Pembudidaya Ikan di Kabupaten Blitar Wajib Paham Dengan Labkeskanling

0

MEGAPOLITANPO.COM, Blitar– Pembudidaya Ikan di Kabupaten Blitar wajib paham dengan Labkeskanling. Konsep keberhasilan usaha pembudidaya ikan di Kabupaten Blitar hukumnya wajib tahu dan memahami kondisi lingkungan area tambak darat miliknya, dan wajib meningkatkan perluasan produksi ikan, ini yang harus diketahui oleh kelompok pembudidaya perikanan dengan istilah ini, Laboratorium Kesehatan dan Lingkungan (Labkeskanling).

Pembudidaya ikan Sigit Lokasi di Kelurahan Nglegok Kec Nglegok

Kepala Bidang Perikanan Budidaya, drh. Angela Maria Andjari Laksmayoni mengatakan Labkeskanling adalah kunci tingkat keberhasilan mereka. Ada 77 kelompok Pokdakan di Kabupaten Blitar, pihaknya telah memfasilitasi semua Pokdakan yang ada di Kabupaten Blitar seperti petani ikan hias, mereka mendapatkan pelatihan tata cara membuat pakan alami, fasilitasi pameran dan kontes ikan hias.

“Dengan kecakapan membuat pakan alami setidaknya mereka tidak akan kesulitan membelin ransum pakan,karena tidak lagi ketergantungan dengan pakan pabrikan,” kata Andjari.

Baca Juga : Peningkatan Mutu Sejumlah Petani Ikan Budidaya Ikuti Bimtek Sosialisasi Perkoperasian

Selanjutnya masih pada persoalan petani ikan hias, karena sekarang ini situasinya dalam masa pandemi covid 19, tentu kegiatan ini tidak bisa sepenuhnya dilaksanakan, karena semua harus mematuhi perotokol kesehatan, selain itu Pemerintah melalui Dirjend Kementerian Pusat maupun dari Provinsi juga sudah diberikan bantuan program agropolitan ikan hias dan lain sebagainya.

Ini adalah bagian dari tupoksi kami bagaimana memajukan dan mensejahterakan Pokdakan di Kabupaten Blitar,” tegasnya.

Takdir Pembudidaya ikan Nila lokasi di Desa Tawangsari Kec. Garum

Selain itu masih menurut drh. Anjari kepada media ini juga menguraikan, bahwa pihaknya juga memberikan motivasi dukungan agar petani lainya yang bergerak budidaya ikan konsumsi, mereka juga diberikan bekal ketrampilan pelatihan membuat pakan ikan mandiri, pelatihan budidaya ikan, bantuan program agropolitan ikan konsumsi, bantuan pakan ikan, bantuan UPR ( Unit Pembenihan Rakyat ).

Ada hal juga tak kalah pentingnya yang menurut Kabid Perikanan Tangkap Dinas setempat yaitu melalui Laboratorium Kesehatan Ikan dan Lingkungan ( Labkanling ) sebelum petani menebar benih melalui penyuluh lapang mereka mendapatkan bimbingan program uji kualitas air budidaya dan konsultasi penyakit ikan.

“Dengan metode ini kami berharap selain produksi ikan kita meningkat akan tetapi berkwalitas ikan Kabupaten Blitar juga tak diragukan lagi dikonsumsi, karena Ikan produksi petani ini benar benar sehat dan menyehatkan,” pungkasnya.(Adv/kmf/za)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here