Breaking News
- Menkop: Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah, MES Siap Perkuat Sinergi Dengan OJK
- Kasrem 052/Wkr Pimpin Acara Laporan Korps 16 Prajurit Naik Pangkat
- DPRD Apresiasi Gerak Cepat PUPR, Namun Soroti Kualitas
- Halal bi Halal Disdik Majalengka Perkuat Silaturahmi, BAZNAS Sisipkan Gerakan Kepedulian Pelajar
- Ditreskrimsus Polda Metro Bongkar Uang Palsu Pecahan Rp 100 Ribu di Bogor
- BBM RI Paling Murah di ASEAN! Fakta atau Ilusi, Perbandingan Harga RON 95 Picu Perdebatan Panas
- Stabilitas BBM Jadi Prioritas, Wabup Felix Dorong MBSM Maksimal Layani Warga
- Majalengka Ngebut! Groundbreaking KIEM Buka Jalan Ribuan Lapangan Kerja
- Layanan Kesehatan Gratis untuk Nasabah, Pemkab Barito Utara Gandeng BPD Kalteng
- DPRD Dukung Pembenahan BUMD, Tajeri Soroti Pelayanan BBM
Rutin Setiap Tahun Gelar Operasi Katarak di Majalengka, Ini Target Capaiannya

MEGAPOLITANPOS.COM, Majalengka -Pemerintah Kabupaten Majalengka melalui Dinas Kesehatan secara rutin setiap tahunnya menggelar operasi katarak gratis, hal ini bertujuan guna menekan tingginya jumlah angka penderita katarak di Kabupaten Majalengka. "Awal tahun 2022 ini pelaksanaan bertempat di UPT Puskesmas Maja, tepatnya pada hari Kamis (24/03/2022) kemarin. Secara rutin dilaksanakan setiap tahunnya dengan jumlah capaian yang berbeda, operasi katarak ini gratis untuk warga Majalengka," kata, Kepala Dinas Kesehatan dr. H Harizal Ferdiansyah Harahap MM. Sabtu, (26/03/2022) Menurutnya, berbeda dari tahun sebelumnya. Dalam dua tahun masa pandemi pelaksanaan dengan memperketat protokol kesehatan, target tahun ini jumlahnya untuk 50 orang di Kabupaten Majalengka. Walaupun kita masih dihadapi dengan pandemi, kita tidak boleh berhenti membantu masyarakat yang memiliki penyakit. "Seperti diketahui bahwa setidaknya tercatat 1 (satu) miliar orang dengan gangguan penglihatan bisa dicegah, data Rapid Assessment Of Avoidable Blindness (RAAB) menyebutkan di tahun 2014-2016 jumlah penduduk Indonesia berusia lebih dari 50 tahun dengan gangguan penglihatan mencapai 8 juta jiwa," ungkap, Kadinkes. Dijelaskan dia, artinya dari jumlah tersebut 1,6 juta jiwa menderita kebutaan dan yang menjadi penyebab kebutaan terbesar di Indonesia adalah katarak. "Oleh sebab itu sekitar 1,3 juta penduduk Indonesia memerlukan operasi katarak untuk mengembalikan penglihatannya," jelasnya. Ditempat yang sama, H. Mumu Hermawan, SKM.,MH sebagai Subkor P2 Penyakit Tidak Menular & Keswa disela-sela kegiatan menambahkan dengan menjelaskan capaian target jumlah persentase hasil program operasi katarak secara terinci. "Pemerintah terus mendukung pelaksanaan ini, sehingga capaian target selalu meningkat setiap tahunnya. Tercatat sekira dari nol sekian koma dua jumlah penduduk di tahun 2020 saja menargetkan sebanyak 2.421 dengan capaiannya 952 atau hanya 39.32 persen," paparnya. Sedangkan tahun 2021 dari target 2.454, capaian 2.156 dengan jumlah presentasenya 87.9 persen. Perbandingan di tahun sebelumnya yakni pada 2018 yang dilaksanakan 3 (tiga) kali dengan operasi ada 300 jumlah kasus. "Tahun 2019 dilaksanakan 4 (empat) kali jumlah kasus yang dioperasi 391 kasus, di tahun 2020 dilaksanakan hanya satu kali dengan jumlah kasus yang dioparasi 85 kasus dan tahun 2021 dilaksanakan 2 kali, dengan jumlah 98 orang," terangnya. Dimasa pandemi, dia kembali menjelaskan. Capaian target operasi katarak massal sebelum pandemi Covid-19 yaitu sebanyak 100 kasus pada setiap kali kegiatan. Setelah adanya pandemi Covid-19 dibatasi hanya untuk 50 kasus jumlah orang yang dioperasi. ** (Agit)








.jpg)

.jpg)






