- Anggota DPRD Barito Utara Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-63 untuk Ketua DPRD Hj Mery Rukaini
- Kodim 1013 Muara Teweh Ucapkan Selamat Memperingati Kenaikan Yesus Kristus 2026
- DPRD Hadiri Rakor Tata Kelola Pemkab Barito Utara di Gedung KPK RI
- BRI Life Hadirkan CSR Berkelanjutan: Dari Kesehatan Mata hingga Penguatan Ekonomi Desa
- KPK Dampingi Perbaikan Tata Kelola, Pemkab Barito Utara Siapkan Langkah Pembenahan
- Di Forum KPK, Bupati Shalahuddin Beberkan Evaluasi Tata Kelola Pemkab Barito Utara
- Polisi dan Masyarakat Barito Utara Bersinergi Jaga Kerukunan Antarumat Beragama
- Kolaborasi Lintas Kementerian Dorong UMKM Kreatif Naik Kelas Lewat Akad Massal KUR di Bali
- BNI Perkuat Regenerasi Bulu Tangkis Nasional, Ubed Tunjukkan Kelas di Thailand Open 2026
- LPDB Koperasi Hadir di Pontianak, Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas Lewat Coaching Clinic
Pj. Bupati Pidie Sampaikan Pesan Pada Chief de Mission Meeting (CdM) PORA XIV
Kami mengharapkan untuk menjadikan PORA ini sebagai ajang silaturahmi seluruh masyarakat Aceh

Keterangan Gambar : Chief de Mission Meeting di Aula Suman Mark Pidie
MEGAPOLITANPOS.COM: Aceh-Pelaksanaan Pekan Olahraga Aceh (PORA) tinggal menghitung hari. Pemerintah Kabupaten Pidie dan KONI Aceh melaksanakan kegiatan Chief de Mission Meeting di Aula Suman Mark Pidie pada 23 November 2022.
Dalam kesempatan itu Pj. Bupati Pidie Berpesan kepada suruh Peserta Meeting agar menjadikan Pesta Olahraga ini sebagai momentum Mempererat Silaturahmi seluruh Masyarakat Aceh.
"Kami mengharapkan untuk menjadikan PORA ini sebagai ajang silaturahmi seluruh masyarakat Aceh" tuturnya di hadapan seluruh peserta Meeting.
"PORA ini bukan sebagai ajang berkompetisi dan juga persaingan, namun lebih sifatnya bertukar ilmu sehingga bertambah ilmu antar sesama kontingen" tuturnya.
Hadir dalam Meeting Ketua KONI Aceh Muzakir Manaf, Pj. Bupati Pidie Wahyudi Adisiswanto, Ketua PB PORA XIV Pidie Samsul Azhar dan Unsur Kepanitiaan setempat.
"Kami Pemerintah Kabupaten Pidie hanya berusaha menjadi tuan rumah yang baik bagi tamu-tamu yang hadir. Jadi secara keseluruhan untuk membangun nuansa kekeluargaan, tanpa ada kepentingan politik sehingga akan tercipta Keluarga Aceh yang sebenarnya" pungkasnya.








.jpg)



.jpg)




