- Sambut HUT ke-499 Jakarta, Pemprov DKI Sebut Jakarta Fair Jadi Simbol Kolaborasi dan Kemajuan Kota
- Kapolres Majalengka Taklukkan Ciremai, Kibarkan Merah Putih Raksasa
- UMKM 5K Run Jadi Ajang Promosi Produk Olahraga Lokal dan Gaya Hidup Sehat
- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Jadi Pusat Perayaan HUT Jakarta dengan Ragam Hiburan Istimewa
- Ketum PRI Lantik Pengurus Samudra, Perkuat Peran Santri dalam Pembangunan Bangsa
- Pasangan Muda Indonesia Bersinar di Macau Open 2026, BNI dan PBSI Petik Hasil Pembinaan Jangka Panjang
- KUR Rp40 Miliar Digelontorkan ke NTB, Dorong UMKM dan PMI Naik Kelas
- Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Fraksi PSI Lakukan Kegiatan Reses ke-3
- PENAS XVII Jadi Pintu Kolaborasi dan Inovasi bagi Pertanian Barito Utara
- Pemkab Tegaskan Komitmen Barito Utara Dukung Kemandirian Pangan Nasional di PENAS XVII Gorontalo
Selama 10 Hari Pencarian Satu Korban Hilang InsidenTerbakarnya Tug Boat Di Desa Luwe, Barito Utara, Akhirnya Tim Sar Hentikan Pencarian

Selama 10 Hari Pencarian Satu Korban Hilang InsidenTerbakarnya Tug
Boat Di Desa Luwe, Barito Utara, Akhirnya Tim Sar Hentikan Pencarian
MEGAPOLITANPOS.COM -Muara
Teweh – Insiden terbakarnya Tugboat (TB) Hasyim di perairan DAS Barito menelan
3 korban meninggal dunia, 1 luka bakar dan 1 korban hilang serta belum
ditemukan.
Terkait korban
hilang ini, Tim SAR Gabungan sudah melakukan pencarian selama sepuluh hari
untuk mencari korban atas nama Awaludin. Ia merupakan ABK TB Hasyim yang
diduga tenggelam di Sungai Barito, saat Insiden terbakarnya Tugboat, di Desa
Luwe, Kabupaten Barito Utara pada 25 Maret 2024 lalu.
Baca Lainnya :
- Sambut HUT ke-499 Jakarta, Pemprov DKI Sebut Jakarta Fair Jadi Simbol Kolaborasi dan Kemajuan Kota
- Kapolres Majalengka Taklukkan Ciremai, Kibarkan Merah Putih Raksasa
- UMKM 5K Run Jadi Ajang Promosi Produk Olahraga Lokal dan Gaya Hidup Sehat
- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Jadi Pusat Perayaan HUT Jakarta dengan Ragam Hiburan Istimewa
- Ketum PRI Lantik Pengurus Samudra, Perkuat Peran Santri dalam Pembangunan Bangsa
Karena belum juga
ditemukan, Tim SAR gabungan mengumumkan penghentian Proses pencarian, Kamis 4
April 2024.
Koordinator
Lapangan Basarnas, Mahdi, menjelaskan bahwa kendala utama dalam pencarian
adalah arus sungai yang deras dan keruh. “Hal ini membuat Tim SAR Gabungan
kesulitan untuk menemukan korban,” jelas Mahdi
Kepala Kantor Basarnas Palangka Raya, AA. Alit Supartana langsung
memantau Proses pencarian ke lokasi kejadian pada hari ini. Ia juga berkoordinasi
dengan Unsur SAR, pihak Perusahaan dan keluarga korban.
“Kami mengambil
keputusan bahwa Operasi SAR terhadap satu orang ABK TB Hasyim di Sungai Barito
ditutup dan selanjutnya akan dilakukan pemantauan. Namun tidak menutup
kemungkinan akan dilanjutkan kembali apabila ada tanda-tanda keberadaan
korban.” ungkapnya saat menutup Operasi pencarian di kantor BPBD Barito Utara.
“Semoga apa yang kita
kerjakan bernilai ibadah. Dan semoga korban cepat diketemukan,” harapnya.
Meskipun hasil pencarian belum membuahkan hasil, keluarga korban
tetap mengucapkan terima kasih kepada Tim SAR Gabungan atas usaha mereka.
“Banyak terima
kasih untuk Tim gabungan yang sudah Maksimal membantu pencarian meskipun hingga
saat ini keponakan saya belum ditemukan,” ucap Muhaddar, salah satu anggota
keluarga korban.
Seperti
diketahui, Kebakaran di atas Tugboat (TB) Hasyim telah merenggut nyawa tiga
orang ABK. Korban Meninggal Sahiman dan Dali Rijali (meninggal di lokasi),
Septian Rizaldi (meninggal saat dirujuk ke Banjarmasin). Sementara, korban luka
Abdul Yaser (dirawat di RS Sari Mulia, Banjarmasin)
(Antiani) sumber Den


.jpg)













