Padla Pengayuh Becak Bernapas Lega Bebas Dari Hukum - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Padla Pengayuh Becak Bernapas Lega Bebas Dari Hukum

Berita Daerah
padla pengayuh becak bernapas lega bebas dari hukum
Poto bersama

MEGAPOLITANPOS.COM, Pamekasan - Padla (65) warga asal Dusun Duwek Tinggi, Desa Blumbungan Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan Madura Jawa Timur kini bisa bernafas legah.

Pada 1 Februari 2019 yang lalu Padla sempat dimeja hijaukan lantaran dirinya mencabut lima pohon pisang ditanahnya sendiro dan saat itu Padla bersama istrinya Hayati (60) hanya bisa pasrah menerima putusan terdakwa dari Kantor Pengadilan, Selasa (11/02/2019).

Padla sempat dilaprkan oleh Agus atas tuduhan dugaan pengerusakan dan penyerobotan tanah yang sebagimana dimaksud dan yang diatur dalam Pasal 406 KUHP dan peraturan pemerintah no 51 tahun 1960, beber Padla.

Hal iti dibenarkan oleh Padla saat dirinya dilapirkan pada 1 Februari 2019, saya bersama istri hanya bisa pasrah, tuturnya.

Pada Seni (10/02) kemaren Padla saat ini merasa lebih tenang lantaran ada Lembaga Bantuan Hukum yang siap membantunya. Ketua LBH Pusara Marsuto Alfianto dan denga. Kehadirannya Alfian ibaratkan bak huja di musim kemarau.

"Kami merasa sabgat senang sekali masih ada yang peduli dengan nasib kamu, jeritan Padla yang berprofesi sebagai tukang becak.

Menurut Marsuto Alfian, Ketua LBH Pusara menjelaskan bahwa dirinya merasa iba dan kasihan dengan kondisi Padla bahkan Alfian siap mendampingi Padla hingga persolannya selesai tuntas.

kronologi dari kejadian tersebut Alfian menceritakan tentang status terdakwa yang disandangkan pada Padla. Padla sebelumnya sempat mencabut lima pohon pisang ditanah yang diberikan kepada anaknya, Harun. Sedangkan tanah tersebut justru diklaim telah dijual kepada Agus yang pelapor.

"Anak Padla mengaku tidak pernah menjual tanahnya kepada Si Pelapor," ujar Alfian.

Kasus pelaporan kepala Padla yang ditudih menyerobot tabah yang diklaim sebagai milik pelapor, rupanya berbuntut panjang. Hari itu juga melalui Ketua LBH Pusara, Padla kembali menuntut balik Agus atas kasus klaim tanah milik anaknya.

Padla masih dianggap sebagai pemilik tanah yang sah. Ia membeberkan kalau seetifikat tanah milik Padla adalah bukti kuat bahwa ia tidak melakukan tindakan pidana denga pelaporan mencabut lima pohon pisang tersebut, tegas Alfian.

"Dari tuntutan tersebut ada dua gugatan pada pelapor yakni gugatan prodio dan gugatan probono yang intinya dari dua gugatan tersebut berkaitan dengan hukum kepeedataan," tandasnya.

Saya sebagai Ketua LBH Pusara akan terus mendampingi dan memperjuangkan nasib Padla betsam keluarganya supaya majelis hakim menjatuhkan pidana yang seadil-adilnya.

Dan kamu akan terus mengupayakan melakukan gugatan hukum keperdataan mengenai sertifikat yang dimiliki oleh Si Pelapor," pungkasnya. (Dyh)

Author

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top