- KUMITRA Buka Akses Usaha Mikro Aceh ke Rantai Pasok Ritel
- Sri Rahayu Resmi Pimpin PDAM, Eman Soroti Pelayanan Air dan Kekompakan
- BNN RI dan Australian Federal Police Perkuat Kemitraan Brantas Jaringan Narkotika
- 638 Prajurit Satgas BGC TNI Konga 39-H MONUSCO Diberangkatkan Tugas Misi PBB ke Kongo
- Sambut HUT ke 81, KAI Ajak 607 Anak Panti Asuhan Naik Whoosh
- Cegah Kejahatan Malam, TNI Dan Komduk Intensifkan Patroli/Siskamling .
- Bupati Tangerang Sambangi Bayi Berpenyakit Jantung.
- Kementerian UMKM Integrasikan SAPA UMKM dengan InaExport untuk Perkuat Ekspor
- JPO Alun-alun Majalengka Mulai Dibangun, Bakal Jadi Ikon Baru Kota
- Iing Misbahuddin di Sadawangi, Kalimat Singkatnya Jadi Perhatian
KPOP, Anies, Dan Ini Medan Bung
M. Chozin Amirullah, Ketua Dewan Pembina Rekan Anies.

Keterangan Gambar : Anies di Kota Medan
MEGAPOLITANPOS.COM: Opini Warga: Beberapa waktu lalu saya mendapat sebuah video kiriman tentang histeria anak-anak muda menyambut idol group asal Korea Selatan di Bandara. Menurut info di di video tersebut, fans tersebut heboh saat menyambut idol group NCT Dream.
Saya sendiri bukan penggemar K-Pop, walaupun terkadang menonton beberapa drama Korea atau film Korea yang menurut saya bagus. Selain Squid Game yang fenomenal dan Parasite yang memenangkan empat kategori Oscar, saya juga sangat menyukai film Joint Security Area.
Kembali lagi pada histeria massa terhadap idol group Korsel, saya kemudian berpikir. Mengapa mereka sampai seheboh itu? Apa yang membuat para anak muda dan remaja tersebut sampai datang jauh-jauh ke bandara untuk menemui artis idola mereka?
Baca Lainnya :
- Sri Rahayu Resmi Pimpin PDAM, Eman Soroti Pelayanan Air dan Kekompakan
- JPO Alun-alun Majalengka Mulai Dibangun, Bakal Jadi Ikon Baru Kota
- Iing Misbahuddin di Sadawangi, Kalimat Singkatnya Jadi Perhatian
- Anto Febrianto Gaspol! Pemuda Majalengka Diajak Jauhi Narkoba
- Polres Majalengka Bongkar 20 Kasus, 40 Tersangka Diciduk!
Saya mencoba menarik sebuah kesimpulan, bahwa histeria tersebut berawal dari rasa cinta, suka, dan percaya kepada sosok idola. Bila anak-anak muda tersebut tidak cinta, tidak suka, dan tidak percaya pada NCT Dream, bagaimana mana mungkin mereka jauh-jauh datang ke bandara untuk bertemu dengan group idola mereka? Rasanya tidak mungkin.
Anak-anak muda tersebut datang ke bandara atas kemauan sendiri, tentu dengan biaya sendiri. Rasa cinta, suka, dan percaya itu yang menggerakkan mereka. Semua dilakukan dengan rela hati dan juga senang hati agar bisa bertemu dengan sosok idolanya.
Saya lalu berpikir, apakah ada sosok tokoh publik Indonesia yang dicintai seperti idol group di Indonesia? Bila ada, saya akan ikut berbangga. Sebab, ada tokoh publik, apalagi bukan berasal dari kalangan artis, yang benar-benar dicintai rakyatnya.
Akhirnya, pertanyaan yang saya simpan di hati tersebut terjawab setelah mendapat kiriman video dari seorang teman di Medan. Teman tersebut membagikan video tentang penjemputan Anies Baswedan pada 4 November lalu di Bandara Kuala Namu.
Jumlah massanya tidak kalah dengan massa penyambut NCT Dream. Bahkan jauh lebih banyak. Massa yang menyambut Anies sudah menyemut mulai dari terminal kedatangan bandara, di luarnya, sampai parkiran, bahkan sepanjang jalan yang dilalui Anies.
Ingat, di sini Anies datang bukan sebagai pejabat negara. Dia tidak menggunakan fasilitas negara sama sekali. Meskipun dia pernah menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, tapi masa jabatannya sudah selesai. Dia datang ke Medan sebagai seorang warga negara biasa. Namun, sambutannya sangat luar biasa.
Penyambutan massa saat Anies ke Medan ini merupakan bukti bahwa dia sosok pemimpin yang dicinta, disuka, dan dipercaya oleh rakyat. Tanpa membawa apa pun, tanpa membagi-bagikan apa pun, massa berjubel menyambutnya. Padahal tak ada acara lempar buku, lempar kaos, maupun lempar topi. Baik menggunakan uang pribadi, apalagi uang negara.
Fenemona penyambutan Anies yang gegap gempita tersebut saya yakin akan terus terjadi di daerah-daerah lain di Indonesia. Kesantunan, kecerdasan, dan kharisma Anies memang layak membuat dirinya dicinta, disuka, dan dipercaya.
Tanpa menunggu 2024, saya sudah punya kesimpulan hari ini. Bila saatnya tiba untuk pemilihan presiden, saya sudah tahu harus memilih siapa. Sudah pasti pada sosok yang dicinta, disuka, dan dipercaya rakyat, yang baru kemarin saya lihat penyambutannya yang meriah di Medan.







.jpg)








