Tambang Galian Liar Marak Di Bogor - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Tambang Galian Liar Marak Di Bogor

Bogor
tambang galian liar marak di bogor
Galian liar

MEGAPOLITANPOS.COM - Kabupaten Bogor. Tambang galian ilegal masih marak pada sejumlah daerah di Kabupaten Bogor meski Satpol PP telah beberapa kali melakukan razia.Salah satu yang paling parah saat ini adalah Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor.

Masyarakat mengharapkan agar Kapolri dan Menteri Lingkungan Hidup segera turun untuk melakukan penertiban sehingga kerusakan lingkungan tidak makin meluas.

"Galian ilegal itu harus segera ditutup karena merusak lingkungan. Saya berharap Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Menteri Lingkungan Hidup menurunkan team dari Mabes Polri untuk mengusut siapa saja yang terlibat digalian itu," kata Gaok salah satu warga Cileungsi saat dihubungi wartawan.

Dia menambahkan, Kabupaten Bogor adalah daerah yang berada sekitar 30 kilometer dari pusat ibu kota Jakarta telah sering dilakukan razia, bahkan saat ini Polres Bogor menyita dua unit alat berat di galian yang terletak di belakang SMP Negeri 01 Cileungsi, Kecamatan Cileungsi.

"Namun seakan tidak pernah jera, tambang ilegal itu terus muncul dan kembali marak sehingga berpotensi merugikan daerah, merusak lingkungan, dan infrastruktur jalan. Mungkin karena ada keterlibatan oknum," tandas Gaok.

Diperkirakan untuk beberapa titik di Kabupaten Bogor setidaknya material galian C yang keluar setiap hari mencapai ratusan truk.

Sebagian besar material itu ditambang dengan cara ilegal tanpa mengurus perizinan yang dibutuhkan, atau tidak memiliki izin tetapi melakukan penggalian.

Sementara itu Cecep Nurhayat selaku Sekretaris Desa Bantar Kuning ketika ditemui wartawan diruang kerjanya menuturkan, di Kecamatan Cariu ada tiga penambang salah satunya bekas Kades Bantar Kuning yang bernama Haji Ucup.

"Saya selaku Sekretaris Desa Bantar Kuning sudah sering menegur tapi tidak diindahkan. Kami sudah memanggil pihak penambang ke Kantor Desa tapi yang saya lihat dilapangan tetap berjalan, soanlnya untuk pak kades tiap rit ada jatahnya tapi saya tidak tau berapa," tuturnya pada Kamis (8/11/2018).

Hal serupa disampaikan salah seorang anggota Satpol PP Kecamatan Cariu yang bernama Samuel, pihaknya mengungkapkan sudah memberikan himbauan tapi tidak di indahkan. Sudah ada penertiban tapi sudah buka lagi padahal pelanggaran yang di buatnya banyak.

"Menegakkan perda sudah jadi tanggung jawab kami, tapi di sisi lain kami juga serba salah karena mereka kan pelaku usaha. Kami menyarankan, menjalankan usaha galian itu perizinannya harus di penuhi kalau tidak silahkan tutup," ujarnya.**(Gi/Jar).

Author

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top