- Baznas Majalengka Siapkan 10 Masjid Jadi Motor Penggerak Ekonomi Umat
- Pempek King Al-Bar99 Sensasi Khas Palembang Hadir di Pasar Kemis.
- Yonif TP 338 Majalengka Bergerak, dari Pangan hingga Kesehatan
- Bupati Eman Hadir, Makom Albab Majalengka Siap Tancap Gas 2026-2031
- Anggaran Kementerian dan Lembaga Dipotong 30 Persen per 8 Oktober, Begini Instruksi Menkeu!
- Koramil 09/Mauk Gelar Patroli Malam, Antisipasi Daerah Rawan Begal.
- Wujud Sinergi TNI dan Komduk, Dibangun Dengan Jaga Keamanan .
- Transformasi Bank DKI Jadi Bank Jakarta, Pemprov DKI Dorong Ekspansi Bisnis
- Kisah Inspiratif Dwi Suswanti Raih Gelar Doktor, Meski Sang Ibu Tak Lulus SD
- 174 Pelajar Ikuti Persami KKRI 2026 di Menarhanud 10/ABC.
BEP Kurang Dari 1 Tahun, Nona Manis Makin Diminati Diaspora

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta- Bisnis kuliner merupakan bisnis yang banyak diminati oleh pengusaha termasuk pengusaha pemula. Tentunya, jenis hidangan yang disajikan harus menyesuaikan dengan cita rasa masyarakat yang bermukim di sekitar area bisnis kuliner tersebut.
Dengan jumlah diaspora Indonesia yang banyak, Belanda menjadi negara yang potensial sebagai lokasi bisnis kuliner masakan Indonesia.
Diaspora Indonesia Renu Lubis menikah dengan Eduard Roesdi dan kemudian sama-sama mendirikan restoran Nona Manis di Oegstgeest, Belanda. Renu lebih banyak berperan untuk managerial restoran, sedangkan Eduard adalah chef yang bertugas untuk menjaga cita rasa dan kualitas hidangan.
Baca Lainnya :
- Kementerian UMKM Fasilitasi 1.000 Pengusaha Mikro di Sumatera Barat
- Kementerian UMKM Optimalkan Klinik UMKM Bangkit Percepat Pemulihan Pascabencana di Tapanuli Tengah
- Kementerian UMKM Gandeng Bank Sumut Salurkan Banpres bagi UMKM Terdampak Bencana
- Perpres Ojol Baru Atur Kemitraan, Tarif hingga Perlindungan Sosial Pengemudi
- Kementerian UMKM Ajak ASN Gemar Belanja Produk Lokal, 11 Jenama Eksportir Ikut Bazar
Renu mengatakan bahwa Nona Manis memiliki konsep unik dibandingkan dengan restoran makanan Indonesia lainnya.
"Konsep hidangan masakan Indonesia dengan set course menu yang biasa digunakan oleh restoran-restoran Barat menjadi daya tarik tersendiri di sini. Menunya pun jarang ditemui di Belanda seperti misalnya Karedok, Soto Kudus, Ikan Arsik, Ikan Mangut, Nasi Ulam hingga Siomay Bandung," ujar Renu.
Bahkan Renu mengaku kalau Nona Manis telah mencapai Break Event Point (BEP) atau titik impas dalam waktu kurang dari satu tahun. Hal tersebut tidaklah mudah untuk segmen bisnis restoran.
"Tentunya, keberhasilan kami ini tidak lepas dari dukungan diaspora loan BNI, terutama untuk biaya sewa tempat di era pandemi lalu dan operasional restoran. Bahkan, BNI juga membantu kami untuk mendapatkan bahan baku dan kudapan dari Indonesia," ujarnya.
Duta Besar RI untuk Belanda Mayerfas turut memberikan apresiasi positif terhadap langkah BNI tersebut.
"KBRI menghimbau para diaspora di Belanda untuk dapat memanfaatkan peluang bisnis terutama di bidang kuliner. Sebagai bank milik pemerintah yang Go Global, BNI memberikan respon positif dengan semakin banyak membiayai usaha-usaha restoran milik diaspora di Belanda," ujar Mayerfas.
Mayerfas juga mengatakan, "Bu Renu dan Pak Eduard dengan restoran Nona Manis hanya satu dari sekian keberhasilan BNI dalam membantu diaspora Indonesia di Belanda. Semakin diaspora yang merasakan manfaat sejak BNI hadir di Belanda."
Mayerfas menambahkan dukungan BNI tidak terbatas pada kredit semata, bahkan hingga membantu dalam mendapatkan bahan baku dari Indonesia hingga berbagai keperluan transaksi perbankan antar negara.
"Kami dari KBRI berharap BNI dapat terus mengintegrasikan produk dan layanan perbankannya dengan program business matching agar diaspora pengusaha di luar negeri semakin terbantu," tutup Mayerfas.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).

.jpg)
.jpg)
.jpg)



.jpg)


.jpg)




