Nila Kekar Primadona Kabupaten Blitar, Mengangkat Ekonomi Petani Ikan

0

Model keramba menjanjikan hasil yang bagus

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar-Penangkaran budidaya ikan nila di Kabupaten Blitar nampaknya akan menjadi sumber harapan baru di dunia perikanan di Indonesia, ini tergolong hasil silangan baru yang sekarang dipijahkan oleh Balai Benih Ikan (BBI) Klemunan Kelurahan dan dibesarkan di BBI kelurahan Babadan Kecamatan Wlingi, dimana dua tempat ini menjadi titik sentral yang merupakan pusat pembenihan milik Dinas Peternakan Kabupaten Blitar.

Kepala Dinas peternakan Perikanan Kabupaten Blitar drh. Adi Andaka melalui Kepala Unit BBI di Kelurahan Klemunan, Bambang Sugianto,Spi kepada media ini mengatakan, jenis ikan nila hitam yang dibudidayakan di BBI Klemunan ini ada dua jenis yakni nila kekar dan nila sultana yang sekarang indukan dan pemijahanya dibudidayakan di kolam BBI Klemunan, dan yang sekarang ini sedang trend Jawa Timur.

Hamparan pembenihan BBI Klemunan

“Jenis ikan nila kekar dari survey real time menduduki rangking atas pasar di Jawa Timur. Nila hitam kekar sangat diminati karena cepat besar dan penggemukanya gampang,” kata Bambang.

kabupaten Blitar selain sebagai daerah yang memiliki Icon Koi, ternyata juga berpontensi bagus untuk budidaya minapolitan, seperti lele, gurami dan nila, kusus untuk memenuhi permintaan bibit nila kekar kususnya, BBI kuwalahan mencukupi Usaha Petani Rakyat (UPR).

Bambang lebih lanjut menjelaskan produksi pembibitan tercatat secara periodik triwulan dari Juli terjual nila ukuran 2-3 cm 150.000 ekor, koi ukur 8-121.000 ekor, pada bulan Agustus ada
145.000 nila 2-3 cm 240 koi 9-12, larva nila 400.000 ekor, September 100.000 nila ukuran 2-3 cm.

Larva nila kekar potensi mensejahterakan UPR

“Kemarin kami usetor jual larva koi. 180.000 ekor, harga 1.350.000. 9 kantong @Rp. 150.000 per kantong Tanpa larva 1.818.000 ekor. Plus larva nila 400.000 ekor. Dan larva koi 180.000 ekor, penjualan ke Blitar, Karangkates, Pasuruan, Jepara,” jelasnya.

Baca Juga : Pjs. Bupati Blitar Minta Kawasan Kepulauan Potensi Benur Lobster Dijaga Kelestariannya

Ditanya berapa jumlah Unit Petani Rakyat (UPR) pelanggan yang juga mitra binaan saat ini, Bambang menjelaskan semua ada 5 kelompok UPR nila ada 5 orang. Di sekitar Klemunan. Kalau pelanggan jumlahnya tidak mesti dalam setiap tahunnya naik turun. Begitu pula hasil produksi tergantung musim dan cuaca.

“Kalau hasil Produksi larva nila yang terendah sebanyak 250.000 ekor dan capaian tertinggi bisa menghasilkan 600.000 ekor larwa atau burayak nila,” imbuhnya.

Keterbatasan induk yang berkualitas masih menjadi kendala pemenuhan kebutuhan UPR, selain faktor kualitas air dan kuantitas air semakin hari semakin menurun, pihaknya juga berarap kepada UPR agar menggunakan induk berkualitas, sehingga brand yang sudah dibangun benih berkualitas di Kabupaten Blitar selalu terjaga .(Adv/Kmf/za)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here