- Hadiri HUT ke-81 TNI, Wamen Ossy: Perjalanan Panjang Pengabdian dalam Menjaga Kedaulatan Bangsa.
- Tanggapan Maxim Indonesia Mengenai Program Turbo, Komisi Aplikasi, dan Biaya Layanan
- BNI Tawarkan SBR015 lewat wondr, Imbal Hasil hingga 6,85% dan Cashback hingga Rp15 Juta
- Rocky Gerung: Koperasi Harus Jadi Pilar Utama Kekuatan Ekonomi Nasional
- Ringankan Beban Pengemudi Lansia, 120 Becak Listrik Bantuan Prabowo Hadir di Depok
- Polisi Turun Tangan, Harga Beras di Majalengka Dipantau Ketat
- Dari GBK ke Lapangan Daerah, Gema Sasmita: Sepak Bola Indonesia Harus Dibangun dari Bawah
- Sinergi Babinsa dan Komduk, Perketat Patroli Malam.
- Pimpin HUT ke-81 TNI, Prabowo Ingatkan Prajurit Selalu Hadir untuk Rakyat
- Bank Jakarta Buka Peluang Duplikasi Program CSR Biodigester di Seluruh Wilayah
Parkir Sejenak Hendak Menyerahkan Berkas, Penyandang Disibilitas Diusir Petugas Samsat Ciledug

Keterangan Gambar : Samsat Ciledug
MEGAPOLITANPOS.COM, KOTA TANGERANG – Pelayanan kantor Samsat Ciledug, Kota Tangerang dikeluhkan oleh warga Cipondoh bernama Satrya yang juga penyandang disabilitas, lantaran mendapat perlakuan tidak baik dari seorang oknum anggota Kepolisian dan oknum pegawai Samsat Ciledug, Jumat (23/5/25).
Perlakuan tidak baik yang dilakukan para oknum tersebut melontarkan kata-kata kasar kepada Satrya hingga di usir pergi saat melakukan proses pembayaran pajak kendaraan.
Baca Lainnya :
- Polisi Turun Tangan, Harga Beras di Majalengka Dipantau Ketat
- Sinergi Babinsa dan Komduk, Perketat Patroli Malam.
- Bupati Tangerang Tegaskan Pergantian Kepsek Harus Bawa Semangat dan Gagasan Baru Tingkatkan Pengelolaan Sekolah.
- BAZNAS Majalengka Raih Penghargaan, Gerakan Zakat Makin Berdampak
- Polisi Bongkar Curat di Maja, Pelaku Ditangkap di Sumedang
“Jelas saya menjadi korban karena mendapat perlakuan tidak adil dan sewenang-wenang dari salah satu oknum Polisi dan delapan orang petugas Samsat Ciledug yang mengucapkan kata-kata tidak baik dan mengusir saya dari pelataran jalan masuk lobby Samsat. Padahal saya hanya ingin memberikan materai yang tertinggal kepada istri saya yang hendak melakukan pembayaran pajak motor," kata Satrya kepada metrobanten.co.id dan media ini, Jum’at (23/5/25).
"Tadi saya bilang, sebentar pak, cuma mau nelpon istri ajah, tetap mereka mengusir sampai semua pegawai di dalam keluar. Jangan mentang mentang saya pincang, kok diperlakukan seperti itu. Bahkan saat saya mengucapkan istigfar, salah satu pegawai berujar 'ngapain istigfar' , lalu saya jawab agama saya Islam wajar saya berucap Istigfar," sambung Satrya yang juga seorang wartawan.
Satrya mengatakan, bahwa awal perkara terjadi saat dirinya berhenti sejenak hanya 15 detik di pelataran mobil masuk depan lobby Samsat Ciledug dan langsung dilarang parkir oleh salah satu petugas dari Kepolisian yang berada di depan lobby dan langsung bergeser dari pelataran tersebut, namun petugas tersebut langsung menghampirinya lagi bersama 8 pegawai lainnya diluar pelataran.
“Saat kejadian, saya tidak memarkir motor, saya datang karena saya ingin mmeberikan materai yang tertinggal untuk keperluan berkas pajak kepada istri saya yang sudah ada di dalam kantor Samsat, dan posisi saya masih diatas motor dalan keadaan mesin menyala. Seorang Polisi meminta saya jangan parkir disitu (pelataran lobby) dan saya langsung pindah areal umum di sebelah mobil parkir.” ujarnya lagi.
“Beberapa detik kemudian, secara tiba-tiba Polisi menghampiri saya lagi dan masih berlanjut mempertanyakan dan menyuruh saya pergi jangan parkir, respon saya menjawab, lihat saya pak, saya sudah diluar, sudah tidak didepan lobby saya mau kasih materai ke istri yang sudah di dalam, ini saya masih telpon” terangnya
Satrya menambahkan, bahwa disaat bersamaan, para pegawai yang ikut mendatanginya turut melontarkan pertanyaan-pertanyan yang tidak baik dengan ucapan pertanyaan, mau ngapain kamu di sini, jangan parkir di sini, sana pergi ke parkiran, jangan macam-macam kamu di sini, harus tahu aturan kalau di sini.
“Sejak awal saya disuruh pergi sama Polisi, saya langsung bergeser pindah tanpa membantah, tapi kenapa berlanjut mempertanyakan saya dengan memojokan hingga mengusir, saya jawab dengan baik, saya kesini mau bayar pajak dan lihat saya sekarang tidak didepan lobby, saya diluar kenapa saya disuruh pergi, saya kan tidak parkir hanya disebelah mobil yang parkir, saya mau bayar pajak dan saya tunggu istri yang sudah di dalam buat kasih materai, saya kan tidak parkir danj meninggalkan motor, saya masih diatas motor dalam kondisi mesinnya hidup,,” ungkap Satrya.
Sampai berita ini ditulis, Kepala UPT Samsat Ciledug, Taufik Sigit Pamungkas belum dapat dihubungi untuk dimintai keterangan terkait pelayanan buruk yang dilakukan oleh pegawai Samsat.
Sementara, Kasi Penerimaan dan Penagihan pajak Neni Setiani saat di konfirmasi hanya mengatakan, pihaknya akan menegur pegawai tersebut.
"Ya nanti saya tegur satpam dan pegawainya ya bu,". (Red )









.jpg)






