Breaking News
- Tangis dan Penantian 75 Tahun: Pemerintah Belanda Akhirnya Minta Maaf kepada Komunitas Maluku
- Bupati Eman Pacu Atlet Majalengka, Target Tembus Juara Porprov 2026
- Wabup Dena Resmikan Al Khalifah, Harapan Baru Pendidikan Majalengka
- RDP PETI Barito Utara Hasilkan Dua Keputusan Penting, WPR Segera Diusulkan
- HUT ke-499 Jakarta, Pramono Tegaskan Kota Global Harus Tetap Berpihak pada Rakyat
- Lebih dari Seabad Berdiri, Sekolah Panggung di Malabar Simpan Sejarah Pendidikan Bangsa
- Ghost Buzzer Bidik 300 Ribu Penonton, Hadir di XXI dan Netflix
- Sambut HUT ke-499 Jakarta, Pemprov DKI Sebut Jakarta Fair Jadi Simbol Kolaborasi dan Kemajuan Kota
- Kapolres Majalengka Taklukkan Ciremai, Kibarkan Merah Putih Raksasa
- UMKM 5K Run Jadi Ajang Promosi Produk Olahraga Lokal dan Gaya Hidup Sehat
13 Kades di Kabupaten Blitar Deklarasikan Asosiasi Kepala Desa

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Perseteruan di internal Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Papdesi) Kabupaten Blitar menjadi semakin seru, tak hanya omongan belaka, Setelah Tugas Nanggolo Yudho Wakil Ketua hengkang dari Papdesi, ternyata banyak Kepala Desa lain ikut keluar dan memilih bergabung dan membentuk organisasi lain yakni Asosiasi Kepala Desa (AKD) di Kabupaten Blitar. Para Kepala Desa yang sudah menyatakan melebur ke lembaga AKD sedikitnya ada 13 orang Kepala Desa, yang mana pernyataan itu langsung dideklarasikan Minggu Malam (10/04/22 ) bertempat di Desa Rejowinangun Kecamatan Kademangan. "Kami tidak bermaksud membuat tandingan tehadap lembaga yang sudah ada yaitu Papdesi, atau lembaga lainya, kami hanya membaca sebuah fenomena apa yang terjadi di Pemerintah desa di Kabupaten Blitar, dan menginisiasi kepada Kades di Kabupaten Blitar untuk melangkah bersama, dengan tidak mengerdilkan Papdesi," ujar Bagas Wigasto. Bagas yang juga sebagai Kades Rejowinangun pada unggahan vidio yang berdurasi 2 menit 21ini dalam pernyataannya menyampaikan."kami ingin memberikan sebuah tawaran kepada rekan-rekan Kepala Desa untuk melangkah ke depan dengan sebuah perubahan, sehingga sebuah irama terpusat dalam sebuah kekuatan untuk mengarungi pemerintahan desa," tandasnya. Terbentuknya Asosiasi Kepala Desa di Kabupaten Blitar ke depan, secara garis besar, masih ucap Bagas, "Bukan berarti untuk menyaingi atau menciptakan sebuah organisasi tandingan, AKD akan tetap dan senantiasa menjadi sebuah jembatan untuk mewujudkan harapan dalam pembangunan, AKD tetap merupakan jembatan penghubung aspirasi di tingkat Kabupaten, Provinsi dan Pemerintah Pusat dalam," tuturnya. Pada saat yang sama Tugas Nanggolo Yudho juga menekankan."Kepada rekan rekan Kepala Desa se Kabupaten Blitar Monggo bila mau bergabung bersama AKD kami siap dan terbuka untuk panjenengan semua, AKD Kabupaten Blitar luar biasa," pungkasnya.(za/mp)








.jpg)








