- Realisasi Pengadaan Majalengka Baru 25 Persen, Ribuan Paket Belum Terealisasi
- Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
- Kementerian UMKM Perkuat Pemulihan UMKM Aceh melalui Akses Pasar Digital dan Dukungan Pengembangan Usaha
- PERINTIS 10 Hari Mulai Diterapkan, Kantah Kabupaten Tangerang Hadirkan Layanan Peralihan Hak yang Lebih Cepat dan Mudah.
- 14 Samsat Polda Metro Kunjungi Taman Kanak-kanak, Hadirkan Sosok Polisi yang Bersahabat
- Mulyani Dukung Deteksi Dini Kanker Serviks, Apresiasi Gerakan Perempuan Sadar Sehat di Pasir Kuda
- DPMPTSP Barito Utara Paparkan Lima Manfaat Perizinan bagi Pelaku Usaha Mikro
- Buka Bimtek Perizinan Usaha Berbasis Risiko dan LKPM, Wabup Tekankan Pemahaman Pelaku Usaha Terhadap OSS-RBA
- Dua Pria Pelaku Pembunuhan Berencana di Pinang Ranti Jaktim Berhasil Ditangkap
- Manfaatkan PTSL untuk Urus Sertipikat, Masyarakat: Proses Dipermudah.
Ormas LMPI Minta Pihak Terkait Tindak Leasing Nakal yang Meresahkan

Keterangan Gambar : Ilustrasi
MEGAPOLITANPOS.COM Kota Cirebon, -Organisasi Masyarakat (Ormas) Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) Kota Cirebon, meminta agar pihak penegak hukum menindak pelaku usaha nakal dan debt collector yang banyak melanggar kaidah hukum dan norma sosial.
Korban, Sanusi (43) seorang supir asal warga Patrol Lor, Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu merasa sangat dirugikan atas aksi oknum leasing yang bertindak tidak mengindahkan norma sosial. Mengambil paksa kendaraan jenis Pickip Isuzu Traga warna putih bernomor polisi E 8335 QC di Desa Ciasem Girang, Kecamatan Ciasem Kabupaten Subang. Jumat, lalu (02/12/2022)
"Kendaraan tersebut diambil paksa dan bertindak arogan yang mengedepankan premanisme, saat itu sepulang dari mengantarkan bawang merah milik petani dengan tujuan ke Pasar Induk Kramatjati-Jakarta," tuturnya.
Baca Lainnya :
- Realisasi Pengadaan Majalengka Baru 25 Persen, Ribuan Paket Belum Terealisasi
- Mulyani Dukung Deteksi Dini Kanker Serviks, Apresiasi Gerakan Perempuan Sadar Sehat di Pasir Kuda
- Anggaran BPJS Kesehatan Disorot DPRD Kota Bogor
- Hadiri Talk show Perlindungan Anak, Ketua DPRD Kota Bogor Dorong Sinergi Menuju Indonesia Emas 2045
- Pengeroyokan Brutal di Majalengka, 4 Orang Diamankan, 3 Diburu
Dirinya mengaku, kesemuanya berjumlah 4 (empat) orang. Mereka menyebutkan dari kantor Leasing ACC Cabang Cirebon.
"Atas kejadian ini, kami sebagai warga sangat dirugikan atas tindakannya dan telah melaporkan kepada pihak Polisi Polsek Ciasem -Indramayu tertanggal 03 Desember 2022," ungkapnya.
Sanusi menambahkan, hingga kini kami masih menunggu upaya hukum yang telah di laporkan.
Sementara itu, Ketua LMPI Kota Cirebon, Suganda mengatakan, banyak pelaku usaha yang berani terang-terangan melanggar undang-undang dan peraturan yang berlaku di Negara ini. Kalau Negara tidak berani bertindak tegas, dengan alasan melindungi investasi, maka sebaiknya aturan hukum yang diatur dalam perundang-undangan harus dihapus.
Dijelaskan, dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 130/PMK.0102012 tentang pendaftaran jaminan fidusia bagi perusahaan pembiayaan untuk kendaraan bermotor, tidak pernah diindahkan perusahaan leasing khususnya.
"Hal itu terlihat dari kesewenangan dalam penarikan kendaraan oleh pelaku jasa pembiayaan. Ini salah satu bentuk pelanggaran pelaku usaha khususnya di bidang jasa pembiayaan," bebernya. Rabu, (28/12/2022)
Ditambahkan, selain itu, pelaku usaha leasing pun tidak mengindahkan adanya Peraturan Kapolri nomor 8 tahun 2011, tentang pengamanan jaminan fidusia.
"Kalau menurut saya, leasing sudah tidak menghargai lembaga hukum dan bisa berakibat mengganggu Ketertiban di masyarakat atau Kamtibmas," tukas, dia.
Sehingga ketika konsumen bersengketa dengan leasing di Badan Penyelesaian Sengekta Konsumen (BPSK), perusahaan leasing ini tidak pernah hadir.
"Bisa saja karena mereka sudah tidak mengindahkan produk hukum negara ini. Apalagi mungkin mereka berpikir Peraturan Kapolri dan Peraturan Menteri Keuangan saja mereka tabrak," pandangannya.
Kemudian, lanjut dia, Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) lemah dalam membuat putusan, sehingga tidak ada efek jera bagi pelaku usaha maupun debt collector.
"Selama ini tidak ada rekomendasi yang berarti untuk menindak pelaku usaha nakal di bidang leasing, maupun debt collector yang melakukan tindakan sewenang-wenang," tutupnya. ** (Agit)










.jpg)





