanas agar bisa berjalan secara baik. Apalagi, kata Arief, Bapanas dan Badan Gizi Nasional telah melakukan beberapa pertemuan khususnya dalam membahas ketersediaan komoditas pangan.
“Dan ini kesempatan desa untuk membangun ekonominya juga sehingga nanti jangan sampai kita dengar lagi ada orang buang cabe, buang-buang komoditas strategis, karena harganya jatuh karena panennya bersamaan misalnya. Ini sudah kita bicarakan bersama Badan Gizi Nasional dan lembaga kementerian lain,” jelasnya.( Reporter: Achmad Sholeh Alek).

.jpg)









.jpg)




