Breaking News
- Maryono Apresiasi Kontribusi Ormas dalam Menjaga Trantibum.
- 20 Siswa Keracunan MBG SPPG Cik Ditiro Telan Korban Diduga Dari Makanan Rolade Telur.
- Kemenkop Fokus Perkuat KDKMP dan Tata Kelola Koperasi Nasional
- Temuan Botol Miras dan Dugaan Pungli di Kalijodo, Pramono: Sudah Saya Minta Dibersihkan
- Bupati Minta Kepala Perangkat Daerah Kawal Pelaksanaan APBD Perubahan 2026 Secara Bertanggung Jawab
- Paripurna APBD Perubahan 2026, Pemkab Barito Utara Tekankan Anggaran Berorientasi Kepentingan Masyarakat
- Nurhadi DPR RI: Keracunan Masal Puluhan Siswa di Blitar BGN, Dinas Kesehatan Investigasi Mendalam .
- Maryono: Jangan Ragu, Asalkan Benar dan Sesuai Aturan!
- Evaluasi SAKIP, Maryono: Tak Cuma Terserap, Harus Berdampak.
- Koramil 12/Rajeg Perkuat Budaya Kebersihan, Bersihkan Sampah.
Cegah Tangkal Dini Sebaran PMK, Polsek Lotim, Lakukan Pemeriksaan Hewan Ternak Milik Warga Kelurahan

MEGAPOLITANPOS COM, Blitar - Untuk mengantisipasi dan deteksi dini terhadap trend Penyakit Kuku dan Mulut (PKM) Polres Kabupaten Blitar membentuk tim gabungan Satgas Pangan dengan menyelenggarakan kegiatan BBKTM di Kelurahan Kalipang masuk wilayah hukum Polsek Lodoyo Timur pada Kamis (11/05/22), peninjauan dipimpin anggota polsek setempat Aipda Malikul Khamdayu, S.H. . "Dalam pencegahan wabah PMK ( penyakit kuku dan mulut ) pada hewan ternak seperti sapi, kerbau, kambing, domba, kuda, dan babi milik masyarakat,"ujar Malikul. Pemeriksaan oleh tim gabungan saat itu menyasar ke kandang sapi dan kambing milik H. Baidi dan Kandang Babi milik Gunawan, yang berada di Lingkungan Brubuh Kelurahan Kalipang Kecamatan Sutojayan Kab. Blitar " Dalam kegiatan ini kami memberikan himbauan tentang merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak, mensosialisasikan penanganan PMK,"tuturnya. Selanjutnya petugas juga memberikan pencerahan diantaranya dengan mengajak masyarakat mengenali gejala PMK Hewan Ternak. Jika ditemukan Simptom, masyarakat agar segera melakukan Isolasi, mengubungi dinas peternakan atau Dokter hewan untuk diobati. Selanjutnya agar melakukan Observasi selama 14 hari, bila hewan ternak menunjukkan Gejala membaik tetap diisolasi jangan menjual ternak yang sedang ternak sakit. "Setelah 14 hari ke-2 masyarakat ini agar menghubungi dinas peternakan atau dokter hewan untuk dilakukan pengambilan sempel guna menentukan kondisi ternak, bila sudah ada keterangan sehat dari dinas maka hewan ternak dapat dijualbelikan atau dikembalikan ke kandang,"jlentrehnya. Petuga juga meminta agar masyarakat selali membersihkan tangan dan Baju sebelum memindahkan Babi yang lain. Tidak menjual sapi dalam kondisi sakit. Menginformasikan mekanisme lalu lintas hewan ternak dari dan menuju daerah terkena wabah. Menjelaskan kapan hewan ternak harus dipotong paksa, lokasi dan prosedur. Sementara itu Kapolsek Lodoyo Timur AKP Agus Susanto, S.H juga menyampaikan, dalam kegiatan pencegahan wabah PMK diharapkan warga tidak panik dan seletif dalam membeli / mendatangkan serta kehati hatian dalam memelihara hewan ternak, semoga wabah PMK tidak sampai masuk di wilayah Kabupaten Blitar. ( za/mp)


.jpg)













