Siasati Penurunan Omset Pasar Ikan, Pokyan Blitar Banting Setir Ke Produk Olahan Siap Saji

0

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar – Siasati penurunan omset Pasar Ikan, Pokyan Blitar banting setir ke produk olahan siap saji. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Peternakan Perikanan Kabupaten Blitar drh. Adi Andaka, menurutnya hasil tangkapan ada 2 indikator, yang pertama karena iklim dan perubahan cuaca exrim sehinga nelayan enggan melaut, dan faktor wabah pandemi covid 19 yang belum diprediksi kapan berakhirnya.

drh. Adi Andaka Kadis Peternakan dan Perikanan Kab. Blitar

Adi Andaka lebih lanjut menyampaikan saat ini di Kabupaten Blitar terdapat 1300 lebih anggota nelayan yang tersebar di 9 titik perairan laut di pantai Blitar Selatan, termasuk ada beberapa titik yang telah memiliki Tempat Pendaratan Ikan (TPI).

Hasil produksi nelayan sebelum covid 19 bisa mencapai 5.397 ton per tahun, namun sekarang menurun drastis hingga 50 persen, ini akibat cuaca extrim,” kata Adi Andaka, Selasa (13/10/20).

Menyikapi hal ini sesuai tugas pokok dan fungsi Dinas Peternakan Perikanan sebagai pembina nelayan pihaknya terus berupaya bagaimana nasib nelayan tidak semakin terpuruk dengan kondisi sekarang dengan kelompok andalan yang diberi nama Kelompok Pengolah dan Pemasaran (Poklahsar), selain mereka mendapatkan pembinaan bagaimana mengolah ikan kemas siap saji, mereka juga mendapatkan bantuan peralatan seperti jaring dan juga bantuan kapal nelayan dari pemerintah pusat.

Baca Juga : Peningkatan SDM 238 Nelayan Perlu Pembekalan Keterampilan Keselamatan Melaut

“Ini adalah solusi mengatasi problem kesulitan pemasaran ikan, jadi dengan membuat makanan kemasan siap saji berbahan baku ikan ini, bisa mengurangi dampak ekonomi selama covid 19, selain itu mereka juga menerima bantuan tunai dari kementrian,” paparnya.

Lebih lanjut drh. Adi Andaka menekankan sesuai Undang-Undang No 23 2014 tentang otonomi daerah batas pasang tertinggi sampai ke daratan tertinggi sampai ke laut lepas itu sangat pesat sehingga Kabupaten Blitar sesuai kewenangannya hanya mengelola para nelayan agar lebih sejahtera dan mereka bisa punya peralatan yang mendukung.

“Ada 12 pantai di Kabupaten Blitar, namun ada 9 pantai yang sudah ada tempat pendaratan dan satu pelabuhan yaitu di Tambakrejo dan mereka sudah masuk sebagai anggauta KUD,” pungkasnya.(Adv/kmf/za)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here