Sebanyak 50 Pasutri Warga Kohod Ikuti Nikah Masal - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Sebanyak 50 Pasutri Warga Kohod Ikuti Nikah Masal

Kab Tangerang
sebanyak 50 pasutri warga kohod ikuti nikah masal
Poto bersama

MEGAPOLITANPOS.COM, Kabupaten Tangerang - Sebanyak 50 Pasangan suami istri (pasutri) yang duduk di Aula Gedung Serba Guna, Pemancingan yanto, Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Jum'at (12/10/2018), terlihat sumringah. Puluhan pasutri yang umumnya keluarga tidak mampu dan sudah puluhan tahun hidup bersama dalam ikatan nikah siri ini disahkan dalam sidang isbat nikah massal yang di laksanakan oleh Kabag Kesra Sekda Kabupaten Tangerang.

Camat Pakuhaji Ujat Sudrajat dalam sambutannya mengatakan, atas nama Pemerintahan Kecamatan Pakuhaji mengucapkan terimakasih kepada Bapak Bupati Tangerang yang telah hadir didesa kohod dalam acara sidang nikah isbat, tentunya ini suatu kebanggaan bagi desa kohod yang telah dikunjungi Bupati Tangerang. Karena Desa Kohod merupakan desa binaan. "Ini suatu kebanggaan buat desa kohod sebagai desa binaan," ujarnya.

Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar pada saat membuka sidang nikah isbat mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya membantu dan lebih memudahkan masyarakat yang pernikahannya selama ini dimata hukum agama akan tetapi belum dicatat negara untuk memperoleh surat nikah.

“Saya mendukung sekali kegiatan ini, sebab hal ini bisa mempermudah masyarakat mendapat surat nikah resmi dan diakui oleh negara," kata Zaki Iskandar, usai membuka sidang itsbat nikah yang langsung dipimpin.

Di bagian lain, lanjut Bupati, hal ini bisa dilakukan secara berkesinambungan agar terus mengupayakan serta meningkatkan kuantitas dan kualitas pelayanan, tetapi juga memberi jaminan agar setiap pelayanan yang diberikan, benar-benar memenuhi tuntutan dan harapan masyarakat.

Namun sayangnya, jaminan tersebut oleh sebagian masyarakat tidak dapat dinikmati, karena adanya kendala persyaratan dokumen kependudukan yang tidak dapat dipenuhi mereka.

“Sebagai contoh, pelayanan pemberian akta kelahiran. Meskipun sudah digratiskan, namun karena mempersyaratkan adanya buku nikah orang tuanya, sebagian anak belum dapat memperolehnya. Makanya saya bersuyukur adanya kegiatan sidang itsbat nikah ini”, ujarnya.

Warga yang ikut sidang isbat nikah seluruhnya merupakan masyarakat Desa Kohod yang rata-rata diikuti oleh pasutri yang tak lagi muda. Tidak sedikit pula mereka yang usia perkawinannya sudah mencapai belasan.(sul)

Author

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top