- Koramil 09/Mauk Gelar Patroli Malam, Antisipasi Daerah Rawan Begal.
- Wujud Sinergi TNI dan Komduk, Dibangun Dengan Jaga Keamanan .
- Transformasi Bank DKI Jadi Bank Jakarta, Pemprov DKI Dorong Ekspansi Bisnis
- Kisah Inspiratif Dwi Suswanti Raih Gelar Doktor, Meski Sang Ibu Tak Lulus SD
- 174 Pelajar Ikuti Persami KKRI 2026 di Menarhanud 10/ABC.
- Rampas Mobil Taksi Online, Pelaku Berhasil Dibekuk Jatanras PMJ di Rangkasbitung
- Disambut Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Muzafar, Komisi I DPR RI Tegaskan Komitmen Dukung Alutsista dan Kesejahteraan Prajurit.
- Kantah Kabupaten Tangerang Serahkan 8 Sertipikat Aset BMN untuk Dukung Pembangunan Jalan Tol Tangerang–Merak.
- Sinergi Koramil dan Komduk Gelar Patroli Jaga Kondusifitas Wilayah Binaan.
- Kementerian UMKM Fasilitasi 1.000 Pengusaha Mikro di Sumatera Barat
KemenKopUKM: Program FTD Sumut Potensial Tingkatkan Jumlah Wirausaha

Keterangan Gambar : Deputi Bidang Kewirausahaan KemenKopUKM Siti Azizah
Megapolitanpos.com,Medan - Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) mengapresiasi inisiatif program Fast Track Digitalisasi (FTD) dari Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dalam bentuk pendampingan kepada 1.000 pelaku usaha di Sumatera Utara selama tiga bulan ke depan.
Deputi Bidang Kewirausahaan KemenKopUKM Siti Azizah mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu inovasi yang konkret dalam upaya menumbuhkan wirausaha baru di daerah melalui ekosistem kewirausahaan.
"Saya berharap, kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya penumbuhan wirausaha untuk mewujudkan Wirausaha Mapan, Usaha yang Inovatif, dan Berkelanjutan," katanya secara daring, Kamis (9/3/2023).
Baca Lainnya :
- Kementerian UMKM Fasilitasi 1.000 Pengusaha Mikro di Sumatera Barat
- Kementerian UMKM Optimalkan Klinik UMKM Bangkit Percepat Pemulihan Pascabencana di Tapanuli Tengah
- Kementerian UMKM Gandeng Bank Sumut Salurkan Banpres bagi UMKM Terdampak Bencana
- Perpres Ojol Baru Atur Kemitraan, Tarif hingga Perlindungan Sosial Pengemudi
- Kementerian UMKM Ajak ASN Gemar Belanja Produk Lokal, 11 Jenama Eksportir Ikut Bazar
Lebih lanjut, Siti Azizah mengatakan pada tahun 2030, Indonesia akan menerima bonus demografi, di mana populasi masyarakat Indonesia akan didominasi dari kalangan usia produktif.
Menurutnya, hal ini akan menjadi beban jika generasi muda tidak produktif maka tidak akan menciptakan nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi justru malah menjadi boomerang bagi perekonomian Indonesia, namun sebaliknya jika generasi muda kita produktif, inovatif, dan kreatif dipastikan Indonesia akan menjadi negara besar dan berdaya saing.
"Oleh karena itu, meningkatkan kualitas para individu ini menjadi hal yang sangat penting," kata Siti Azizah.
Di lain sisi, digitalisasi telah menjadi pemicu berbagai perubahan global termasuk mendorong ekonomi yang kian terintegrasi dan efisien.
Pertumbuhan platform digital yang kian pesat mampu meningkatkan pasar layanan online dunia hampir 50 persen sejak awal pandemi dengan total pendapatan mencapai 466 juta dolar AS pada akhir tahun 2021.
Dia menambahkan, untuk menjadi negara maju, minimum 4 persen dari total populasi penduduk usia produktifnya adalah wirausaha. Sedangkan negara-negara yang masuk kategori negara maju, jumlah rasio wirausahanya mencapai 12 persen dari penduduk.
"Mengingat jumlah rasio wirausaha kita yang terbilang masih rendah, bahkan di level ASEAN. Maka peningkatan rasio kewirausahaan nasional ditargetkan sebesar 3,95 persen pada tahun 2024 dan pertumbuhan wirausaha baru ditargetkan sebesar 4 persen pada tahun 2024," katanya.
Guna meningkatkan jumlah wirausaha di Indonesia, pihaknya akan memfokuskan pada penumbuhkembangan ekosistem kewirausahaan melalui Entreprenuer Hub.
Entreprenuer Hub sendiri merupakan penumbuhkembangan ekosistem kewirausahaan melalui optimalisasi sumberdaya para pemangku kepentingan untuk bersinergi dan bekerja sama minimal dalam lokasi, tujuan, serta target yang sama sehingga berdampak dalam scalling up pelaku usaha dan mewujudkan wirausaha mapan, usaha yang inovatif, dan berkelanjutan.
"Dalam implementasinya, inisiatif projek ini dapat dari pusat maupun daerah. Namun, kami lebih suka jika ini berasal dari daerah, seperti kegiatan yang kita laksanakan hari ini. Karena, jika berasal dari daerah, kegiatan ini akan terjamin keberlanjutannya. Sehingga pusat bisa menumbuhkembangkan projek penumbuhan ekosistem-ekosistem seperti ini di lokasi lainnya," kata Siti Azizah.
Saat ini KemenKopUKM berfokus pada beberapa program, salah satunya adalah pengembangan kewirausahaan melalui penumbukan ekosistem wirausaha di daerah-daerah. Dengan dukungan dari 28 Kementerian/Lembaga, para Perguruan Tinggi di Indonesia, serta para mitra terkait lainnya baik dari sektor swasta, komunitas, serta para pihak lainnya, diharapkan target-target wirausaha di tahun 2023 dapat tercapai.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatra Utara Suherman mengatakan, inisiatif program FTD merupakan upaya penumbuhan wirausaha melalui pengembangan ekosistem wirausaha dengan memberikan pendampingan dan pelatihan berjenjang, serta digitalisasi kepada 1.000 pelaku usaha di Sumatera Utara yang melibatkan perguruan tinggi, private sector, komunitas, dan lembaga lainnya dan mendapatkan dukungan penuh KemenKopUKM dan menjaid bagian dari program Entreprenuer Hub.
"Rangkaian kegiatan utama pada fast track digitalisasi 2023 akan dilangsungkan opening pada 7 maret 2023 hingga pelaksanaan wisuda pada 27 juni 2023," kata Suherman.(ASl/Red/MP).

.jpg)
.jpg)
.jpg)




.jpg)






