Tak Ada Solusi Pedagang Pasar Srengat Mengadu Ke Dewan Lagi

0
foto: istimewa

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar – Ini yang dibawa oleh paguyuban pedagang pasar Srengat yang membuka lapak didalam, lantaran adanya pasar pagi yang berada di luar area los pasar Dalam membuat sumber pendapatan pedagang pasar dalam ini terus merosot. seperti yang disampaikan oleh ketua paguyuban Siti Mutmainah.

Selanjutnya, Siti Mutmainah sebagai ketua dan sekretaris paguyuban pasar Srengat, menyampaikan jika setelah sidak dari Komisi II DPRD beberapa waktu lalu masih belum ada tindakan dan penyelesaian masalah yang ada. Sebagai pedagang pasar dalam, pihaknya berharap keadilan pada pedagang pasar dalam, mengingat turunnya pendapatan pedagang pasar Dalam.

“Sampai saat ini belum ada penyelesaiakan meskipun sempat ada kesepakatan penertiban pedagang pagi. Kami berharap adanya keadilan pedagang pasar Dalam, mengingat turunnya pendapatan pedagang pasar Dalam. Sebenarnya awalnya mula hanya adanya pasar pagi, ada 5 pedagang diluar dan menjadi banyak sehingga pada akhirnya menimbulkan permasalahan,” katanya (18/09/20).

Idris Marbawi Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Blitar kepada wartawan mengatakan, pihaknya sudah memfasilitasi dengan menggelar hearing antara pedagang pasar Srengat dalam dengan Pedagang pagi yang berada di luar. Hearing ini menindaklanjuti hasil sidak Komisi II ke pasar Srengat dengan Disperindag dan muspika terkait keluhan pedagang pasar srengat pada 30 Juli 2020 lalu.

“Namun pada 8 Agustus kenyataannya kesepakatan belum dilaksanakan oleh OPD terkait. Untuk itu paguyuban pasar Srengat dalam, meminta kepada komisi II untuk mendengarkan keinginan pedagang di pasar Srengat untuk mencari solusi agar bisa di laksanakan oleh semua pihak,” Kata Idris Marbawi

Seperti diberitakan media ini sebelumya permasalahan yang mendasar sampai dilakukan hearing ini, karena pedang pasar Srengat dalam terus mengalami penurunan pendapatan akibat adanya pasar pagi yang ada diluar pasar Srengat.Ditambah dengan pengaturan lapak baru yang terindikasi tidak tertib.

Sementara itu Yuswardi sebagai ketua Paguyuban Pasar Pagi, mengatakan sebenarnya tidak ada masalah, hanya saja tidak ada komunikasi dengan baik antara pedagang dalam dan pedagang pagi. Jika dari pihak pasar dalam dan pasar pagi saling berkomunikasi permasalahan akan selesai.

“Sebenarnya tidak ada masalahnya, jika dari pihak pasar dalam dan pasar pagi saling berkomunikasi permasalahan akan selesai. Seharusnya bukan menciptakan pro kontra tetapi bisa dibicarakan dengan baik tanpa adanya masalah,” Ungkapnya.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Blitar, Tavip Wiyono, kepada media ini menyampaikan Pemerintah Daerah sudah berupaya mencari solusi dari masalah ini. Dimana permasalahannya hampir sama dengan pasar lain, ada 13 pasar di kabupaten Blitar dan semuanya ada pasar pagi. Tetapi pedagang pasar dalam dan pasar pagi sudah mempunyai kesepakatan bersama dan mempunyai kedisiplinan dalam melakukan kesepakatan tersebut Jum’at (18/09/20).

“Perlu kita komunikasikan dan kita fasilatasi antara pedagang dalam dan pasar pagi, nantinya kita berharap masing, pedagang bisa berjualan dengan nyaman, enak, guyub, rukun sesuai dengan keinginan mereka bersama. Hal ini perlu adanya pemahaman bersama ketika kesepatan tersebut sudah menjadi kesepakatan bersama masing pihak kesepakatan tertulis terkait bagaimana berjualan di pasar Srengat,” ujarnya. (za)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here