Breaking News
- Barito Utara Perkuat Pertanian Jagung, Harapan Baru bagi Petani Lokal
- Dorong Kemandirian Pangan, Barito Utara Fokus Pengembangan Komoditas Jagung
- Korban Kedua Tenggelam di Sungai Barito Ditemukan, Operasi Pencarian Berakhir
- Dua Hari Pencarian, Polisi Tenggelam di Sungai Barito Akhirnya Ditemukan
- Rakit Drum Terbalik di Sungai Barito, Dua Korban Masih Dalam Pencarian
- Haji 2026 Tetap Berangkat di Tengah Gejolak Timur Tengah, Disampaikan Usai Muscab PKB Majalengka
- Tinjau Korban Angin Puting Beliung Mas Ibbin Salurkan Sembako di Kelurahan Sukorejo dan Turi.
- Bukan Sekadar Silaturahmi : SMS Lahir, Konsolidasi Pemuda Majalengka Menuju 2029 Dimulai
- Semarak Muscab PKB di Berbagai Daerah, Maman Imanul Haq Ucapkan Selamat & Sukses
- Generasi Nias Melek Teknologi, PRSI Sumut dan BINUS Medan Gelar Workshop Robotika
13 Kades di Kabupaten Blitar Deklarasikan Asosiasi Kepala Desa

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Perseteruan di internal Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Papdesi) Kabupaten Blitar menjadi semakin seru, tak hanya omongan belaka, Setelah Tugas Nanggolo Yudho Wakil Ketua hengkang dari Papdesi, ternyata banyak Kepala Desa lain ikut keluar dan memilih bergabung dan membentuk organisasi lain yakni Asosiasi Kepala Desa (AKD) di Kabupaten Blitar. Para Kepala Desa yang sudah menyatakan melebur ke lembaga AKD sedikitnya ada 13 orang Kepala Desa, yang mana pernyataan itu langsung dideklarasikan Minggu Malam (10/04/22 ) bertempat di Desa Rejowinangun Kecamatan Kademangan. "Kami tidak bermaksud membuat tandingan tehadap lembaga yang sudah ada yaitu Papdesi, atau lembaga lainya, kami hanya membaca sebuah fenomena apa yang terjadi di Pemerintah desa di Kabupaten Blitar, dan menginisiasi kepada Kades di Kabupaten Blitar untuk melangkah bersama, dengan tidak mengerdilkan Papdesi," ujar Bagas Wigasto. Bagas yang juga sebagai Kades Rejowinangun pada unggahan vidio yang berdurasi 2 menit 21ini dalam pernyataannya menyampaikan."kami ingin memberikan sebuah tawaran kepada rekan-rekan Kepala Desa untuk melangkah ke depan dengan sebuah perubahan, sehingga sebuah irama terpusat dalam sebuah kekuatan untuk mengarungi pemerintahan desa," tandasnya. Terbentuknya Asosiasi Kepala Desa di Kabupaten Blitar ke depan, secara garis besar, masih ucap Bagas, "Bukan berarti untuk menyaingi atau menciptakan sebuah organisasi tandingan, AKD akan tetap dan senantiasa menjadi sebuah jembatan untuk mewujudkan harapan dalam pembangunan, AKD tetap merupakan jembatan penghubung aspirasi di tingkat Kabupaten, Provinsi dan Pemerintah Pusat dalam," tuturnya. Pada saat yang sama Tugas Nanggolo Yudho juga menekankan."Kepada rekan rekan Kepala Desa se Kabupaten Blitar Monggo bila mau bergabung bersama AKD kami siap dan terbuka untuk panjenengan semua, AKD Kabupaten Blitar luar biasa," pungkasnya.(za/mp)

















