Breaking News
- Bioskop Mini Jak Cinema Hadir di Rusun Pasar Rumput, Warga Bisa Nonton Film Indonesia Mulai Rp15 Ribu
- Kepala Desa Sumberjo Ajarkan Generasi Muda Produktif Kreatif Apa Kiatnya
- PSHT Cabang Kota Blitar Pusat Madiun Boyong 19 Medali di Kejurnas SH Terate UIN Satu Cup IV
- Mulai 31 Agustus, Pemkot Jaktim Larang PKL Berjualan di Trotoar Jalan Raya Bogor Kramat Jati
- Semarak HUT RI Ke-81, PAUD Melati 08 Kalibata Gelar Aneka Lomba
- Karang Taruna RW 09 Kalibata Gelar Pesta Kemerdekaan Meriah pada 29 Agustus 2026
- Bupati Shalahuddin Tinjau Rumah Lanting di Sungai Barito yang Terdampak Surut
- Sebanyak 329 Rumah Tidak Layak Huni di Tangsel Tuntas Dibedah, Pondok Aren Terbanyak
- Kemenhub: Transportasi di Kalimantan Tetap Beroperasi di Tengah Karhutla.
- Polres Majalengka Kedepankan Langkah Preventif Tekan Knalpot Brong
13 Kades di Kabupaten Blitar Deklarasikan Asosiasi Kepala Desa

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Perseteruan di internal Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Papdesi) Kabupaten Blitar menjadi semakin seru, tak hanya omongan belaka, Setelah Tugas Nanggolo Yudho Wakil Ketua hengkang dari Papdesi, ternyata banyak Kepala Desa lain ikut keluar dan memilih bergabung dan membentuk organisasi lain yakni Asosiasi Kepala Desa (AKD) di Kabupaten Blitar. Para Kepala Desa yang sudah menyatakan melebur ke lembaga AKD sedikitnya ada 13 orang Kepala Desa, yang mana pernyataan itu langsung dideklarasikan Minggu Malam (10/04/22 ) bertempat di Desa Rejowinangun Kecamatan Kademangan. "Kami tidak bermaksud membuat tandingan tehadap lembaga yang sudah ada yaitu Papdesi, atau lembaga lainya, kami hanya membaca sebuah fenomena apa yang terjadi di Pemerintah desa di Kabupaten Blitar, dan menginisiasi kepada Kades di Kabupaten Blitar untuk melangkah bersama, dengan tidak mengerdilkan Papdesi," ujar Bagas Wigasto. Bagas yang juga sebagai Kades Rejowinangun pada unggahan vidio yang berdurasi 2 menit 21ini dalam pernyataannya menyampaikan."kami ingin memberikan sebuah tawaran kepada rekan-rekan Kepala Desa untuk melangkah ke depan dengan sebuah perubahan, sehingga sebuah irama terpusat dalam sebuah kekuatan untuk mengarungi pemerintahan desa," tandasnya. Terbentuknya Asosiasi Kepala Desa di Kabupaten Blitar ke depan, secara garis besar, masih ucap Bagas, "Bukan berarti untuk menyaingi atau menciptakan sebuah organisasi tandingan, AKD akan tetap dan senantiasa menjadi sebuah jembatan untuk mewujudkan harapan dalam pembangunan, AKD tetap merupakan jembatan penghubung aspirasi di tingkat Kabupaten, Provinsi dan Pemerintah Pusat dalam," tuturnya. Pada saat yang sama Tugas Nanggolo Yudho juga menekankan."Kepada rekan rekan Kepala Desa se Kabupaten Blitar Monggo bila mau bergabung bersama AKD kami siap dan terbuka untuk panjenengan semua, AKD Kabupaten Blitar luar biasa," pungkasnya.(za/mp)

















