- Pempek King Al-Bar99 Sensasi Khas Palembang Hadir di Pasar Kemis.
- Yonif TP 338 Majalengka Bergerak, dari Pangan hingga Kesehatan
- Bupati Eman Hadir, Makom Albab Majalengka Siap Tancap Gas 2026-2031
- Anggaran Kementerian dan Lembaga Dipotong 30 Persen per 8 Oktober, Begini Instruksi Menkeu!
- Koramil 09/Mauk Gelar Patroli Malam, Antisipasi Daerah Rawan Begal.
- Wujud Sinergi TNI dan Komduk, Dibangun Dengan Jaga Keamanan .
- Transformasi Bank DKI Jadi Bank Jakarta, Pemprov DKI Dorong Ekspansi Bisnis
- Kisah Inspiratif Dwi Suswanti Raih Gelar Doktor, Meski Sang Ibu Tak Lulus SD
- 174 Pelajar Ikuti Persami KKRI 2026 di Menarhanud 10/ABC.
- Rampas Mobil Taksi Online, Pelaku Berhasil Dibekuk Jatanras PMJ di Rangkasbitung
DPR Dukung BNI Ekspansi ke Luar Negeri

Keterangan Gambar : Anggota Komisi XI DPR RI, Eriko Sotarduga
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta: Anggota Komisi XI DPR RI, Eriko Sotarduga mendukung rencana ekspansi bisnis PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang akan menambah 2 Kantor Cabang Luar Negeri (KCLN) melengkapi 7 KCLN yang dimilikinya saat ini.
Menurutnya, BNI memang harus melebarkan sayapnya di luar negeri terutama di kota-kota tier 2 atau 3 mengingat banyak WNI yang bekerja atau berbisnis di wilayah tersebut.
"Ini masih sangat luas pasarnya. BNI sudah hadir di Malaysia, Hongkong, Taiwan, Korea dan maksimalkan untuk masuk juga ke kota-kota yang bukan kota besar. Karena kita sudah menjalin treaty dengan negara-negara itu dan ada equal treatment saing bisa membuka kantor cabang," kata Eriko kepada wartawan, Kamis (22/2/2024).
Baca Lainnya :
- Transformasi Bank DKI Jadi Bank Jakarta, Pemprov DKI Dorong Ekspansi Bisnis
- Disambut Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Muzafar, Komisi I DPR RI Tegaskan Komitmen Dukung Alutsista dan Kesejahteraan Prajurit.
- Kementerian UMKM Fasilitasi 1.000 Pengusaha Mikro di Sumatera Barat
- BNI Hadirkan Promo dan Kemudahan Transaksi di MotoGP Mandalika 2026
- Kementerian UMKM Optimalkan Klinik UMKM Bangkit Percepat Pemulihan Pascabencana di Tapanuli Tengah
Dicontohkan, di Taiwan masih ada kota Taichung selain Taiwan. Atau di Malaysia masih ada kota Penang, Kuching dan Kinabalu selain Kuala Lumpur. Atau di Jepang masih banyak kota lain selain Tokyo dan Osaka.
"Penting sekali BNI membuka dan melebarkan sayap di tak hanya di pusat kota atau ibu kota. Sayang kalau WNI yang tinggal di kota-kota tersebut enggak dirangkul. Belum lagi di Uni Eropa yang ekonominya sedang berat tapi banyak juga pengusaha menengah dan besar dari kita. Ada juga kan pengusaha restoran di Inggris dapat pembiayaan dari BNI. Jadi perluas pasar luar negeri," paparnya.
Eriko juga berharap BNI bisa melalui tantangan bisnis di tahun 2024 yang penuh ketidakpastian.
Menurutnya, tahun 2024 terbilang menantang bagi industri perbankan mengingat adanya pemilu maupun dinamika geopolitik global yang tak terprediksi.
Hal tersebut berpotensi menarik laju NPL atau kredit macet. Apalagi, kebijakan restrukturisasi kredit OJK juga akan segera berakhir pada 31 Maret 2024 mendatang. Bank pelat merah ini pun diminta mempertebal pencadangannya untuk mengantisipasi tren kenaikan NPL di industri.
"BNI harus siap menghadapi unpredictable 2024. Di situ ada pemilu dan lain sebagianya. Sekali lagi BNI harus hati-hati dengan kondisi di 2024 yang unpredictable, hati-hati terhadap NPL yang pastinya risikonya lebih besar. BNI harus mencadangkan lebih besar lagi," imbuhnya.
Hal lain yang patut diperhatikan adalah konsistensi di bisnis corporate banking karena tren perbankan global mengarah ke sana.
"Konsentrasi menggarap bisnis corporate banking sudah benar BNI arahnya ke situ. Sekarang bank dunia termasuk Citi fokus melayani segmen korporasi dan melepas segmen ritel," imbuhnya.
Tak lupa, Eriko turut mengapresiasi kinerja BNI di 2023 lalu yang mencetak sejarah dalam hal pertumbuhan laba maupun kinerja keuangan lainnya.
"Saya harus sampaikan apresiasi kepada BNI karena mencetak sejarah dengan membukukan laba terbesar. Selamat an sukses untuk BNI atas prestasi yang baik pada tahun yang sulit tersebut. Hampir semua bank struggle karena banyak yang restrukturisasi pasca Covid-19," kata Eriko. (Reporter: Achmad Sholeh Alek)

.jpg)
.jpg)
.jpg)



.jpg)


.jpg)




