Jaksa Tuntut Hukuman Mati Kepada Pemilik Sabu 70 Kg

0

MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Tangerang-Sempat tidak didampingi pengacara, kedua terdakwa akhirnya dituntut mati oleh Jaksa Penuntut Umum Eko Purwanto SH. Setelah di beritakan wartawan akhirnya Majelis Hakim Samsudin, SH menunjuk pengacara Johan, SH untuk mendampingi perkara Dony dan Subhan.

Berada di tahanan Polda Metro Jaya Subhan dan Dony Gojali tampak di layar kaca teleconferens Pengadilan Negeri Tangerang Ruang sidang 1 Jaksa Penuntut Umum Eko Purwanto SH di hadapan Majelis Hakim Samsudin SH MH di dampingi pengacara Johan, SH yang ditunjuk oleh Majelis Hakim.

Dalam uraian tuntutan para terdakwa telah melanggar pasal 114 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1) undang undang RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Barang bukti 25 bungkus plastik teh Cina 20 bungkus 25 bungkus total 70 bungkus sabu sabu seberat 70 kilo gram sisa yang sudah terjual 15 bungkus seberat 15 kilo gram.

Satu unit Sepeda motor Jupiter Z nopol B 6386 GSU berikut HO dan buku tabungan atas nama Subhan di rampas negara.

Terdakwa sudah berhasil menikmati ke untungan 30 juta dari 15 kilo yang sudah terjual. Perbuatan para terdakwa Dony Gojali alias Ahuat bin Lie SIM jam 31 tahun dan kakak iparnya Subhan warga kampung Masigit RT 004/002 Desa Cipaeh Kecamatan Gunung Kaler Kabupaten Tangerang sudah cukup bukti melanggar pasal 114 tentang Narkotika.

Para terdakwa di tangkap oleh polisi Polda metro jaya di daerah Sepatan 18 Januari 2020 di parkiran Ruko Sepatan mas jalan Raya Mauk Desa Karet tidak jauh dari rumah kontrakan para terdakwa.

Perbuatan terdakwa Beny Gojali dan kakak iparnya Subhan tidak mengindahkan program pemerintah yang sedang giat giatnya memerangi narkotika di saat negara sedang di landa wabah penyakit virus Corona atau covid 19.

Dengan sengaja melakukan pemufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana prekusor Narkotika tanpa hak dan melawan hukum menawarkan untuk di jual, membeli menjadi perantara, menukar menyerahkan atau menerima narkotika golongan 1 dalam bentuk bukan tanaman. Para terdakwa di jatuhi hukuman MATI urai JPU dalam tuntutanya Kamis 16 September 2020.

Mendengar tuntutan mati kedua terdakwa tampak di layar kaca hanya menunduk dari balik sidang telekonferens Polda Metro Jaya.

Majelis hakim Samsudin SH menanyakan kepada para terdakwa atas tuntutan mati oleh Jaksa penuntut umum.

Majelis hakim menawarkan pembelaan ke terdakwa. Subhan dan Dony menyerahkan ke kuasa hukumnya untuk pembelaan. Majelis Hakim menunda sidang Kamis 24 September 2020 untuk pembelaan.

Johan kuasa hukum terdakwa mengatakan sidang ditunda untuk pembelaan.

“Saya berharap para terdakwa tidak dijatuhi hukuman mati. Berilah mereka kesempatan untuk hidup, mereka melakukan semua ini Karna terdesak ekonomi,” ujarnya. (Jhn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here