- Kepala BGN Nanik Deyang Siapkan Reformasi Program MBG, Fokus Efisiensi Anggaran dan Kualitas Gizi
- Said Iqbal Masuk Istana, Siapkan Rekomendasi Kebijakan untuk Buruh dan Pekerja Migran
- Kapolres Rita Suwadi Ungkap Begal Jalanan, Residivis Kembali Beraksi
- Pemkab Bogor Bersiap Lebarkan Jalan Puncak, Bangunan di Bahu Jalan dan Saluran Air Terancam Ditertibkan
- Jakarta Fair 2026 Siap Dongkrak Ekonomi, Pemprov DKI Dukung Penuh Menuju Kota Global
- Patih Herman Dorong Sinkronisasi Aturan Tanah Adat dalam Raperda
- Pembahasan Raperda Adat, Nurul Anwar Tekankan Kepastian Hukum Tanah Adat
- Bupati Barito Utara Lantik Pengurus Kwarcab Pramuka Masa Bakti 2026–2031
- Bupati Barito Utara Tekankan Disiplin ASN Saat Pimpin Apel Pagi
- Ketua Komisi III DPRD, H.Tajeri Minta Perda Kelembagaan Adat Dayak Segera Disahkan
Komisi III Soroti Pembangunan Dua Unit Sekolah Satu Atap

Keterangan Gambar : Komisi III, Pembangunan Dua Unit Sekolah, Satu Atap, DPRD kota Bogor, megapolitanpos
MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Bogor - Komisi III DPRD Kota Bogor menggelar rapat kerja dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Senin (22/4/2024). Dalam rapat tersebut, Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Zenal Abidin, menanyakan perihal pelaksanaan pembangunan dua unit sekolah satu atap.
Berdasarkan hasil rapat, Zenal mengungkapkan proses pembangunan masih dalam tahap lelang. Ia pun meminta kepada pihak Disdik untuk bisa segera melaksanakan pembangunan dua unit sekolah satu atap yang berlokasi di Duta Pakuan dan Cimahpar.
"Kami akan mengawasi secara komprehensif terkait pembangunan dua unit sekolah baru ini. Karena ini merupakan proyek strategis yang harus bisa diselesaikan guna mengentaskan masalah pendidikan di Kota Bogor," ujar Zenal.
Baca Lainnya :
Lebih lanjut, Zenal membeberkan anggaran yang telah disetujui oleh DPRD Kota Bogor untuk melaksanakan pembangunan sekolah di Duta Pakuan sebesar Rp30 miliar dan di Cimahpar sebesar Rp26 miliar.
Dalam rapat tersebut, Zenal juga meminta data terkait sekolah yang mengalami kerusakan ringan, sedang dan berat. Sebab berdasarkan data terakhir terdapat ratusan sekolah yang membutuhkan perbaikan segera.
"Kami juga sudah meminta data-data sekolah rusak yang nantinya akan kami dorong untuk segera diperbaiki. Karena masalah pendidikan di Kota Bogor harus menjadi skala prioritas," pungkasnya.(**)

















