Breaking News
- Kemenkop Fasilitasi MoU Koperasi Gambir & ID FOOD untuk Ekspor ke India-Pakistan
- FPPM dan Konsultan Hukum Desak Negara Harus Segera Hadir Atasi Konflik Pertanahan
- Pelebaran Jalan Yetro Sinseng dan Tumenggung Ditargetkan Selesai Desember 2026
- Usung Semangat Sportivitas, Endriansyah Siap Ramaikan Bursa Calon Ketua Umum The Jakmania
- Pembangunan Jalan Daerah di 37 Provinsi Rampung dan Diresmikan Presiden, Total 1.151 Km
- Pak Gembus SPOT Plus Hadir di Tebet, Bukti Inovasi Waralaba Kuliner Indonesia Terus Berkembang
- Pemutihan Denda Pajak Kendaraan di Jakarta Fair 2026 Diminati Pengunjung
- Tangis dan Penantian 75 Tahun: Pemerintah Belanda Akhirnya Minta Maaf kepada Komunitas Maluku
- Bupati Eman Pacu Atlet Majalengka, Target Tembus Juara Porprov 2026
- Wabup Dena Resmikan Al Khalifah, Harapan Baru Pendidikan Majalengka
Komen Ruhut Sitompul Soal Pernikahan Putri Anies Baswedan, Cendrung Rasis.
MEGAPOLITANPOS.COM: Jakarta - Ruhut Sitompul yang mengomentari Anies Baswedan yang menggunaian bahasa Arab pada pernikahan putrinya membuktikan kalau otaknya hanya berisi sampah dan cendrung rasis.
Alih-alih ingin bergaya seperti intelektual namun wawasan dan pemikirannya tidak menunjukan kecerdasan sama sekali. Hal ini bisa dilihat dari komen Ruhut Sitompul pada cuitannya.
Dalam cuitan Ruhut Sitompul menanggapi soal Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang menikahkan putrinya menggunakan Bahasa Arab.
Ruhut Sitompul menyindir, Anies Baswedan mengaku-ngaku sebagai orang asli Jogyakarta, namun bahasanya ternyata Arab.
“Baru aku ta’u yang suka ngaku-ngaku asli Jokya itu, bahasanya Bahasa Arab,” kata Ruhut Sitompul melalui akun Twitter @ruhutsitompul.
"Dari isi komen Ruhut itu kita takar kecerdasan dia, ternyata otaknya hanya berisi sampah sehingga yang lahir dari kepalanya terucap dari mulutnya juga sampah, bahkan cendrung rasis" ujar Agung Nugroho, Ketua Nasional Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia kepada media.
Menurut Agung Nugroho, cuitan Ruhut tersebut lebih didominasi oleh tendensius semata kepada Anies Baswedan, sehingga dia mengkomentari sesuatu yang dia sendiri tidak memahami terkait tata cara akad nikah dalam agama Islam.
Dalam Islam diperbolehkan melangsungkan akad nikah menggunakan Lafaz dalam bahasa Arab seperti yang dilakukan Nabi Muhammad ketika menikahkan Ali dan Fatimah. Namun Islam juga meringakan bagi yang tidak mampu menggunakan lafaz dalam bahasa Arab dengan menggunakan bahasa yang dimengerti oleh Pihak yang menikahkan dan pihak yang dinikahkan.
"Perlu ditanya ke Ruhut apakah orang Jogja yang muslim tidak boleh menggunakan bahasa Arab dalam aktivitas apapun? apalagi ucapan yang diucapkan Anies adalah kalimat kebaikan. " tanya Agung.
Agung mengingatkan kepada Ruhut Sitompul untuk mengakhiri politik adu domba yang bisa menyebabkan perpecahan di masyarakat. Apalagi Ruhut Sitompul adalah tokoh politik partai yang seharusnya memberikan keteladan bagaimana persatuan dan hidup rukun itu bisa terwujud terus di bumi Indonesia.
"Cukup sudah cebong kampret, kadrun kodok yang selama 10 tahun ini hanya menghasilkan opini dan perdebatan yang tidak produktif di masyarakat." pesan Agung.





.jpg)





.jpg)





