- Polisi Ungkap Peredaran 858 Kartrid Diduga Mengandung Etomidate
- Danramil Cikupa Turun ke Sekolah, Siswa, Siswi SMKN 14 Cikupa Tidak Ikut Aksi Unras.
- 150 Peserta Mengikuti Diklat Pencak Silat Ajaran Persaudaraan Setia Hati Terate ini Tujuanya.
- Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang Perkuat Komitmen Pembangunan Zona Integritas Menuju WBBM.
- Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang Perkuat Komitmen Pembangunan Zona Integritas Menuju WBBM.
- Babinsa Koramil Pimpin Patroli Jaga Kondusivitas Bersama Komduk.
- Menteri Maman Apresiasi KUM Peduli untuk Perkuat Kapasitas UMKM Kalbar
- Tim HRI Kunci Gelar Juara Nasional ITCR 1200 dan ISTCR 3600 Sejak Putaran 5 MFoS 2026
- Kodim 0506/Tangerang Gelar Upacara Bendera Rutin, Kasdim Bacakan Amanat Panglima TNI.
- Pemkab Barito Utara Wajibkan 3.483 PPPK Ikuti Orientasi Tahun 2026
Pasca Geger Masa Reses di Bendosewu Talun ini Penjelasan Guntur Wahono

Keterangan Gambar : Reses anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Guntur Wahono pada Selasa Malam (30/01/23)
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Pasca keributan masyarakat di Desa Bendosewu Kecamatan Talun saat masa reses anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Guntur Wahono pada Selasa Malam (30/01/23) yang sempat geger mendapat tanggapan dari Guntur Wahono.
Saat memberikan keterangan melalui phonselnya oleh awak media Guntur menyampaikan,"Saya tidak tahu kalau ada keributan karena saya sudah pulang duluan,"ungkapnya.
Baca Lainnya :
- 150 Peserta Mengikuti Diklat Pencak Silat Ajaran Persaudaraan Setia Hati Terate ini Tujuanya.
- Koperasi Desa Merah Putih Di Wilayah Kodim 0808/Blitar Tim Mabes TNI Siap Tinjau Lapang.
- PDAM Majalengka Kerahkan 20 Truk Air Bersih, Warga 8 Kecamatan Terbantu
- Dari Beasiswa hingga Insentif Guru Ngaji, Ini Gebrakan BAZNAS
- Maman Imanulhaq Desak Azerbaijan Cabut Larangan Jilbab Muslimah
Ditanya soal uang transpot, Guntur Wahono menjelaskan kepada wartawan," memang sudah ada kesepakatan tidak ada uang transpot, akan tetapi semua diganti dengan program,"jelasnya.
Diberitakan sebelumnya kericuhan masa reses anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Guntur Wahono dipicu oleh suara dari sebagian undangan yang menyoal tidak ada uang transpot, seperti disampaikan oleh salah satu undangan kepada awak media. Keributan itu sendiri terjadi sekitar pukul 20.00 WIB.
Pembubaran diri konstituen geger dipicu gara-gara undangan tidak menerima uang transport dari Guntur Wahono Fraksi PDI- Perjuangan Daerah Pemilihan 7 privinsi Jawa Timur. Pembubaran diri undangan itu sendiri diperkirakan sekitar pukul 20.00 WIB.
Menurut sumber informasi yang berhasil dihimpun sejumlah media menyebutkan kronologi awal peristiwanya, yakni sekitar pukul 19.30 WIB, ada sekitar 300 orang konstituen warga masyarakat mulai berdatangan.
Dikatakan salah satu warga penerima undangan, nampaknya panitia hanya menyiapkan paket berisi mie goreng dan kaos. Dari pertama saja nampak para undangan sudah mulai gelisah setelah dicek bingkisan tidak ada uang transportnya.
"Saya kira uang transport sudah dimasukan jadi satu paket, namun setelah kawan kawan juga ngecek ternyata kosong, tidak ada amplop berisi uang," ungkap undangan yang enggan menyebutkan namanya,
Tak lama kemudian Guntur Wahono sudah mulai melakukan dialog dengan masyarakat, Dia menyampaikan masyarakat bendosewu mau meminta program apa saja yang dikehendaki masyarakat Bendosewu, "Nah pada saat ada pertanyaan itu, tidak ada satupun yang masyarakat yang hadir bertanya kepada pak Guntur,"kata warga
Sesaat ruang tanya jawab menjaring aspirasi ada warga yang melontarkan suara sumbang dari warga undangan sisi belakang meminta uang transport. Hal ini suasana mulai gaduh. Akhirnya, Guntur Wahono berpamitan pulang dulu, dengan dalih masih ada kegiatan lagi. Bahkan sebelum meninggalkan tempat berpesan, " kalau ada aspirasi bisa dicatat nanti kita tampung aspirasi masyarakat,"masyaralat menirukan .
Merasa kesal adanya hal ini membuat suasana semakin bertambah gaduh. Dari belakang mulai merangsek ke depan terjadilah saling dorong. Hingga beberapa undangan berjatuhan. Kondisi benar-benar kacau. Suara jeritan dan beberapa kursi saling terlempar. Para peserta sudah berhamburan saling menyelamatkan diri.
Beberapa peserta berjatuhan. Kondisi mencekam, akhirya ratusan undangan berhamburan keluar sambil melempar dan membuang kaos tanda kecewa.
Dari pihak masyarakat bernama Supangat yang ditunjuk selaku panitia pihaknya sangat menyayangkan terjadi kericuhan masyarakat karena dipicu gara gara tidak ada uang transpot. "Pada mulanya acara berlangsung lancar saja, namun setelah dipicu teriakan beberapa peserta minta uang transport, maka acara akhirnya bubar," ungkapnya. (za/mp)















