- Patroli Malam Babinsa dan Komduk, Bentuk Nyata Kemanunggalan TNI Dengan Rakyatnya.
- Dorong Wartawan Berkualitas, PWI Jaya Gelar UKW Angkatan ke-66, di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat
- Menjangkau Siberut Memperkuat Wirausaha Terdampak Bencana
- Status Tanggap Darurat Karhutla Barito Utara Diperpanjang hingga 15 Oktober
- Pemkab Barut Tegaskan Arah Kebijakan RAPBD 2027
- Sport City Jadi Strategi Baru Kota Tangerang Gerakkan Hotel, UMKM dan Tingkatkan Ekonomi.
- Melihat Lebih Dekat Batik Khas Kota Tangerang dan Upaya Pelestariannya.
- Dandim 0506/Tgr Pimpin Momen Kenaikan Pangkat Personel Bintara dan Tamtama.
- Lewat Layanan Pengukuran Terjadwal, Masyarakat Bisa Tentukan Waktu Pengukuran secara Pasti.
- Tan Ngi Hing Anggota Komisi II DPRD Kota Blitar Respon Positif Skema Baru BGN untuk SPPG Mulai 5 Oktober.
Lepas 286 PMI ke Korsel, Deputi BP2MI: Minat Bekerja ke Luar Negeri melalui Program G to G Meningkat Tinggi

Keterangan Gambar : Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan kawasan Asia Afrika BP2MI, A Gatot Hermawan saat memberikan sambutan motivasi kepada 286 PMI Program G to G Korea Selatan.
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) melepas 286 pekerja migran Indonesia (PMI) program Government to Government (G to G) ke Korea Selatan. Kali ini seremoni pelepasan dipimpin oleh Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan kawasan Asia Afrika BP2MI, A Gatot Hermawan.
Dalam sambutannya, Gatot mengatakan, semangat untuk mendorong pelayanan prima dan transparansi menjadi bagian penting yang dilakukan BP2MI. Pelayanan tersebut dimotori atau diorkestrasi langsung Kepala BP2MI, Benny Rhamdani.
"Ada perubahan besar terjadi di BP2MI. Di era BP2MI dipimpin Pak Benny Rhamdani transparansi pelayanan menjadi prioritas. Saya mengajak kalian semua melihat ini dalam bentuk wajah Pekerja Migran Indonesia (PMI) saat ini. Ada dua potret perbandingan PMI, yang satunya PMI yang berangkatnya resmi dan kedua, yang diberangkatkan secara ilegal," beber Gatot dihadapan ratusan PMI, di Hotel Peninsula, Slipi, Jakarta Barat, Senin, (29/5/2023).
Baca Lainnya :
- Patroli Malam Babinsa dan Komduk, Bentuk Nyata Kemanunggalan TNI Dengan Rakyatnya.
- Dorong Wartawan Berkualitas, PWI Jaya Gelar UKW Angkatan ke-66, di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat
- Menjangkau Siberut Memperkuat Wirausaha Terdampak Bencana
- Status Tanggap Darurat Karhutla Barito Utara Diperpanjang hingga 15 Oktober
- Pemkab Barut Tegaskan Arah Kebijakan RAPBD 2027
Lebih lanjut Gatot memberikan uraian wajah buram penempatan ilegal yang marak terjadi, dan mengajak PMI bersama keluarganya, mengajak masyarakat agar mengikuti proses yang resmi ketika mau menjadi PMI. Menurut Gatot, BP2MI terdepan memerangi sindikat penempatan ilegal PMI.
"PMI yang berangkatnya tidak resmi resikonya sangat besar. Banyak kejadian mengerikan terjadi karena memakan korban para PMI yang berangkat bekerja ke Luar Negeri karena dibujuk calo. Sekarang antusiasme masyarakat untuk mendaftar, yang berminat bekerja ke Luar Negeri melalui program G to G sangat meningkat tinggi," kata Gatot.
Bahwa apa yang terjadi merupakan buah dari glorifikasi yang dilakukan BP2MI selama ini. Tidak hanya itu, perbaikan tata kelola penempatan PMI menjadi perhatian serius Kepala BP2MI. Yang lebih menggembirakan lagi, tambah Gatot, pemerintah telah menyediakan fasilitas VVIP untuk PMI.
"Sekarang PMI yang mengikuti preliminary digratiskan. Biayanya ditanggung negara. Baru pertama terjadi di era Pak Benny. Fasilitas berupa lounge, help desk, dan fast track juga diberikan pemerintah. Sekarang PMI diberikan Credential Letter. Saya berpesan kepada kalian 286 PMI yang dilepas hari ini agar ketika berada di Luar Negeri PMI jangan kabur-kaburan. Bekerjalah dengan baik dan profesional,’’ lugas Gatot, dikutip tim humas BP2MI.(*)

.jpg)














