Breaking News
- Pak Gembus SPOT Plus Hadir di Tebet, Bukti Inovasi Waralaba Kuliner Indonesia Terus Berkembang
- Pemutihan Denda Pajak Kendaraan di Jakarta Fair 2026 Diminati Pengunjung
- Tangis dan Penantian 75 Tahun: Pemerintah Belanda Akhirnya Minta Maaf kepada Komunitas Maluku
- Bupati Eman Pacu Atlet Majalengka, Target Tembus Juara Porprov 2026
- Wabup Dena Resmikan Al Khalifah, Harapan Baru Pendidikan Majalengka
- RDP PETI Barito Utara Hasilkan Dua Keputusan Penting, WPR Segera Diusulkan
- HUT ke-499 Jakarta, Pramono Tegaskan Kota Global Harus Tetap Berpihak pada Rakyat
- Lebih dari Seabad Berdiri, Sekolah Panggung di Malabar Simpan Sejarah Pendidikan Bangsa
- Ghost Buzzer Bidik 300 Ribu Penonton, Hadir di XXI dan Netflix
- Sambut HUT ke-499 Jakarta, Pemprov DKI Sebut Jakarta Fair Jadi Simbol Kolaborasi dan Kemajuan Kota
Melalui Adiwiyata Bentuk Tanggung Jawab Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup.

MEGAPOLITANPOS.COM, Kabupaten Tangerang- Beberapa Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SMP) Negeri, kini mengikuti lomba Sekolah Adiwiyata tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2022. Dalam penilaian nantinya dilakukan secara bertahap mulai Senin (14/03) hingga satu pekan ke-depan. Penilaian Adiwiyata bertujuan untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan hidup melalui kegiatan pembinaan, penilaian dan pemberian penghargaan Adiwiyata kepada sekolah. Salah satu sekolah yang ikut serta dalam penilaian Adiwiyata adalah sekolah SMP.N.1.Pagedangan, lengkong Kulon, Kecamatan Pagedangan, sekolah yang memiliki luas area 9.000 meter, dengan 21 rombel dan 28 guru pengajar. Kepala sekolah SMP.N1.Pagedangan. Baehaki. SH. MPd. Mengatakan bahwa saat ini sekolahnya dinilai sudah bisa mengikuti agenda penilaian Adiwiyata, karena Adiwiyata itu bukan saja dinilai dari lingkungan dan keindahan sekolah, tetapi juga harus dilihat dari Admintrasi sekolah yang harus baik. “Sekolah yang telah mengikuti lomba ini paling tidak sudah mulai menyadari arti pentingnya berbudaya lingkungan hidup di sekolah. Sekolah Adiwiyata adalah sekolah yang telah menerapkan sistem dengan maksud untuk mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata kelola sekolah yang baik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan,” kata Baehaki, kepada awak media, Kemis (17/03/2022). Baehaki mengatakan, target sasaran Adiwiyata adalah lingkup pendidikan formal setingkat SMP atau sederajad. Sekolah menjadi target pelaksanaan karena sekolah turut andil dalam membentuk nilai-nilai kehidupan, termasuk nilai-nilai untuk peduli & berbudaya lingkungan hidup. “Sekolah-sekolah yang telah melaksanakan program Adiwiyata berhak untuk mendapatkan penilaian dan selanjutnya diberikan penghargaan yang diberikan secara berjenjang. Soal nomor prestasi, bukan tujuan utama, namun yang paling utama adalah membangkitkan kepedulian dan berbudaya lingkungan hidup dalam kehidupan di sekolah,” kata Baehaki lagi. Kriteria penilaian penghargaan Adiwiyata, jelas Baehaki, meliputi empat aspek yaitu, aspek kebijakan sekolah yang berwawasan lingkungan hidup, aspek kurikulum sekolah berbasis lingkungan hidup, aspek kegiatan lingkungan di sekolah berbasis partisipatif dan aspek pengelolaan sarana dan prasarana pendukung sekolah yang ramah lingkungan. “Sekolah yang telah menerapkan Program Adiwiyata dapat merasakan manfaat baik bagi penerapan sistem belajar, proses belajar dan hasil pembelajaran khususnya bagi peserta didik,” kata Baehaki. Sementara itu, H.Munawar. SPd, Guru Senior SMP.N.1.Legok. mengatakan, pihaknya sangat mendukung program Adiwiyata yang digalakan oleh pemkab Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup. “Program Adiwiyata kami nilai mampu mengubah perilaku warga sekolah untuk melakukan budaya pelestarian lingkungan serta mampu menciptakan kondisi belajar mengajar yang lebih nyaman dan kondusif bagi seluruh warga sekolah,” kata H. Munawar. Hal senada juga diungkapkan Kepsek SMP N.4 Kabupaten Tangerang. Purhaningsih SE Menurutnya , program Adiwiyata mampu menjadi tempat pembelajaran bagi generasi muda tentang pemeliharaan dan pengelolaan lingkungan hidup yang baik, dan benar. “Melalui penilaian Adiwiyata ini, kami nilai mampu menciptakan kondisi yang lebih baik bagi sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah mulai dari guru, siswa, orang tua siswa, dan warga masyarakat sekitar sekolah,” tutup Purhaningsih .(Esty)

.jpg)






.jpg)








