Jelang Lebaran Brebes Optimis Suplai Bawang Merah Jabodetabek

By Achmad Sholeh(Alek) 09 Apr 2022, 11:33:15 WIB Headline
Jelang Lebaran Brebes Optimis Suplai Bawang Merah Jabodetabek

Poto:Panen Bawang Merah di Pesantunan Brebes(Poto ASl/MP). Brebes(MegapolitanPos.com)-Kabupaten Brebes merupakan salah satu sentra produksi bawang merah di Indonesia. Kontribusinya terhadap total produksi bawang merah nasional mencapai 30 persen. Oleh karena itu, bawang merah menjadi andalan karena selain memiliki nilai ekonomis yang tinggi bawang merah sudah menjadi sumber penghasilan utama bagi masyarakat Brebes. Produksi bawang merah Kabupaten Brebes pada tahun 2019 berdasarkan data Badan Pusat Statistik sebesar 3,03 juta kuintal dan mengalami peningkatan pada tahun 2020 menjadi 3,8 juta kuintal sementara produksi nasional tahun 2020 sebesar 1,8 juta ton. Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Kadin PKP) Kabupaten Brebes Yulia Hendrawati, produksi bawang merah pada bulan Maret diperkirakan sebesar 15.840 ton. Angka ini menurutnya bisa lebih karena panen masih berlangsung, ditambah sisa bawang merah dari masa panen sebelumnya. “Brebes optimis bisa mensuplai kebutuhan bawang merah Jabodetabek menghadapi puasa Ramadhan dan lebaran. Produksi di sini masih tinggi,” kata Yulia belum lama ini, Kamis (24/3/2022). Lebih lanjut, Yulia menambahkan bahwa kebutuhan bawang merah tidak mengenal waktu sementara bawang merah sendiri merupakan komoditas musiman. Menurutnya, hal itulah yang menyebabkan harga bawang merah mengalami fluktuasi. Ia mengungkapkan bahwa harga bawang merah rogol basah di tingkat petani sebelum memasuki masa panen raya adalah Rp 18-20 ribu per kilogram, biasanya akan turun saat panen raya menjadi Rp 8 – 10 ribu dan kembali naik setelah panen di harga Rp 13-14 ribu. “Hal yang sama juga untuk bawang kering. Sebelum panen Rp 20-23 ribu, saat panen raya 11-13 ribu, dan naik kembali setelah panen raya menjadi Rp 16-17 rb per kilogram. Jadi, panen raya itu paling mempengaruhi, harga pasti turun. Dan harga di Brebes menjadi acuan di daerah lain,” jelas dia. Agar petani bawang merah tetap mendapatkan harga yang bagus saat panen dan stok berkesinambungan, Yulia mengharapkan ada pengaturan pola tanam di masing-masing daerah termasuk jalur distribusinya. “Pengaturan distribusi dari daerah surplus ke daerah minus sehingga nanti menjadi seimbang. Maksudnya begini, daerah surplus-surplus, ditarik ke beberapa titik kumpul yang besar sehingga pengelolaan dan pengontrolannya lebih mudah dan efisien. Sehingga distribusi lebih mudah, daerah yang surplus tapi jumlahnya terbatas tidak tercecer,” ungkap Yulia.(ASl/Red/MP).




  • Resmikan Sundra Family Care, Menkop Apresiasi Diversifikasi Bisnis Kopontren Sunan Drajat Jatim

    🕔20:08:59, 10 Mar 2026
  • Arab Saudi Larang Impor Unggas dan Telur dari Indonesia Mulai 1 Maret 2026

    🕔11:35:56, 03 Mar 2026
  • Dewas BPJS 2026-2031 Terpilih, Forum Jamsos Minta Pengawasan Jangan Formalitas

    🕔03:55:46, 06 Feb 2026
  • Korban KSPSB Desak Negara Hadir, Proses PKPU Gagal dan Hukum Dinilai Mandek

    🕔18:49:46, 27 Jan 2026
  • Saskia Chadwick Dijuluki The Next Ratu Horor Indonesia, Bersinar di Film Kolaborasi Korea

    🕔02:32:38, 14 Jan 2026