Breaking News
- Wabup Majalengka : Perang Melawan Narkoba Tak Boleh Berhenti Lagi
- Kapolres Majalengka Nyatakan Perang Total, Bandar Narkoba Diburu
- Kementerian UMKM Kawal Pemulihan Ekonomi Korban Bencana Sumatera hingga 2028
- Sukses Gelaran Festival Es Campur Merdeka Khas Blitar, Awak Media Hadir Berkontestasi
- Nurhadi Gelar Jalan Sehat Merdeka di Kerjen Blitar Hadianya paling Spektakuler Dinosaurus
- Bioskop Mini Jak Cinema Hadir di Rusun Pasar Rumput, Warga Bisa Nonton Film Indonesia Mulai Rp15 Ribu
- Kepala Desa Sumberjo Ajarkan Generasi Muda Produktif Kreatif Apa Kiatnya
- PSHT Cabang Kota Blitar Pusat Madiun Boyong 19 Medali di Kejurnas SH Terate UIN Satu Cup IV
- Mulai 31 Agustus, Pemkot Jaktim Larang PKL Berjualan di Trotoar Jalan Raya Bogor Kramat Jati
- Semarak HUT RI Ke-81, PAUD Melati 08 Kalibata Gelar Aneka Lomba
Komen Ruhut Sitompul Soal Pernikahan Putri Anies Baswedan, Cendrung Rasis.
MEGAPOLITANPOS.COM: Jakarta - Ruhut Sitompul yang mengomentari Anies Baswedan yang menggunaian bahasa Arab pada pernikahan putrinya membuktikan kalau otaknya hanya berisi sampah dan cendrung rasis.
Alih-alih ingin bergaya seperti intelektual namun wawasan dan pemikirannya tidak menunjukan kecerdasan sama sekali. Hal ini bisa dilihat dari komen Ruhut Sitompul pada cuitannya.
Dalam cuitan Ruhut Sitompul menanggapi soal Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang menikahkan putrinya menggunakan Bahasa Arab.
Ruhut Sitompul menyindir, Anies Baswedan mengaku-ngaku sebagai orang asli Jogyakarta, namun bahasanya ternyata Arab.
“Baru aku ta’u yang suka ngaku-ngaku asli Jokya itu, bahasanya Bahasa Arab,” kata Ruhut Sitompul melalui akun Twitter @ruhutsitompul.
"Dari isi komen Ruhut itu kita takar kecerdasan dia, ternyata otaknya hanya berisi sampah sehingga yang lahir dari kepalanya terucap dari mulutnya juga sampah, bahkan cendrung rasis" ujar Agung Nugroho, Ketua Nasional Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia kepada media.
Menurut Agung Nugroho, cuitan Ruhut tersebut lebih didominasi oleh tendensius semata kepada Anies Baswedan, sehingga dia mengkomentari sesuatu yang dia sendiri tidak memahami terkait tata cara akad nikah dalam agama Islam.
Dalam Islam diperbolehkan melangsungkan akad nikah menggunakan Lafaz dalam bahasa Arab seperti yang dilakukan Nabi Muhammad ketika menikahkan Ali dan Fatimah. Namun Islam juga meringakan bagi yang tidak mampu menggunakan lafaz dalam bahasa Arab dengan menggunakan bahasa yang dimengerti oleh Pihak yang menikahkan dan pihak yang dinikahkan.
"Perlu ditanya ke Ruhut apakah orang Jogja yang muslim tidak boleh menggunakan bahasa Arab dalam aktivitas apapun? apalagi ucapan yang diucapkan Anies adalah kalimat kebaikan. " tanya Agung.
Agung mengingatkan kepada Ruhut Sitompul untuk mengakhiri politik adu domba yang bisa menyebabkan perpecahan di masyarakat. Apalagi Ruhut Sitompul adalah tokoh politik partai yang seharusnya memberikan keteladan bagaimana persatuan dan hidup rukun itu bisa terwujud terus di bumi Indonesia.
"Cukup sudah cebong kampret, kadrun kodok yang selama 10 tahun ini hanya menghasilkan opini dan perdebatan yang tidak produktif di masyarakat." pesan Agung.




.jpg)












