Kemenkop UKM Ungkap Keberhasilan Reformasi Total Koperasi - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Kemenkop UKM Ungkap Keberhasilan Reformasi Total Koperasi

Peluang Usaha
kemenkop ukm ungkap keberhasilan reformasi total koperasi
Achmad Zabadi (Kanan) bersama Ryan Kiryanto dan Juan Firmansyah

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Tiga langkah reformasi total koperasi yang digencarkan Kemenkop UKM (reorientasi, rehabilitasi, dan pengembangan) diungkapkan telah membuahkan hasil. Dengan Reformasi Total Koperasi tersebut, Kinerja koperasi danUKM(KUKM) diprediksi terus meningkat pada 2019. Karena sepanjang empat tahun Reformasi Total Koperasi berjalan KUKM terus mengalami tren peningkatan signifikan.

“ Rehabilitasi adalah tahapan ke -2 dari reformasi total koperasi, dari yang sebelumnya banyak koperasi yang sudah tidak aktif sekitar 40013 sudah dibubarkan, karena yang tidak aktif itu bisa seperti Zombie , bangkitnya kalau ada program bantuan,” ujar Kepala Biro Perencanaan Kementerian Koperasi dan UKM, Ahmad Zabadi, pada acara diskusi bertema Proyeksi Perekonomian 2019: Peluang dan Tantangan bagi KUKM, di Jakarta, Rabu (7/11/2018).

Menurut Zabadi, pembubaran koperasi tidak serta merta menjadikan kontribusi PDB menurun, malah terjadi peningkatan,buktinya kata dia kontribusi koperasi terhadap PDB telah meningkat menjadi 4,48 persem dari sebelumnya yang satu komaan, kata mantan Dirut LLP-KUKM itu.

“ Begitu juga dengan rasio kewirausahaan yang sudah berada di level 3,1 persen dari sebelumnya 1,65 persen, dan pengembangan performa koperasi di Indonesia pun terus menunjukkan tren yang meningkat,” katanya.

Zabad menambahkan saat ini, sudah ada dua koperasi besar di Indonesia yang masuk jajaran 300 koiperasi besar skala global. Yaitu, Koperasi Warga Semen Gresik dan Koperasi Kisel. "Masih banyak lagi koperasi besar lainnya di Indonesia yang bisa didorong masuk ke kelas global, seperti Koperasi Sidogiri, Kospin Jasa, dan sebagainya," ujar dia.

Dengan begitu, Zabadi meyakini pertumbuhan gerakankoperasipada 2019 akan terus meningkat lagi. "Saya optimis kontribusi koperasi terhadap PDB akan menembus level 5 persen," ujar dia.

Zabadi menuturkan, hal yang sama akan dialami pelaku UKM. Dengan kemajuan teknologi akan mampu meningkatkan enterpreneur di Indonesia. "Akan semakin banyak generasi milenial memiliki usaha produktif dengan memanfaatkan gadget miliknya,” kata dia.

Koperasi menurutnya harus dapat hadir ditengah masyarakat serta bermanfaat bagi masyarakat banyak, dia mencontohkan Gojek sebagai usaha yang dapat memberi manfaat bagi banyak masyarakat.

“ jika sebelumnya mereka (ojek) dianggap kelompok yang marginal, .lusuh, menunggu penumpang di pangkalan, gojeg kini bahkan menjadi side job bagi kelompok masyarakat, jadi dapat memberi kesempatan yaitu bernilai spirit ekonomi berbagi.(Alex)









Author

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top